Halo, saya baru saja melihat saudara menambahkan informasi ikon layanan di halaman Kereta api Dhoho dan Penataran. Boleh tahu itu sebenarnya sumbernya dari mana ya? Juga seingat saya ikon tersebut belum diterapkan di layanan tersebut. Terima kasih Farhan Syafiq FadhillahBicara 1 September 2021 12.56 (UTC)
Saya mendapatkan informasinya dari peta terbaru FDTS-TfS (Surabaya), dan sudah saya kontak langsung adminnya via DM untuk mengonfirmasi. Mohon koreksinya, apabila memang belum layak dicantumkan maka saya akan tarik kembali penggunaan ikon tersebut. Terima kasih
Sebagai tambahan, saat di DM admin akun FDTS-TfS menyebutkan bahwa lambang/ikon/simbol tersebut memang resmi dari anak usaha KAI (tidak dijelaskan yang mana) namun belum resmi diluncurkan. Beliau juga melampirkan nomor hex rgb yang digunakan untuk masing-masing lintas pelayanan. Beliau juga menyebutkan "monggo dipakai" Sumberjaya2014 (bicara) 1 September 2021 14.22 (UTC)
Mohon maaf, saya numpang bertanya. Untuk piktogram layanan KA di Daop 9 Jember, sumbernya dari mana ya? Sekadar informasi saja bahwa layanan KA lokal yang dioperasikan oleh Daop 9 saat ini hanya KA Pandanwangi saja. Sementara untuk KA Probowangi dan Tawang Alun, sejak awal Mei 2021 statusnya sudah bukan berupa kereta api aglomerasi lagi, melainkan berupa kereta api jarak jauh (KAJJ).
Saya tunggu responnya. Terima kasih.. Karsono Puguh (bicara) 1 September 2021 14.47 (UTC)
Sama sama dari map FDTS kok. Saya sudah cek juga piktogramnya ada ini Farhan Syafiq FadhillahBicara 1 September 2021 14.55 (UTC)
Ada kemungkinan pada saat penyusunan guide dari KAI yang menjadi rujukan FDTS merilis peta, TA dan Probo masih aglomerasi. Perihal ini saya belum bisa memastikan apakah ikon si TA dan PB bakal dipakai di situasi nyata. Sumberjaya2014 (bicara)
Simbol layanan
Halo, saya juga ingin menanyakan simbol transportasi yang Anda tambahkan. Mengapa Anda mengubah simbol untuk Jenggala dan Komuter? Simbol tersebut sesuai dengan peta FDTS di samping. Naufal Farrasbicara 2 September 2021 10.04 (UTC)
Tambahan: Jika Anda menggunakan simbol dari FDTS, apakah Anda punya peta terbaru yang mereka publikasikan? Naufal Farrasbicara 2 September 2021 10.06 (UTC)
Maaf baru menjawab. Saya benar mengacu ke peta terbaru versi 3 FDTS yang disebarkan melalui linktr(dot)ee(slash)tfsurabaya. Berhubung sumber menggunakan CC BY NC ND 4.0 saya tidak bisa distribusikan/upload peta tersebut. Dalam peta tersebut simbol KA Jenggala dan Komuter sudah seragam bentuk simbolnya dengan kereta api lokal lainnha, yaitu persegi dengan border dan fill sesuai warna lin, rounded corner serta huruf kode lin Sumberjaya2014 (bicara) 2 September 2021 13.01 (UTC)
Baik, terima kasih infonya. Peta disamping mungkin akan saya ganti. Naufal Farrasbicara 2 September 2021 14.32 (UTC)
Nordom Sihanouk
Bung Sumberjaya2014 mungkin bersedia untuk memperbaiki terjemahan artikel Norodom SihanoukWhat a joke (bicara) 11 Januari 2022 02.37 (UTC)
Baru saja saya lihat di KAI Access per 1 April 2022 reservasi untuk KA lokal area Surabaya telah menggunakan logo KAIC. Untuk logo sistem tersebut sebetulnya masih bisa diganti dengan tulisan layanan lokal/komuter. Link yang tertempel ke logo tsb adalah kereta komuter Jatim yang telah memiliki artikelnya tersendiri Sumberjaya2014 (bicara) 27 Maret 2022 16.04 (UTC)
Saya mengikuti preseden pada KA Lokal Merak yang masuk ke induk sistem KRL Jabodetabek. Sumberjaya2014 (bicara) 27 Maret 2022 16.06 (UTC)
Saat ini belum ada KRL di Surabaya (dan Bandung), jadi jangan mengasumsikannya melalui nama. Saran saya lebih baik diubah menjadi "Komuter Surabaya" atau tetap jadi satu dengan Layanan Lokal KAI sampai 1 April (tidak perlu terburu-buru). Naufal Farrasbicara 27 Maret 2022 16.06 (UTC)
Kalau sumbernya dari wayfinding Transport for Semarang di halte BRT, saran saya jangan jadi acuan karena belum resmi ada di petanya PT KAI. Farhan Syafiq FadhillahBicara 10 April 2022 14.26 (UTC)
Memang benar. Saya hanya mempermasalahkan penomorannya saja kok (khususnya warna layanan) Farhan Syafiq FadhillahBicara 11 April 2022 12.15 (UTC)
Titip
Halo, karena saya masih ada kesibukan lain, saya memberi titipan ini. Saya mulai mencoba melakukan patroli di artikel bertopik stasiun-stasiun LRT Jabodebek dan KCIC. Ada statement yang harus segera dihapus agar tidak dianggap hoax:
Kelas stasiun, oleh sang perintis artikel (yang notabene terduga siluman Indah Purwasari<nowiki>) disebutnya sebagai besar tipe A padahal klasifikasi stasiun hanya untuk stasiun heavy rail saja.
Ketinggian stasiun. Di lapangan sama sekali tidak mencantumkan ketinggian stasiun, dan hanya ada pada stasiun heavy rail juga.
Mungkin yang perlu saya titipkan ke kalian-kalian yang mau memperbaiki artikel tersebut. RaFaDa20631 (bicara) 20 April 2022 04.19 (UTC)
Untuk ketinggian stasiun sebenarnya meskipun tidak dicantumkan, namun tetap menjadi fakta geografis. Tentunya dengan merujuk dari sumber terpercaya. Saat ini saya hanya bisa temukan untuk LRT Jabodebek (di Kepmenhub KM 207/2019) Sumberjaya2014 (bicara) 20 April 2022 04.52 (UTC)
Perubahan Nama Halte Tebet BUMD
Saya melihat Anda baru memindahkan nama artikel untuk halte Tebet BUMD. Apakah sudah ada sumber resmi dan publik dari Transjakarta untuk perubahan nama halte tersebut menjadi Tebet Eco Park II?
Karena Anda hanya meletakkan sumber di ringkasan penyuntingan dan bukan di artikel, serta sumber tersebut kurang kredibel (terletak di grup private Facebook, saya pun tidak bisa membukanya karena bukan anggota).
Terima kasih. Mufti Nasution (bicara) 14 Agustus 2022 05.02 (UTC)
Koreksi: baru peta rute koridor 9 dan 9C, serta Peta Integrasi di header laman tersebut yang diupdate pihak Transjakarta. Sumberjaya2014 (bicara) 14 Agustus 2022 07.03 (UTC)
Konflik kepentingan
Halo, maaf mengganggu, apakah suntingan ini termasuk konflik kepentingan? Sepertinya mewakili BPTJ.
Cukup mencurigakan sih, tapi saya lebih curiga ke beberapa sumber yang diganti dari pihak ketiga ke BPTJ
Soalnya bisa jadi itu orang ngaku2 dari BPTJ. Sumberjaya2014 (bicara) 7 September 2022 10.54 (UTC)
Merintis artikel
Bung Sumberjaya2014, maaf merepotkan, tapi bisa minta tolong untuk membirukan pranala-pranala merah dari artikel Genosida Asiria dan Genosida Armenia berikut ini:
Soalnya saya sendiri sedang dikenai moratorium yang membuat saya dibatasi dalam hal pembuatan artikel --Glorious Engine (bicara) 30 Oktober 2022 06.40 (UTC)
Mengubah format
Selamat malam @Sumberjaya2014.bisa kah anda membantu saya untuk mengubah format RINT & Penomoran Stasiun Komuter untuk Ka Lokal Commuter Line (Wilayah 2 Bandung & Wilayah 8 Surabaya) sesuai dengan Akun Resmi KCI yang ini https://www.instagram.com/p/Cvg5XBnpyWD/?igshid=MTc4MmM1YmI2Ng==. Saya ingin merubah tapi takut menjadikan kacau dan saya belum mengerti terlalu banyak tentang hal tersebut. Atas perhatian saya ucapkan terima kasih dan selamat malam. Dygy12 (bicara) 12 Agustus 2023 15.01 (UTC)
Dari pantauan saya, tim medsos KCI kadang kurang koordinasi dengan signage di lapangan. Terlebih lagi sudah terpasang roundel model kapsul di beberapa stasiun seperti Bandung dan Kiaracondong. Mungkin di-hold dulu Sumberjaya2014 (bicara) 12 Agustus 2023 15.25 (UTC)
Baik lah. Terimakasih kasih atas jawabannya dan maaf mengganggu waktu nya Dygy12 (bicara) 12 Agustus 2023 15.27 (UTC)
Stasiun LRT Pancoran Bank BJB
Halo, apakah betul Bank BJB memenangkan hak penamaan Stasiun LRT Pancoran? Soalnya saya mencari referensi dari berita dan di media sosial, tidak ada yang menyebutkan hal tersebut saat ini. Salam. Enperfectify World (bicara) 8 Juni 2024 15.01 (UTC)
Mohon maaf, memang belum ada sumber pendukung untuk naming rights ini. Saya akan komen sementara sampai ada bukti benar Bank BJB mensponsori stasiun Pancoran Sumberjaya2014 (bicara) 8 Juni 2024 17.38 (UTC)
Selesai Sudah saya balikkan. Saran saya jangan menggayakan tulisan "Bank BJB"-nya untuk menjaga kenetralan di Wikipedia. Tulis "Bank BJB" alih-alih "bank bjb". Salam. Enperfectify World (bicara) 11 Juni 2024 06.18 (UTC)
CommuterLine Prameks Sampai Kebumen?
Anda baru saja menambahkan infobox kereta Prambanan ekspres di halaman Stasiun Kebumen. Apa informasi itu benar? Mohon sumbernya ya. Terima kasih Bagus Wicaksono 3 Januari 2025 04.42 (UTC) – komentar tanpa tanda tanganolehWicak80 (b • k).
Memang ada bocoran internal yang menyebar di grup2 RF, tapi saya masukkan dulu dan niatnya mau dikomen. Thanks sudah mengingatkan. Sumberjaya2014 (bicara) 3 Januari 2025 10.06 (UTC)
Bisa dijelaskan lebih detail bocoran mengenai kereta Prameks akan sampai Kebumen? Dan itu di grup railfans mana kah? Bagus Wicaksono 3 Januari 2025 13.37 (UTC)
Saya ingin mengingatkan bahwa beberapa templat penomoran stasiun yang Anda buat mengalami masalah pemformatan sehingga tampak berantakan. Untuk menghindari hal serupa lagi, saya menyarankan agar Anda mengikuti langkah-langkah berikut sebelum menerapkan perubahan secara langsung:
1. Buat bak pasir templat dan kasus uji templat terlebih dahulu untuk menguji hasil format yang diinginkan.
2. Jika hasil di bak pasir sudah memuaskan, segera diskusikan di halaman pembicaraan sebelum diterapkan secara luas.
Hal ini bertujuan agar templat tetap rapi dan sesuai dengan penomoran stasiun aslinya. Jika Anda belum terlalu familiar dengan pemformatan templat, sebaiknya lakukan uji coba terlebih dahulu atau berkonsultasi dengan pengguna lain yang lebih berpengalaman.
Terima kasih atas perhatiannya dan kontribusi Anda.
Terima kasih atas saran yang diberikan. Sumberjaya2014 (bicara) 26 Februari 2025 19.03 (UTC)
Mungkin dapat membantu?
Halo, Bung.
Jadi saya baru bereksperimen dengan infobox station untuk menggabungkan kotakinfo halte yang sudah beredar, sekaligus menyeragamkan dengan header terminal bus di Surabaya yang telah saya ubah; karenanya saya menambahkan Templat:Penomoran halte di Surabaya yang berdasarkan desain wayfinding FDTS di RSAL yang saya rasa belum lama dibuat.
Namun, ketika saya coba membuatnya berderetan (2 atau lebih) seperti pada Bak pasir ke-14 saya, entah mengapa namun deret kedua menjadi dominan daripada deret pertama dan ketiga. Mungkin bung bisa bantuk perbaiki permasalahan ini dengan mengecek dan memodifikasi CSS-nya?
Saya masih awam dalam mendesain templat seperti ini, namun saya bisa beritahu sedikit konsepnya:
Dugaan saya sepertinya ada di step 1 dan 2 yang saling beraugmentasi. Di modul adjacent stations, bagian style, sudah diatur line height 200%. Kemudian pada templat penomoran halte surabaya terdapat space di atas dan bawah penomoran. Alhasil pada saat diterapkan, jarak antar line menjadi dua kali lipat. Saat ini saya mau coba modifikasi templat penomoran halte (nomor 2), karena sepertinya dari beberapa modul adjacent stations yang lain seperti untuk lrt jabodebek dan mrt jakarta line heightnya juga 200%. Sumberjaya2014 (bicara) 23 Maret 2026 23.59 (UTC)