Pembantaian Kafr Qasim terjadi di desa Arab IsraelKafr Qasim yang terletak di Garis Hijau pada waktu itu, perbatasan de facto antara Israel dan Tepi Barat Yordania pada 29 Oktober 1956. Peristiwa tersebut dilakukan oleh Polisi Perbatasan Israel (Magav), yang membunuh para warga sipil Arab saat kembali dari jam malam, yang dilakukan sehari sebelumnya, pada malam perang Sinai, dimana mereka tak sadar.[1] Sebanyak 48 orang tewas, 19 diantaranya adalah laki-laki, 6 perempuan dan 23 anak-anak berusia 8–17. Sumber-sumber Arab biasanya menyebut angka 49, karena mereka meliputi anak yang belum lahir dari salah satu wanita.[2]
Shira Robinson, Local struggle, national struggle: Palestinian responses to the Kafr Qasim massacre and its aftermath, 1956–66, International Journal of Middle East Studies, vol 35 (2003), 393–416.
Robinson, Shira (2006). "Chapter 4: Commemorations under Fire: Palestinian Responses to the 1956 Kafr Qasim Massacre". Dalam Ussama Makdisi, Paul Silverstein (ed.). Memory and violence in the Middle East and North Africa. Indiana University Press. hlm.103–132. ISBN0-253-21798-9. Diakses tanggal 2016-03-18.
Leora Y. Bilsky, Transformative Justice: Israeli Identity on Trial (Law, Meaning, and Violence), University of Michigan Press, 2004, ISBN0-472-03037-X, pp.169–197, 310–324.