Pasukan operasi khusus Korea Utara telah eksis sejak akhir tahun 1968 ketika komando maritim mereka melakukan aksi Pendaratan Uljin–Samcheok yang gagal terhadap Korea Selatan.[4]
Misi utama dari Pasukan Operasi Khusus Tentara Rakyat Korea adalah untuk menembus pertahanan garis tetap milik Korea Selatan, menciptakan "front kedua" di wilayah belakang musuh, serta melakukan pengintaian strategis dan medan tempur.[10][11] Aksi-aksi ini terkadang dilakukan dengan menyamar sebagai tentara Korea Selatan.[12]
KPASOF juga menjalankan operasi militer, politik, hingga Perang psikologis.
Menurut laporan Kantor Berita Yonhap, KPASOF juga bertugas untuk menangkal upaya Amerika Serikat dan Korea Selatan yang ingin mengakhiri kekuasaan Kim Jong-un.[13][14][15]
Organisasi
Brigade Pengintai
KPASOF merupakan bagian dari lini pertahanan intelijen darat Tentara Rakyat Korea.[16] Selain itu, unit-unit di dalam brigade ini juga bertugas menjalankan operasi upaya pembunuhan.[16]
Pasukan Lintas Udara
Pesawat angkut Antonov An-2 digunakan untuk melakukan infiltrasi udara.[16] Pesawat jenis ini juga dapat membawa bom tak berpandu dan roket untuk melakukan serangan malam hari.[17]
Pasukan Khusus Maritim (Maritime SOF)
Estimasi Angkatan Darat AS pada tahun 1998 memperkirakan bahwa Korea Utara mampu mengirimkan lebih dari 7.000 personel pasukan khusus ke setiap garis pantai Korea Selatan.[18]
Berdasarkan jumlah kapal yang tersedia untuk pasukan khusus Tentara Rakyat Korea, mereka sanggup memobilisasi 5.000 prajurit ini dalam satu kali angkut (menggunakan sekitar 102 armada kapal amfibi).[16]
Ketika sudah mendarat di pantai, pasukan khusus ini diharapkan dapat menyusup melalui medan berat Korea Selatan untuk menyerang area belakang musuh tepat sebelum dan selama pecahnya kembali bentrokan bersenjata di antara kedua negara.[16]
Angkatan Laut Korea Utara memiliki 24 kapal selam diesel elektrik kelas Romeo,[16] serta kapal selam kelas Sang-O yang telah dimodifikasi khusus untuk infiltrasi pantai. Terakhir, Angkatan Laut Korea Utara setidaknya mengoperasikan 45 kapal selam cebol guna menyusupkan tim beranggotakan dua hingga lima orang ke dalam wilayah Korea Selatan.[19]
Salinan AK-74, dipasangkan dengan popor lipat atas dan magasin heliks bergulung[23] Mulai didistribusikan secara masif ke unit-unit pasukan khusus (SOF).[24]
↑"2016 Defense White Paper"(PDF). Ministry of National Defense (dalam bahasa English). hlm.29. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 19 October 2021. Diakses tanggal 25 April 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Bolger, Daniel P., "Scenes from an Unfinished War: Low Intensity Conflict in Korea, 1966–1969", Leavenworth Papers No. 19, Combat Studies Institute, U.S. Army Command and General Staff College, Ft. Leavenworth, Kansas, p. 86
↑Military Review, "Solving Threat SOF Challenges", MarApr 98, General John H. Tilelli Jr., U.S. Army, and Lieutenant Colonel William P. Gerhardt, U.S. Army