Pasty, atau lebih dikenal sebagai Cornish pasty,[1] adalah sejenis kue panggang berbentuk lipatan yang berasal dari Inggris, khususnya Cornwall, meskipun kemudian menyebar ke seluruh Kepulauan Inggris dan wilayah lain melalui diaspora Cornish.[2] Hidangan ini terdiri dari isian yang umumnya daging dan sayuran yang dipanggang di dalam adonan shortcrust yang dilipat dan dijepit rapi.[3]
Cornish pasty tradisional, yang sejak 2011 memiliki status Protected Geographical Indication (PGI) di Eropa, berisi daging sapi, kentang iris atau potong dadu, lobak kuning (swede atau rutabaga, yang di Cornwall disebut turnip), dan bawang, dibumbui garam dan merica sebelum dipanggang.[4] Saat ini, pasty menjadi hidangan yang paling identik dengan Cornwall, menyumbang sekitar 6% dari ekonomi pangan daerah tersebut. Variasi isian lain juga umum ditemukan, dan beberapa toko khusus menjual berbagai jenis pasty.
Sejarah
Meskipun pasty modern sangat terkait dengan Cornwall, asal-usulnya tidak sepenuhnya jelas. Kata bahasa Inggris pasty berasal dari bahasa Perancis Kuno (paste dari V.Lat. pasta) yang merujuk pada pai berisi daging rusa, salmon, atau daging lain, sayuran, atau keju, yang dipanggang tanpa wadah.[5] Referensi awal mencakup resep pada Le Ménagier de Paris tahun 1393, serta dokumen abad ke-13 yang menyebutkan pembuatan pasty di Inggris. Catatan Plymouth tahun 1509/10 mencatat pembayaran untuk pembuat pasty, menunjukkan keberadaan hidangan ini di Devon dan Cornwall sejak awal abad ke-16.[6]
Pada awalnya, pasty dikonsumsi oleh kalangan kaya dan bahkan bangsawan, seperti tercatat dalam surat kepada Jane Seymour, istri Henry VIII, dan dalam buku harian Samuel Pepys pada abad ke-17.[7] Namun, pada abad ke-17 dan ke-18, pasty menjadi populer di kalangan pekerja di Cornwall dan barat Devon, terutama para penambang timah.[8] Bentuk pasty yang padat dan lipatan tepinya membuat hidangan ini mudah dibawa, tetap hangat selama beberapa jam, dan bisa dimakan tanpa alat makan.
Teori populer menyebutkan bahwa tepi tebal pasty dijepit untuk dipegang oleh penambang, sehingga tangan kotor tidak menyentuh bagian isi. Beberapa foto lama menunjukkan pasty dimakan dari ujung ke ujung, dibungkus kertas atau kain muslin, sesuai dengan resep Cornish klasik tahun 1929. Teori lain menyebutkan bahwa satu ujung pasty ditandai dengan inisial pemilik agar hidangan yang tersisa bisa dikenali dan dikonsumsi kemudian.
Cornish pasty kini menjadi simbol kuliner tradisional Cornwall, dikenal secara luas di Inggris dan dunia, dengan berbagai variasi yang mengikuti penyebaran budaya Cornish.[9]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.