Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Smolensk (Смоленская АЭСcode: ru is deprecated [pronunciationⓘ]) atau PLTN Smolensk adalah pembangkit listrik tenaga nuklir yang berlokasi di Oblast Smolensk, kota Desnogorsk, berjarak sekitar 100km dari Smolensk, 115km dari Bryansk dan 320km dari Moskow. PLTN Smolensk adalah pembangkit listrik terbesar dalam sistem energi terpadu Rusia di wilayah barat laut. PLTN Smolensk memiliki tampilan yang serupa dengan PLTN Chernobyl unit 3-4, karena keduanya sama-sama menggunakan reaktor RBMK generasi lanjut.
Konstruksi dan operasional
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Smolensk mulai dibangun pada akhir 1970-an, yang awalnya direncanakan akan dibangun dalam dua tahap, dimulai dari unit 1 pada 1975 dan unit 2 pada 1976. Unit ke-3 baru dibangun pada awal 1984, tetapi pembangunan unit ke-4 tahun 1986, tertunda karena adanya peristiwa bencana Chernobyl. Akhirnya, pembangunan unit ke-4 PLTN ini dibatalkan pada 1993. PLTN Smolensk yang ketiga reaktornya menggunakan reaktor berjenis RBMK-1000 ini mulai aktif periode 1982-1990, dengan kekritisan unit 1 (10 September 1982), unit 2 (9 April 1985) dan unit 3 (29 Desember 1989). Setelahnya, PLTN ini terhubung ke jaringan listrik.[4]
Reaktor RBMK yang digunakan di PLTN Smolensk, merupakan versi perbaikan dengan sejumlah sistem keselamatan yang diperbarui. Secara keseluruhan, PLTN Smolensk telah menghasilkan listrik setara 90 juta ton energi batu bara dan mencegah emisi kontaminan sebesar 6 juta ton ke udara, meskipun di sisi lain, PLTN tersebut menghasilkan berton-ton limbah nuklir yang tidak dapat dihindari.[5][6]
Sistem keselamatan dan dampak lingkungan
Seluruh unit pembangkit, telah dilengkapi dengan sistem tanggap darurat yang dapat mencegah pelepasan bahan radioaktif ke lingkungan, bahkan jika terjadi kecelakaan serius, seperti kerusakan pada pipa-pipa pada sirkuit pendingin reaktor. Sirkuit pendingin reaktor ditempatkan dalam kotak-kotak kedap udara yang diperkuat dengan beton, hingga mampu menahan tekanan sebesar 4.400 kilopascal (45kgf/cm2). Sistem tanggap darurat juga mencakup kondenser uap khusus dengan kapasitas 3,000 m^3. PLTN ini juga dilengkapi dengan sistem khusus yang akan menghilangkan panas, yang bersumber dari reaktor, bila terjadi kehilangan daya listrik total. Radiasi lingkungan dipantau melalui sistem subkendali, yang melakukan pemantauan sepanjang waktu dalam zona 30km di sekitar pembangkit, dengan sensor-sensor yang dipasang untuk mendeteksi tingkat radioaktivitas abnormal dalam air, tanah, tanaman dan hasil pertanian yang yang dikonsumsi penduduk setempat. Tujuan utama dari PLTN Smolensk adalah untuk mengurangi risiko dan insiden yang dapat berdampak negatif terhadap personel dan lingkungan. Pernyataan keamanan PLTN Smolensk yang menyatakan bahwa PLTN tersebut berupaya untuk menjadi pembangkit listrik Tenaga nuklir yang paling aman di Rusia.[7]
Reaktor-reaktor RBMK mulai dihentikan operasionalnya karena faktor usia, unit-unit tersebut akan digantikan reaktor berjenis VVER yang lebih modern. Tiga pembangkit listrik nuklir (Kursk I, Leningrad I dan Smolensk I) yang seluruhnya menggunakan lebih dari 3 reaktor RBMK, akan diganti menggunakan reaktor tipe VVER-1200 di Leningrad dan VVER-TOI di PLTN Kursk dan Smolensk (dari 4 unit diumumkan, 2 unit dalam tahap prakonstruksi yang direncanakan akan selesai pada 2033, dengan masing-masing unit berkapasitas 1,200 MW).[10] Ketiga reaktor RBMK yang ada tersebut, diperkirakan akan tetap beroperasi hingga reaktor yang baru mulai beroperasi.[11]