ENSIKLOPEDIA
Pemilihan Pemimpin Partai Konservatif Britania Raya 2019
Pemilihan Pemimpin Partai Konservatif 2019 | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
7 Juni – 22 Juli 2019 (2019-06-07 – 2019-07-22) | |||||||||||||
| Hasil lengkap semua calon di bawah | |||||||||||||
Jajak pendapat | |||||||||||||
| Kehadiran pemilih | 87,4% | ||||||||||||
Kandidat | |||||||||||||
| |||||||||||||
| |||||||||||||
Pemilihan Pemimpin Partai Konservatif Britania Raya 2019 digelar untuk menentukan pengganti Pemimpin Partai Konservatif sekaligus Perdana Menteri Britania Raya, Theresa May. Sebelumnya, May mengumumkan pada 24 Mei 2019 bahwa ia akan mundur dari jabatannya sebagai pemimpin pada 7 Juni 2019, dan kemudian mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri setelah pemimpin yang baru telah terpilih. Pemungutan suara pertama yang melibatkan Anggota Parlemen Britania Raya (AP) digelar pada 13 Juni 2019, dengan putaran selanjutnya digelar pada 18, 19, dan 20 Juni 2019 untuk menghasilkan dua calon terkuat. Kader-kader partai yang biasa memilih pimpinan Partai Konservatif melalui pengiriman pos. Hasil pemilihan diumumkan pada tanggal 23 Juli 2019 dengan keunggulan 51,3% suara untuk Boris Johnson yang hampir mencapai dua kalinya Jeremy Hunt yang hanya mendapat 24,7% suara saja.
Spekulasi mengenai pemilihan pimpinan Partai Konservatif muncul selepas pemilu sela 2017. Theresa May menggelar pemilu dengan harapan pertambahan suara unggul untuk negosiasi Brexit. Namun, Partai Konservatif kalah suara sehingga gagal mendapatkan suara (42% suara nasional) maupun perolehan kursi mayoritas (317 dari 650 kursi atau 48% kursi) di Dewan Rakyat. Spekulasi selanjutnya muncul dari rintangan-rintangan yang dihadapi Theresa May dalam mendapat persetujuan di antara kader Partai Konservatif untuk negosiasi Brexit. Ketidakpercayaan publik terhadap Theresa May terus bertambah hingga November 2018, yakni pada saat lembaga survei dengan spektrum euroskeptik bernama European Research Group terus mendorong adanya mosi tidak percaya terhadap Theresa May. Usul untuk pemungutan mosi kepercayaan atau mosi ketidakpercayaan muncul lagi pada Desember 2018. Akan tetapi, partai masih memiliki kepercayaan terhadap Theresa May dan Ia mempertahankan jabatannya sebagai pimpinan Partai Konservatif. Di awal tahun 2019, Pemungutan suara Parlemen untuk Brexit, secara berulang, menolak proposal perjanjian pengunduran lewat Brexit, yang akhirnya menuntut May untuk berhenti dari jabatannya sebagai Pimpinan Partai Konservatif, dan sebagai Perdana Menteri.
Pemilihan pimpinan Partai Konservatif yang dilakukan oleh kader, mula-mula, digelar di tahun 2001. Namun, pemilihan-pemilihan tersebut digelar ketika Partai Konservatif merupakan partai oposisi hingga tahun 2016, yang ditandai dengan berhentinya Andrea Leadsom dari pencalonan sebelum para kader memberi suara. Boris Johnson menjadi pimpinan Partai Konservatif pertama yang dipilih kader untuk menjabat sebagai Perdana Menteri.
Latar belakang
Setelah referendum keanggotaan Inggris Raya di Uni Eropa pada 2016 menghasilkan suara 52 persen berbanding 48 persen untuk keluar dari Uni Eropa, David Cameron mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif dan Perdana Menteri, sehingga memicu pemilihan kepemimpinan Partai Konservatif 2016.[1] Theresa May, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, memenangkan kontestasi setelah Andrea Leadsom mundur, dan menggantikan Cameron sebagai perdana menteri pada 13 Juli 2016.[2]
Pemilihan umum yang mendadak dan dampaknya
May memulai proses Brexit dengan mengaktifkan Pasal 50 pada 29 Maret 2017.[3] Pada April 2017, dia mengumumkan pemilu cepat yang digelar Juni 2017 untuk memperkuat posisinya dalam negosiasi dengan Uni Eropa.[4] Meski awalnya diprediksi menang besar,[5] hasilnya justru parlemen menggantung, dengan kursi Partai Konservatif turun dari 330 menjadi 317.[6] Hal ini membuat May membentuk kesepakatan confidence and supply dengan Partai Unionis Demokrat dari Irlandia Utara guna menopang pemerintahan minoritasnya.[7]
Penanganan kampanye May banyak dikritik, termasuk peran kepala stafnya, Nick Timothy dan Fiona Hill, yang mundur beberapa hari setelah hasil pemilu.[8] Pada Juni 2017, George Osborne menyebut May sebagai “dead woman walking”.[9] Jajak pendapat YouGov untuk The Sunday Times menunjukkan 48 persen responden ingin May mundur dan 38 persen menolak, dengan hasil serupa dari Survation untuk The Mail on Sunday.[10] Sejumlah tokoh Partai Konservatif seperti Anna Soubry dan Nicky Morgan juga mendesaknya mempertimbangkan posisinya serta menyerukan pemilihan pemimpin baru sebelum kesepakatan Brexit difinalkan.[11][12] Kepemimpinannya kembali dikritik setelah kebakaran Grenfell Tower pada Juni 2017, terutama karena awalnya menolak bertemu korban dan dianggap buruk menangani krisis.[13]
Dengan posisinya melemah, sejumlah tokoh senior partai bersiap menghadapi kemungkinan kontestasi kepemimpinan.[14] Media menyebut tiga kandidat utama saat itu, yaitu David Davis, Boris Johnson, dan Philip Hammond, saling bermanuver.[15] Andrew Mitchell dilaporkan mengorganisasi surat tidak percaya,[16] sementara laporan The Independent pada Juli 2017 menyebut 15 AP Konservatif siap menandatangani surat, dengan 48 diperlukan untuk memicu pemilihan.[17]
Pada Agustus 2017, May dilaporkan menyatakan kepada AP Konservatif bahwa ia akan mundur pada 30 Agustus 2019.[18] Namun pada 31 Agustus 2017, ia menegaskan akan tetap menjabat dan memimpin partai menuju pemilu berikutnya yang dijadwalkan 2022 berdasarkan Undang-Undang Parlemen Masa Jabatan Sah 2011, meski bisa dipercepat.[19]
Pada 16 September 2017, Boris Johnson menerbitkan artikel di The Daily Telegraph yang memaparkan visinya tentang Brexit. Banyak pihak menilainya sebagai langkah menuju tantangan kepemimpinan, walau sebagian komentator berpendapat ia hanya ingin memperkuat pengaruhnya dalam negosiasi.[20][21] Waktu publikasi artikel tersebut, beberapa hari sebelum pidato penting May tentang hubungan Inggris dan Eropa pasca-Brexit serta tak lama setelah serangan teroris di London, menuai kritik.[22]
Pengunduran diri Kabinet pada Musim Panas 2018
Setelah kabinet menyetujui proposal Brexit Theresa May, David Davis mengundurkan diri sebagai Menteri Brexit pada 8 Juli 2018,[23] disusul Steve Baker di hari yang sama.[24] May dilaporkan menghadapi ancaman kontestasi kepemimpinan akibat kemarahan pendukung hard Brexit,[25] dan Andrea Jenkyns menyerukan penggantiannya.[26] Boris Johnson kemudian mundur sebagai Menteri Luar Negeri pada 9 Juli 2018.[27]
Pada awal Agustus 2018, artikel Johnson di The Daily Telegraph yang menentang larangan burqa di Denmark memicu kontroversi karena ia menyamakan perempuan bercadar dengan kotak surat atau perampok bank. Sejumlah pengamat menilai langkah itu sebagai upaya menarik dukungan anggota Partai Konservatif yang anti-Islam menjelang kemungkinan pemilihan pemimpin.[28] Mantan jaksa agung Dominic Grieve menyatakan ia tidak akan bertahan di partai jika Johnson menjadi pemimpin.[29]
Kesepakatan Brexit diumumkan
Pada November 2018, May mempresentasikan proposal akhir kesepakatan awal Brexit setelah negosiasi dengan Uni Eropa. Menteri Brexit, Dominic Raab, dan beberapa menteri lain mundur dari kabinet,[30] sementara Jacob Rees-Mogg menyerukan pemilihan pemimpin. Kelompok Eurosceptic European Research Group dinilai berupaya menggulingkan May, dan muncul spekulasi apakah cukup surat tidak percaya terkumpul untuk memicu pemungutan suara.
Sebanyak 15 persen AP Konservatif, yaitu 48 orang, harus mengirim surat ke ketua Komite 1922 untuk memicu mosi tidak percaya. Pada 16 November 2018, BBC melaporkan 21 anggota telah menyatakan mengirim surat.[31] Pada 19 November 2018 jumlahnya menjadi 26,[32] namun target 48 belum tercapai hingga 20 November 2018,[33] dan pemungutan suara parlemen atas kesepakatan May ditunda ke Januari 2019 karena ancaman kekalahan.
Sejumlah AP Konservatif seperti Dominic Grieve dan Kwasi Kwarteng memperingatkan potensi perpecahan partai jika Johnson terpilih menjadi pemimpin.[34]
Mosi kepercayaan 12 Desember 2018
Hingga 11 Desember 2018, jumlah surat yang diumumkan masih 26, tetapi pada hari itu Owen Paterson mengirim suratnya dan kemudian dipastikan 48 surat telah terkumpul.[35][36] May memilih menghadapi pemungutan suara yang digelar 12 Desember 2018 secara rahasia di antara 317 AP Konservatif yang berhak memilih.[37]
Menjelang pemungutan suara, May membatalkan pertemuan 12 Desember 2018 dengan Taoiseach Irlandia untuk berkampanye.[38] Ia menyatakan tidak akan memimpin partai pada pemilu 2022 dan akan mengupayakan tambahan yang mengikat secara hukum pada perjanjian penarikan terkait backstop Irlandia Utara.[39][40]
Dua AP yang sebelumnya diskors, Andrew Griffiths dan Charlie Elphicke, dipulihkan haknya untuk memilih.[41] Seluruh anggota kabinet menyatakan dukungan kepada May, termasuk Michael Gove dan Liam Fox,[42] serta tokoh lain seperti Anna Soubry dan David Cameron,[43] sementara Rees-Mogg dan John Whittingdale menyatakan akan menentangnya.[42]
Hasilnya, May menang dengan 200 suara mendukung dan 117 menolak. Meski demikian, sejumlah pendukung Brexit seperti Rees-Mogg dan Raab tetap mendesaknya mundur, sementara yang lain meminta perubahan kebijakan Brexit.[44] Berdasarkan aturan partai, setelah kemenangan ini mosi tidak percaya terhadap pemimpin tidak dapat diajukan kembali selama satu tahun.[37]
Penundaan Brexit dan pengunduran diri May

Pada 27 Maret 2019, Theresa May menyatakan akan mundur sebelum tahap berikutnya negosiasi dengan Uni Eropa jika kesepakatan Brexit-nya disetujui.[45] Namun karena tidak ada kejelasan terkait rencana Brexit, tekanan agar ia mengundurkan diri terus berlanjut sepanjang April 2019.[46]
Setelah hasil buruk Partai Konservatif dalam pemilu lokal 2019, yang menjadi yang terburuk sejak 1995 dengan kehilangan lebih dari 1.000 kursi, desakan agar May mundur semakin kuat.[47] David Davis menyatakan dukungannya kepada Dominic Raab yang memaparkan platform kepemimpinan dalam wawancara dengan The Sunday Times Magazine.[48][49] Sejumlah tokoh senior Konservatif secara terbuka berkampanye untuk menggantikannya, termasuk Andrea Leadsom, Jeremy Hunt, Michael Gove, dan Sajid Javid,[50] sementara ada laporan bahwa May berniat bertahan hingga musim gugur 2019.
May sebelumnya menyatakan ingin Parlemen menyetujui rencana Brexit sebelum reses musim panas, sekitar akhir Juli 2019, lalu ia akan mundur. Tekanan meningkat agar ia menetapkan jadwal pengunduran diri, dan pada 16 Mei 2019 ia bertemu Komite 1922.[51] Terdapat pembicaraan untuk mengubah aturan agar mosi tidak percaya baru dapat diajukan lebih cepat,[52] dan May dilaporkan setuju untuk mundur paling lambat 30 Juni 2019.[53]
Pada 21 Mei 2019, May menyampaikan pidato yang menguraikan rencana pengajuan RUU perjanjian penarikan Uni Eropa pada Juni 2019, yang memungkinkan Dewan Rakyat mengajukan amendemen, termasuk soal serikat pabean atau referendum kedua. Rencana ini mendapat penolakan luas, termasuk dari partainya sendiri.[54] Pada 22 Mei 2019, sehari sebelum pemilihan Parlemen Eropa, Andrea Leadsom mengundurkan diri sebagai pemimpin Dewan Rakyat.[55] May semula berencana menerbitkan RUU pada 24 Mei 2019, tetapi pada hari pemungutan suara 23 Mei 2019 rencana itu dibatalkan dan ditunda hingga awal Juni 2019.[56] Pada 24 Mei 2019, May mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Konservatif yang berlaku efektif 7 Juni 2019.[57]
Prosedur
Prosesur pemilihan pemimpin Partai Konservatif diatur dalam konstitusi partai, sedangkan aturan rinci ditetapkan oleh eksekutif Komite 1922 bersama Dewan Partai.[58] Ketua Komite 1922 mengundang para calon dan mempublikasikan daftar calon sah setelah pendaftaran ditutup. Jika hanya ada satu calon sah, ia langsung terpilih. Jika ada dua, keduanya diajukan ke pemungutan suara anggota partai, yang jumlahnya sekitar 0,35 persen dari total pemilih Inggris Raya. Anggota partai tetap dapat memilih meski tinggal di luar negeri dan bukan warga negara Inggris Raya.[59]
Jika lebih dari dua calon, diadakan pemungutan suara internal di kalangan anggota parlemen Konservatif menggunakan sistem pemungutan suara secara menyeluruh untuk menyaring dua kandidat terakhir sebelum diajukan ke anggota partai. Pada 4 Juni 2019, aturan diubah sehingga calon harus didukung minimal delapan anggota parlemen untuk maju, lalu memperoleh dukungan setidaknya 5 persen anggota parlemen Konservatif pada putaran pertama dan 10 persen pada putaran kedua.[60] Pada 2019, ini berarti minimal 17 dukungan pada putaran pertama dan 33 pada putaran kedua.[60][61] Jika semua kandidat memenuhi ambang batas, kandidat dengan suara terendah dieliminasi, dan proses ini berlanjut sampai tersisa dua kandidat.[61]
Pendaftaran calon dibuka pada 7 Juni dan ditutup 10 Juni 2019. Pemungutan suara pertama berlangsung 13 Juni 2019, diikuti putaran berikutnya pada 18, 19, dan 20 Juni 2019. Debat pertama untuk anggota partai dijadwalkan 22 Juni 2019, sementara pemungutan suara anggota berlangsung selama bulan berikutnya, dengan pemenang diumumkan pada 23 Juli 2019.[62]
Calon
Dicalonkan
Sepuluh Anggota Parlemen berikut ini dicalonkan pada tanggal 10 Juni 2019. Setiap calon harus dicalonkan oleh sedikitnya delapan AP, tetapi hanya nama pengusul (proposer) dan pendukungnya (seconder) yang dibuka ke publik.
| Calon | Daerah pemilihan | Diumumkan | Pengusul dan pendukung |
|---|---|---|---|
Michael Gove |
Surrey Heath (sejak 2005) |
26 Mei 2019[63] | George Eustice dan Nicky Morgan |
Matt Hancock |
West Suffolk (sejak 2010) |
25 Mei 2019[64] | Damian Green dan Tracey Crouch |
Mark Harper |
Forest of Dean (sejak 2005) |
30 Mei 2019[65] | Jackie Doyle-Price dan Steve Double |
Jeremy Hunt |
South West Surrey (sejak 2005) |
24 Mei 2019[66] | Liam Fox dan Patrick McLoughlin |
Sajid Javid |
Bromsgrove (sejak 2010) |
27 Mei 2019[67] | Robert Halfon dan Victoria Atkins |
Boris Johnson |
Uxbridge and South Ruislip (sejak 2015) |
16 Mei 2019[68] | Liz Truss dan Ben Wallace |
Andrea Leadsom |
South Northamptonshire (sejak 2010) |
25 Mei 2019[69] | Chris Heaton-Harris dan Heather Wheeler |
Esther McVey |
Tatton (sejak 2017) |
9 Mei 2019[70] | Gary Streeter dan Ben Bradley |
Dominic Raab |
Esher and Walton (sejak 2010) |
25 Mei 2019[69] | David Davis dan Maria Miller |
Rory Stewart |
Penrith and the Border (sejak 2010) |
2 Mei 2019[71] | David Gauke dan Victoria Prentis |
Mundur
Tokoh-tokoh berikut sempat menyatakan diri sebagai calon, tetapi kemudian mundur karena tidak berhasil menggalang cukup dukungan atau alasan lainnya.
- Sebelum pemungutan suara putaran ke-1
- James Cleverly, Menteri Brexit sejak 2019 dan AP dapil Braintree sejak 2015[72] (mendukung Johnson)
- Sam Gyimah, Menteri Pendidikan Tinggi (2018) dan AP dapil East Surrey sejak 2010[73]
- Kit Malthouse, Menteri Perumahan sejak 2018, Wakil Wali Kota London (2008–2015) dan AP dapil North West Hampshire sejak 2015[74] (mendukung Johnson)
- Setelah pemungutan suara putaran ke-1
- Matt Hancock, Menteri Kesehatan dan Layanan Sosial sejak 2018 dan AP dapil West Suffolk sejak 2010[75] (mendukung Johnson)
Debat publik
Setelah pemungutan suara kelima AP Konservatif pada 20 Juni 2019, dua kandidat terakhir, Jeremy Hunt dan Boris Johnson, diundang mengikuti serangkaian debat yang diselenggarakan partai.[76] Enam belas acara tersebut digelar di berbagai wilayah berbeda di seluruh negeri. Selain itu, sebuah debat digital diadakan pada 26 Juni 2019, dimoderatori oleh Hannah Vaughan Jones dan disiarkan langsung melalui media sosial menggunakan Periscope.[77]
| Tanggal | Moderator | Wilayah | Tempat | Peta |
|---|---|---|---|---|
| 22 Juni 2019 | Iain Dale | Midlands Barat | International Convention Centre, Birmingham | |
| 27 Juni 2019 | Hannah Vaughan Jones | Selatan (Tengah) | Pavilion Theatre, Bournemouth | |
| 28 Juni 2019 | Iain Dale | Barat Daya | Sandy Park, Exeter | |
| 29 Juni 2019 | Iain Dale | Lakes & Borders | Carlisle Racecourse, Carlisle | |
| 29 Juni 2019 | Iain Dale | Barat Laut | Manchester Central, Manchester | |
| 2 Juli 2019 | Iain Dale | Irlandia Utara | Culloden Estate, Belfast | |
| 4 Juli 2019 | Hannah Vaughan Jones | Yorkshire dan Humber | Barbican Centre, York | |
| 5 Juli 2019 | Hannah Vaughan Jones | Timur Laut | Darlington Hippodrome, Darlington | |
| 5 Juli 2019 | Colin Mackay | Skotlandia | Perth Concert Hall, Perth | |
| 6 Juli 2019 | Iain Dale | Midlands Timur | Nottingham Belfry, Nottingham | |
| 6 Juli 2019 | Hannah Vaughan Jones | Wales | All Nations Centre, Cardiff | |
| 11 Juli 2019 | Hannah Vaughan Jones | Tenggara | Clive Emson Conference Centre, Maidstone | |
| 12 Juli 2019 | Iain Dale | Gloucestershire | Cheltenham Racecourse, Cheltenham | |
| 13 Juli 2019 | Iain Dale | Anglia Timur | Woodlands Event Centre, Wyboston | |
| 13 Juli 2019 | Iain Dale | Timur | Five Lakes Golf Resort, Colchester | |
| 17 Juli 2019 | Iain Dale | London | ExCel, Custom House |
Hasil
Undian pertama untuk anggota parlemen dari Partai Konservatif diadakan pada 13 Juni 2019. Johnson berhasil menduduki peringkat pertama. Harper, Leadsom, dan McVey tersingkir karena tidak berhasil memperoleh cukup suara.[78]
| Calon | Putaran ke-1: 13 Juni 2019 |
Putaran ke-2: 18 Juni 2019 |
Putaran ke-3: 19 Juni 2019 |
Putaran ke-4: 20 Juni 2019 |
Putaran ke-5: 20 Juni 2019 |
Suara anggota | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Suara | % | Suara | % | Suara | % | Suara | % | Suara | % | Suara | % | |
| Boris Johnson | 114 | 36.4 | 126 | 40.3 | 143 | 45.7 | 157 | 50.2 | 160 | 51.1 | 92,153 | 66.1 |
| Jeremy Hunt | 43 | 13.7 | 46 | 14.7 | 54 | 17.3 | 59 | 18.8 | 77 | 24.6 | 46,656 | 33.5 |
| Michael Gove | 37 | 11.8 | 41 | 13.1 | 51 | 16.3 | 61 | 19.5 | 75 | 24.0 | Tersingkir | |
| Sajid Javid | 23 | 7.3 | 33 | 10.5 | 38 | 12.1 | 34 | 10.9 | Tersingkir | |||
| Rory Stewart | 19 | 6.1 | 37 | 11.8 | 27 | 8.6 | Tersingkir | |||||
| Dominic Raab | 27 | 8.6 | 30 | 9.6 | Tersingkir | |||||||
| Matt Hancock | 20 | 6.4 | Mundur | |||||||||
| Andrea Leadsom | 11 | 3.5 | Tersingkir | |||||||||
| Mark Harper | 10 | 3.2 | Tersingkir | |||||||||
| Esther McVey | 9 | 2.9 | Tersingkir | |||||||||
| Suara rusak | 0 | 0.0 | 0 | 0.0 | 0 | 0.0 | 2 | 0.6 | 1 | 0.3 | 509 | 0.4 |
| Peserta | 313 | 100.0 | 313 | 100.0 | 313 | 100.0 | 313 | 100.0 | 313 | 100.0 | 139,318 | 87.4 |
Hasilnya diumumkan 23 Juli 2019 oleh petugas pelaksana (returning officer) Dame Cheryl Gillan. 159.320 anggota partai memiliki hak suara. 139.318 anggota partai memberikan suara sah, sedangkan 20.002 lainnya tidak. 87,4% anggota partai berpartisipasi dalam pemilihan ini.
Referensi
- ↑ Stewart, Heather; Asthana, Anushka (24 Juni 2016). "Brexit: David Cameron resignation sparks Tory party leadership contest". The Guardian. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ "Theresa May will become UK Prime Minister on Wednesday". BBC. 12 Juli 2016. Diakses tanggal 29 Mei 2019.
- ↑ "Brexit: The UK's letter triggering Article 50". BBC News. 29 Maret 2017. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ "British PM Theresa May calls snap elections". Deutsche Welle. 18 April 2017. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ Hunt, Alex; Wheeler, Brian (14 Juni 2017). "Theresa May: 10 reasons why the PM blew her majority". BBC News. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ "UK election: Theresa May 'intends' to remain Conservatives leader despite hung parliament". ABC News. 8 Juni 2017. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ Hunt, Alex (26 Juni 2017). "Theresa May and the DUP deal: What you need to know". BBC News. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ McGuinness, Alan. "May's top aides Nick Timothy and Fiona Hill resign after election". Sky News. Diakses tanggal 12 December 2018.
- ↑ "General election 2017: Theresa May is 'best placed person' for Brexit". BBC News. 11 Juni 2017. Diakses tanggal 9 September 2017.
- ↑ "48% think Theresa May should step down as Prime Minister, poll shows". Belfast Telegraph. 11 Juni 2017. Diakses tanggal 14 Juni 2017.
- ↑ Vaughan, Richard (9 Juni 2017). "Anna Soubry calls for Theresa May to 'consider her position'". The i Paper. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ Watt, Nicholas (28 Juni 2017). "Nicky Morgan: Tories should consider replacing Theresa May". BBC News. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ Walker, Peter (11 Juni 2018). "Theresa May calls her response to Grenfell fire 'not good enough'". The Guardian. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ Parker, George (4 Juli 2017). "Theresa May braced for a fall as Brexit tests loom". Financial Times. Diakses tanggal 9 September 2017.
- ↑ Shipman, Tim (16 Juli 2017). "Mr Grey, Mr Blond and Mr Brexit: battle of the big guns". The Times. Diakses tanggal 9 September 2017.
- ↑ Mason, Rowena (9 Juli 2017). "May attempts to reassert grip over Tory party amid talk of challenge". The Guardian. Diakses tanggal 9 September 2017.
- ↑ Osborne, Samuel (23 Juli 2017). "Fifteen Tory MPs 'to sign Theresa May no confidence letter'". The Independent. Diakses tanggal 9 September 2017. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Smith, Adam (27 Agustus 2017). "Theresa May is apparently 'going to resign in 2019'". Metro. Diakses tanggal 9 September 2017.
- ↑ Wright, Robert (31 Agustus 2017). "Theresa May vows to fight next UK election as prime minister". Financial Times. Diakses tanggal 31 Agustus 2017.
- ↑ "What was Boris Johnson's motive for writing about Brexit? Plus, paedophile hunters and binge watching TV results". YouGov. 18 September 2017. Diakses tanggal 18 September 2017.
- ↑ Merrick, Rob (18 September 2017). "Theresa May denies she has 'lost control' of the Cabinet after Boris Johnson lays out Brexit manifesto". The Independent. Diakses tanggal 18 September 2017.
- ↑ "May 'driving from the front' on Brexit". BBC News. 18 September 2017. Diakses tanggal 18 September 2017.
- ↑ "Brexit Secretary David Davis resigns". BBC News. 9 Juli 2018. Diakses tanggal 9 Juli 2018.
- ↑ "Steve Baker on his resignation as Brexit minister". BBC News. 9 Juli 2018. Diakses tanggal 9 Juli 2018.
- ↑ Kentish, Benjamin (8 Juli 2018). Theresa May faces leadership challenge threat from Tory Brexiteers. The Independent. Diakses tanggal 9 Juli 2018.
- ↑ Hartmann, Margaret (9 Juli 2018). "Top Brexit officials resign in blow to Theresa May". NY Mag. Diakses tanggal 9 Juli 2018.
- ↑ Stewart, Heather; Crerar, Pippa; Sabbagh, Dan (9 Juli 2018). "May's plan 'sticks in the throat', says Boris Johnson as he resigns over Brexit". The Guardian. Diakses tanggal 9 Juli 2018.
- ↑ de Freytas-Tamura, Kimiko (8 August 2018). "Boris Johnson, a 'Burqa Storm' and perhaps some populist calculations". The New York Times. Diakses tanggal 8 Agustus 2018.
- ↑ Elgot, Jessica (8 Agustus 2018). "Dominic Grieve: I will leave party if Boris Johnson becomes leader". The Guardian. Diakses tanggal 8 Agustus 2018.
- ↑ "Raab quits over 'flawed' Brexit agreement". BBC News. 15 November 2018. Diakses tanggal 16 November 2018.
- ↑ "Who do we know has written a no confidence letter?". BBC News. 17 November 2018. Diakses tanggal 19 November 2018.
- ↑ "Who do we know has written a no confidence letter?". BBC News. 19 November 2018. Diakses tanggal 19 November 2018.
- ↑ "Ditch May now or she will lead us into 2022 election, Rees-Mogg tells Tories". BBC News. 20 November 2018. Diakses tanggal 21 November 2018.
- ↑ Elgot, Jessica; Sabbagh, Dan (9 December 2018). "Johnson, McVey and Raab each hint at Tory leadership ambitions". The Guardian. Diakses tanggal 10 Desember 2018.
- ↑ "Pressure mounting on May from Tory MPs". BBC News. 12 Desember 2018. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ Sparrow, Andrew; Rawlinson, Kevin (12 Desember 2018). "Brexit: Challenge to May's leadership intensifies as senior Tory declares 'no confidence' – Politics Live as it happened". The Guardian. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- 1 2 "UK leader Theresa May to face no-confidence vote over Brexit pains". ABC. 12 December 2018. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ McCormack, Jayne (12 Desember 2018). "Brexit: May cancels Dublin visit over confidence vote". BBC News. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ Stewart, Heather; Walker, Peter (12 Desember 2018). "May signals she will step down before 2022 election". The Guardian. Diakses tanggal 13 Desember 2018.
- ↑ "May: I won't lead Tories into election". BBC News. 13 Desember 2018. Diakses tanggal 14 Desember 2018.
- ↑ Syal, Rajeev (12 Desember 2018). "Tories reinstate MPs suspended over sex allegations for confidence vote". The Guardian. Diakses tanggal 13 Desember 2018.
- 1 2 Heffer, Greg (13 Desember 2018). "Which MPs voted against Theresa May? And what is the Brexiteers' plan now?". Sky News. Diakses tanggal 13 Desember 2018.
- ↑ Sparrow, Andrew; Weaver, Matthew; Brooks, Libby (12 Desember 2018). "May could offer to stand down before election to win support in confidence vote – politics live". Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ "May back to Brussels for Brexit talks". BBC News. 12 Desember 2018. Diakses tanggal 12 Desember 2018.
- ↑ "Brexit: Government plans to hold new vote". BBC News. 28 Maret 2019. Diakses tanggal 17 Mei 2019.
- ↑ Warrington, James (30 April 2019). "Grassroot Tories to hold emergency summit in bid to oust May". City AM. Diakses tanggal 1 Mei 2019.
- ↑ Syal, Rajeev; Brooks, Libby (3 Mei 2019). "Theresa May under pressure to quit after local election losses". The Guardian. Diakses tanggal 4 Mei 2019.
- ↑ "Dominic Raab outlines hopes for Conservatives after receiving backing to become next Prime Minister". ITV News. 5 Mei 2019. Diakses tanggal 5 Mei 2019.
- ↑ Shipman, Tim; Wheeler, Caroline (5 Mei 2019). "Dominic Raab sets out his stall as Tories 'plot to drag Theresa May from No 10'". The Sunday Times. Diakses tanggal 5 Mei 2019.
- ↑ Murphy, Joe; Proctor, Kate (8 Mei 2019). "Fifth cabinet minister bids for Theresa May's job: Andrea Leadsom 'seriously considering' standing for Conservative leadership". Evening Standard. Diakses tanggal 8 Mei 2019.
- ↑ Sparrow, Andrew (16 Mei 2019). "May agrees to set departure date after Brexit bill vote as Johnson announces leadership bid – as it happened". The Guardian. Diakses tanggal 16 Mei 2019.
- ↑ "Theresa May given 24-hour deadline to say when she will quit". Evening Standard. 15 Mei 2019. Diakses tanggal 16 Mei 2019.
- ↑ "Tearful Theresa May forced to agree to stand down: PM out by June 30 at the latest". The Daily Telegraph. 16 Mei 2019. Diakses tanggal 24 Mei 2019.
- ↑ "Theresa May resists clamour to resign". BBC News. 22 Mei 2019. Diakses tanggal 24 Mei 2019.
- ↑ "Commons leader Andrea Leadsom quits government over Brexit". BBC News. 22 Mei 2019. Diakses tanggal 22 Mei 2019.
- ↑ Sparrow, Andrew (23 Mei 2019). "May close to abandoning Brexit bill amid growing cabinet backlash – as it happened". The Guardian. Diakses tanggal 23 Mei 2019.
- ↑ "Theresa May resigns: The PM announced she would quit as party leader on 7 June". BBC News. 24 Mei 2019. Diakses tanggal 24 Mei 2019.
- ↑ Johnston, Neil (24 Mei 2019). "Leadership elections: Conservative Party" (PDF). Briefing Paper Number 01366. House of Commons Library. hlm. 5. Diakses tanggal 24 Mei 2019.
- ↑ Plummer, Kate (22 Juli 2022). "Tory leadership contest:Loophole 'allows non British citizens to vote for PM'". Indy100. Diakses tanggal 25 Juli 2022.
- 1 2 "Tory leadership contest: Rule change agreed to limit candidates". BBC News. 4 Juni 2019. Diakses tanggal 4 Juni 2019.
- 1 2 Elgot, Jessica; Mason, Rowena (4 Juni 2019). "Conservatives slash timetable for leadership contest". The Guardian. Diakses tanggal 4 Juni 2019.
- ↑ "House of Commons Library Leadership Elections: Conservative Party". House of Commons. 19 Juli 2019. Diakses tanggal 20 Juli 2019.
- ↑ "Tory leadership: Raab sets out leader bid as Gove joins race". BBC. 26 Mei 2019. Diakses tanggal 26 Mei 2019.
- ↑ "Tory leadership: Rivals clash over support for no-deal Brexit". BBC News. 25 Mei 2019. Diakses tanggal 25 Mei 2019.
- ↑ "Tory leadership contest: Mark Harper is 12th MP to enter race" (dalam bahasa Inggris (Britania)). BBC News. 30 Mei 2019. Diakses tanggal 30 Mei 2019.
- ↑ Buchan, Lizzy (24 Mei 2019). "Jeremy Hunt will stand for Conservative party leadership after Theresa May resigns". The Independent. Diakses tanggal 24 Mei 2019.
- ↑ "Sajid Javid to run for Tory party leader". BBC News. 27 Mei 2019. Diakses tanggal 27 Mei 2019.
- ↑ "Boris Johnson confirms bid for Tory leadership". BBC News. 16 Mei 2019. Diakses tanggal 25 Mei 2019.
- 1 2 Morris, James (25 Mei 2019). "Raab and Leadsom become latest Tories to announce leadership bids". Evening Standard. Diakses tanggal 25 Mei 2019.
- ↑ "Esther McVey announces Conservative leadership bid". BBC News. 9 Mei 2019. Diakses tanggal 25 Mei 2019.
- ↑ "Rory Stewart: I'd bring country together as PM". BBC News. 2 Mei 2019. Diakses tanggal 25 Mei 2019.
- ↑ Allegretti, Aubrey (4 Juni 2019). "James Cleverly pulls out of Tory leadership race". Sky News. Diakses tanggal 4 Juni 2019.
- ↑ @SamGyimah (10 Juni 2019). "My statement on the Conservative Party leadership contest". Diakses tanggal 10 June 2019 – via Twitter.
- ↑ @kitmalthouse (4 Juni 2019). "I have decided to withdraw from the contest for the leadership of the Conservative Party. Thank you to all those who have supported me". Diakses tanggal 4 Juni 2019 – via Twitter.
- ↑ "Tory leadership: Matt Hancock quits contest". BBC News. 14 Juni 2019. Diakses tanggal 14 Juni 2019.
- ↑ "Dates of the Tory leadership hustings for Party members". Conservative Home. 27 Juni 2019. Diakses tanggal 27 Juni 2019.
- ↑ Sheridan, Danielle; Bennett, Asa (26 Juni 2019). "Tory leadership hustings live: Boris Johnson says the chances of a no-deal Brexit are a 'million to one'". The Daily Telegraph. Diakses tanggal 12 Januari 2022.
- ↑ "Johnson tops first Tory leadership poll". BBC News. 13 Juni 2019. Diakses tanggal 13 Juni 2019.
Pranala luar
- Situs web resmi

