Pegunungan San Ysidro merupakan gugusan pegunungan di selatan County San Diego, California, dan Baja California, Meksiko. Kawasan ini membentuk jajaran perbukitan pesisir yang terjal dalam sistem Pegunungan Peninsular. Puncak pentingnya meliputi Otay Mountain yang menjadi titik tertinggi dan Cerro San Isidro yang membentuk bagian selatan jajaran tersebut di sisi Meksiko. Sebagian besar di wilayah areanya berada dalam kawasan Otay Mountain Wilderness di Amerika Serikat.[1]
Geografi
Pegunungan San Ysidro berjarak sekitar 21 hingga 34 kilometer dari Samudra Pasifik. Jajaran ini menjulang dari dataran pesisir San Diego dan Tijuana dan mencapai ketinggian maksimum 1.088 meter di puncak Otay Mountain. Di sisi barat terdapat Lower Otay Lake dan Otay Mesa, serta fasilitas pemasyarakatan Richard J. Donovan beserta beberapa pusat penahanan dan properti aparat penegak hukum di lereng barat daya. Di sisi timur, Mine Canyon dan Marron Valley memisahkan Pegunungan San Ysidro dari Tecate Peak atau Kuuchamaa.[2][3]
Cerro San Isidro
Cerro San Isidro berada di wilayah Tijuana dan terpisah dari jajaran utama oleh pagar perbatasan dan Sungai Alamar. Bagian ini membentuk sisi selatan pegunungan. Puncaknya mencapai sekitar 840 meter dan menjadi habitat bagi banyak spesies tumbuhan endemik dan langka yang juga ditemukan di Otay Mountain. Permukiman Valle Imperial di Tijuana membentang di lereng barat bukit ini.[4]
Pada 31 Desember 2014, peristiwa salju langka terjadi menyelimuti Cerro San Isidro setelah suhu turun hingga 4 derajat Celsius.[5]
Ekologi
Vegetasi asli Pegunungan San Ysidro mencakup semak belukar pesisir khas ecoregion semak sabana pesisir dan chaparral California di bagian barat serta tumbuhan khas ecoregion chaparral dan hutan pegunungan California di bagian pedalaman. Kawasan ini menjadi salah satu lokasi keberadaan pohon langka Tecate Cypress atau Cupressus forbesii. Dahulu spesies ini tersebar luas di elevasi tinggi dan di ngarai. Kebakaran hutan pada 2003 dan 2007 menghilangkan tutupan vegetasi hidup di kawasan tersebut. Cupressus forbesii membutuhkan siklus kebakaran untuk beregenerasi dan terdapat beberapa bukti pertumbuhan kembali.