Pembagian dengan nolFungsi resiprokal dari y = 1x. Saat x mendekati nol dari sisi kanan, y cenderung menuju ke takhingga positif. Saat x mendekati nol dari sisi kiri, y cenderung menuju ke takhingga negatif.
Dalam matematika, pembagian dengan nol, pembagian di mana bilangan yang dibagi (penyebut atau denominator) adalah nol, merupakan kasus spesial yang bermasalah. Dengan menggunakan notasi pecahan, contoh umumnya dapat ditulis sebagai , di mana adalah pembilang atau numerator.
Definisi umum dari hasil bagi dalam aritmetika dasar adalah bilangan yang menghasilkan pembilang ketika dikali dengan penyebut. Artinya sama dengan . Dengan definisi ini, hasil bagi menjadi tidak masuk akal, karena hasil selalu menjadi dan bukannya bilangan lain seperti . Mengikuti aturan umum dari aljabar tingkat dasar dengan memperbolehkan pembagian dengan nol dapat menyebabkan kekeliruan dalam matematika, kesalahan kecil yang dapat menyebabkan hasil yang absurd. Untuk mencegah hal ini, aritmatika dengan bilangan riil dan struktur bilangan yang lebih umum yang disebut lapangan membiarkan pembagian dengan nol tidak terdefinisi, dan situasi di mana pembagian dengan nol dapat terjadi harus ditangani dengan hati-hati. Karena bilangan apa saja yang dikali dengan 0 adalah 0, maka pernyataan juga dianggap tidak terdefinisi.
Kalkulus mempelajari perilaku fungsi dalam limit ketika inputnya condong menghasilkan nilai tertentu. Ketika suatu fungsi riil dapat dinyatakan sebagai pecahan yang penyebutnya cenderung ke nol, hasil fungsi tersebut menjadi sangat besar, dan dikatakan "cenderung ke tak terhingga", salah satu bentuk singularitas matematika. Misalnya, fungsi kebalikan, cenderung menuju tak terhingga seiring condong menuju . Ketika pembilang dan penyebut sama-sama mendekati nol pada input yang sama, pernyataan tersebut dikatakan memiliki bentuk tak tentu, karena limit yang dihasilkan bergantung pada fungsi spesifik yang membentuk pecahan tersebut dan tidak dapat ditentukan dari limit masing-masing fungsi secara terpisah.
Sebagai alternatif dari konvensi umum dalam bekerja dengan lapangan seperti bilangan riil dan membiarkan pembagian dengan nol tidak terdefinisi, maka mendefinisikan hasil pembagian dengan nol dengan cara lain dapat dimungkinkan, menghasilkan sistem bilangan yang berbeda. Misalnya, hasil bagi bisa didefinisikan sama dengan titik eksplisit baru di tak terhingga, terkadang dilambangkan dengan simbol takhingga , atau dapat didefinisikan menghasilkan tak terhingga bertanda, dengan tanda positif atau negatif tergantung pada tanda pembilang. Dalam sistem bilangan ini, pembagian dengan nol bukan lagi pengecualian khusus, tetapi titik di takhingga melibatkan jenis perilaku pengecualian baru yang tersendiri.
Dalam komputer, kesalahan (galat atau error) dapat terjadi akibat upaya pembagian dengan nol. Tergantung pada konteks dan jenis data yang terlibat, pembagian dengan nol dapat menghasilkan tak terhingga positif atau negatif, mengembalikan nilai khusus yang bukan angka, menyebabkan programberhenti bekerja, atau kemungkinan lainnya. Beberapa pembukti teorema mendefinisikan hasil bagi sama dengan nol agar pembagian menjadi fungsi total.
Aritmatika dasar
Arti pembagian
Pembagian dapat secara konsep diinterpretasi dalam beberapa cara.[1]
Dalam pembagian hasil bagi, pembilang dapat dibayangkan terbagi menjadi potongan seukuran (penyebut), dan hasil bagi adalah jumlah bagian yang dihasilkan. Misalnya, bayangkan sepuluh lembar roti akan dibuat menjadi roti lapis (sandwich) yang masing-masing membutuhkan dua lembar roti. Maka, lima roti lapi dapat dibuat (atau jika ditulis secara matematika, ). Sekarang, bayangkan jika tidak ada satu lembar roti pun yang dibutuhkan untuk setiap sandwich (misalnya karena roti lapis tersebut dibungkus selada). Maka logikanya, banyak sekali roti lapis seperti itu dapat dibuat dari sepuluh lembar roti, karena keberadaan roti tidak lagi relevan atau dibutuhkan.[2]
Konsep pembagian semacam itu juga berlaku sama jika dihitung dengan pengurangan berulang: pembagian merupakan penghitungan berapa kali pembilang dikurangi oleh penyebut hingga pembilang habis. Karena pengurangan dengan nol tidak akan pernah menghabiskan pembilang, menghitung pembagian dengan nol dengan cara ini menghasilkan pengurangan yang tidak pernah berakhir.[3]Algoritma pembagian dengan nol yang takterhingga seperti itu dapat diunjukkan oleh beberapa kalkulator mekanik.[4]
Dalam pembagian partitif, pembilang dibayangkan terbagi menjadi bagian, dan hasil bagi adalah hasil dari masing-masing bagian. Misalnya, bayangkan sepuluh kue akan dibagi di antara dua teman. Setiap teman akan menerima lima kue (). Bayangkan jika sepuluh kue tersebut dibagi kepada nol teman. Berapa banyak kue yang akan diterima setiap teman? Karena tidak ada teman, ini adalah suatu hal yang tidak masuk akal.[5]
Dalam pemaknaan lain, hasil bagi melambangkan rasio.[6] Misalnya, suatu resep kue mungkin membutuhkan sepuluh sendok tepung dan dua sendok gula, yang dilambangkan dalam rasio atau setara dengan . Untuk menyesuaikan resep yang sama untuk membuat jumlah kue yang lebih banyak atau lebih sedikit, rasio tepung dan gula yang setara dapat dipertahankan, misalnya satu sendok tepung dan seperlima sendok gula, atau lima puluh sendok tepung dan sepuluh sendok gula.[7] Sekarang bayangkan resep kue bebas gula yang membutuhkan sepuluh cangkir tepung dan nol cangkir gula. Rasio atau setara dengan sangat masuk akal[8] karena rasio tersebut hanya berarti bahwa kue tersebut tidak mengandung gula. Namun, pertanyaan "Berapa bagian tepung untuk setiap bagian gula?" masih belum memiliki jawaban dalam bilangan yang bermakna.
Kebalikan dari perkalian
Pembagian pada dasarnya adalah pembalikan dari perkalian, yang artinya mengali dan kemudian membagi dengan nilai bukan nol yang sama ataupun sebaliknya, akan menghasilkan nilai yang sama; contohnya .[9] Maka soal pembagian seperti "berapakah 6 dibagi 3?" dapat dijawab dengan menulisnya ulang sebagai persamaan yang ekuivalen dengan melibatkan perkalian, "bilangan berapa yang dikali 3 sama dengan 6?", dan mencari nilai yang benar untuk tiap pernyataan. Soal tersebut dapat ditulis dalam simbol atau secara ekuivalen , di mana melambangkan nilai yang sama dalam tiap persamaan; dalam hal ini nilai tersebut diketahui sebagai , karena , sehingga .[10]
Soal sejenis yang melibatkan pembagian dengan nol, , mengharuskan penjawabnya menentukan nilai yang dapat memenuhi persamaan . Namun, setiap angka yang dikalikan dengan nol hasilnya sama dengan nol, bukan enam, sehingga tidak ada angka yang dapat menggantikan untuk membuat persamaan yang benar.[11]
Ketika soal diganti menjadi , pernyataan yang ekuivalen dalam perkalian menjadi ; dalam hal ini nilai berapa pun dapat menggantikan tanda tanya untuk menghasilkan persamaan yang benar, sehingga tidak ada satu bilangan yang dapat menjawab hasil bagi .
Karena kerumitan semacam ini, hasil bagi di mana penyebutnya sama dengan nol biasanya dianggap sebagai tidak terdefinisi, dan pembagian dengan nol tidak diizinkan.[12][13]
Salah satu alasan kuat untuk tidak mengizinkan pembagian dengan nol adalah karena mengizinkannya akan menyebabkan kesesatan.
Dengan menggunakan angka, mudah untuk mengenali pembagian dengan nol yang ilegal. Misalkan:
From dan seseorang dapat membuat . Mencoret dari kedua sisi menghasilkan , sebuah persamaan yang salah.
Kesesatan di sini muncul dari asumsi bahwa boleh untuk mencoret sama seperti bilangan lain, di mana sesungguhnya melakukan hal tersebut merupakan bentuk lain dari pembagian dengan .
Dengan aljabar, seseorang dapat menyamarkan pembagian dengan nol[14] untuk menghasilkan persamaan yang tidak sah. Contoh:[15]
Anggap saja . Kalikan kedua sisi dengan untuk mendapat . Kurangi di tiap sisi untuk mendapat Sisi kanan dapat difaktorkan, Membagi kedua sisi dengan akan menghasilkan Mengganti akan menghasilkan
Ini pada dasarnya penghitungan yang salah sama seperti perhitungan sebelumnya, namun pembagian dengan nol disamarkan karena kita menulis sebagai .
↑Kochenburger, Ralph J.; Turcio, Carolyn J. (1974), Computers in Modern Society, Santa Barbara: Hamilton, Some other operations, including division, can also be performed by the desk calculator (but don't try to divide by zero; the calculator never will stop trying to divide until stopped manually). Untuk video yang mendemonstrasikannya, lihat: What happens when you divide by zero on a mechanical calculator? (dalam bahasa Inggris), 7 March 2021, diakses tanggal 2024-01-06– via YouTube
↑Zazkis & Liljedahl 2009, hlm.53–54, memberi contoh bagaimana pewaris takhta membagi rata warisannya sebanyak 12 permata, dan bertanya apa yang akan terjadi jika semua pewaris takhta mati sebelum wasiat raja dapat dijalankan.
↑Lo, Jane-Jane; Watanabe, Tad; Cai, Jinfa (2004), "Developing Ratio Concepts: An Asian Perspective", Mathematics Teaching in the Middle School, 9 (7): 362–367, doi:10.5951/MTMS.9.7.0362, JSTOR41181943
↑Clark, Matthew R.; Berenson, Sarah B.; Cavey, Laurie O. (2003), "A comparison of ratios and fractions and their roles as tools in proportional reasoning", The Journal of Mathematical Behavior, 22 (3): 297–317, doi:10.1016/S0732-3123(03)00023-3