Pasukan Pertahanan: 3 Brigade (12.000 prajurit) Angkatan Darat Arab Suriah: 4 Brigade (15.000 prajurit) Total: Sekitar 30.000 prajurit
Kurang dari 2000 sukarelawan bersenjata
Korban
Sekitar 1.000
Perkiraan beragam dari 2.000 sampai 40.000.
Pembantaian Hama (bahasa Arab:مجزرة حماةcode: ar is deprecated ), atau Pemberontakan Hama, terjadi pada Februari 1982, saat Angkatan Darat Arab Suriah dan Pasukan Pertahanan, atas perintah presiden negara tersebut Hafez al-Assad, mengepung kota Hama selama 27 hari dalam rangka menekan pemberontakan oleh Ikhwanul Muslimin melawan pemerintahan al-Assad.[1][2]Pembantaian tersebut, yang dilakukan oleh Angkatan Darat Suriah di bawah komando Jenderal Rifaat al-Assad, secara efektif mengakhiri kampanye yang dimulai pada 1976 oleh kelompok Muslim Sunni, yang meliputi Ikhwanul Muslimin, melawan pemerintah.
Laporan diplomatik awal dari negara-negara Barat menyatakan bahwa 1.000 orang dibunuh.[3][4] Perkiraan pada masa berikutnya beragam, dari perkiraan rendah mengklaim bahwa sekitar 2.000 warga Suriah dibunuh,[5] sementara pihak lainnya menyebut angka 20.000 (Robert Fisk)[1] atau 40.000 (Komite Hak Asasi Manusia Suriah).[2][6] Sekitar 1.000 prajurit Suriah tewas dalam operasi tersebut, dan sebagian besar kota tua tersebut dihancurkan. Serangan tersebut disebut sebagai salah satu "tindakan paling mematikan oleh pemerintahan Arab manapun terhadap rakyatnya sendiri di Timur Tengah modern".[7] Menurut oposisi Suriah, sebagian besar korban adalah warga sipil.[8]
United States of America. Department of State, Bureau of Public Affairs. Background note: Syria.
Wright, Robin. 2008. Dreams and Shadows: the Future of the Middle East. Penguin.
Bacaan tambahan
Kathrin Nina Wiedl: The Hama Massacre – reasons, supporters of the rebellion, consequences. München 2007, ISBN978-3-638-71034-3.
The Economist (16 November 2000) Is Syria really changing?, London: 'Syria’s Islamist movement has recently shown signs of coming back to life, nearly 20 years after 30,000 people were brutally massacred in Hama in 1982' The Economist
Routledge (10 January 2000) Summary of the 10 January 2002, Roundtable on Militant Islamic Fundamentalism in the Twenty-First Century, Volume 24, Number 3 / 1 June 2002: Pages:187 – 205
Jack Donnelly (1988) Human Rights at the United Nations 1955–85: The Question of Bias, International Studies Quarterly, Vol. 32, No. 3 (Sep., 1988), pp. 275–303