Pasoepati adalah kelompok suporter sepak bola yang mendukung klub Persis Solo yang berbasis di Surakarta. Komunitas suporter ini dikenal sebagai salah satu kelompok pendukung sepak bola terbesar di Indonesia dan memiliki peran penting dalam membangun budaya dukungan terhadap Persis Solo baik di dalam maupun di luar stadion.[1]
Arti nama
Pasoepati merupakan akronim yang awalnya berarti "Pasukan Suporter Pelita Sejati". Nama ini digunakan ketika kelompok suporter tersebut pertama kali dibentuk pada tahun 2000 untuk mendukung klub Pelita Jaya yang sempat bermarkas di Surakarta.
Setelah klub tersebut tidak lagi berkandang di Solo, makna nama Pasoepati kemudian diubah menjadi "Pasukan Suporter Paling Sejati". Perubahan makna ini mencerminkan identitas komunitas suporter yang tidak lagi terikat pada satu klub tertentu pada masa awalnya, hingga akhirnya dikenal sebagai pendukung utama Persis Solo.[2]
Sejarah
Pasoepati didirikan pada 9 Februari 2000 oleh Mayor Haristanto. Pembentukan kelompok ini berawal dari meningkatnya antusiasme masyarakat Surakarta terhadap sepak bola setelah Pelita Jaya memindahkan kandangnya ke Stadion Manahan.
Pada periode awal, Pasoepati menjadi organisasi suporter yang cukup terstruktur dan dikenal luas di kota Solo. Setelah Pelita tidak lagi bermarkas di Solo pada 2002, Pasoepati sempat memberikan dukungan kepada klub lain yang bermain di kota tersebut, yaitu Persijatim Solo FC.
Ketika klub tersebut juga meninggalkan Solo pada 2004, Pasoepati kemudian mengalihkan dukungannya kepada Persis Solo, klub sepak bola asli kota tersebut. Sejak saat itu Pasoepati identik sebagai kelompok suporter utama Persis Solo dan aktif mendukung tim dalam berbagai kompetisi nasional.
Dalam perkembangannya, Pasoepati dikenal sebagai salah satu kelompok suporter yang berpengaruh di Indonesia, baik melalui kreativitas dukungan di stadion maupun melalui jaringan komunitas yang tersebar di berbagai daerah.[3]
Mars
Pasoepati memiliki anthem atau mars yang dinyanyikan oleh para suporter ketika mendukung Persis Solo di stadion. Lagu-lagu tersebut biasanya dinyanyikan secara kolektif di tribun sebagai bentuk dukungan moral kepada tim. Anthem yang sering dinyanyikan adalah "Satu Jiwa" ciptaan he Working Class Symphony untuk Persis Solo.
Rivalitas
Sebagai kelompok suporter Persis Solo, Pasoepati memiliki rivalitas dengan beberapa kelompok suporter klub lain di Indonesia. Rivalitas yang paling dikenal adalah dengan suporter dari PSIM Yogyakarta, yaitu kelompok Brajamusti dan The Maident. Rivalitas ini dipengaruhi oleh kedekatan geografis antara Surakarta dan Yogyakarta serta sejarah panjang persaingan kedua klub di berbagai kompetisi sepak bola Indonesia.
Selain itu, dinamika rivalitas juga muncul dalam beberapa pertandingan melawan klub-klub lain di Jawa Tengah dan sekitarnya, meskipun intensitasnya berbeda-beda tergantung situasi kompetisi dan hubungan antar kelompok suporter.
Selain rivalitas dengan klub dari Yogyakarta, Pasoepati juga memiliki rivalitas dengan pendukung PSIS Semarang. Rivalitas ini berakar dari persaingan antara Persis Solo dan PSIS Semarang yang sama-sama berasal dari wilayah Jawa Tengah serta memiliki sejarah panjang dalam kompetisi sepak bola nasional.
Pertemuan antara Persis Solo dan PSIS sering menghadirkan atmosfer pertandingan yang intens, baik di Stadion Manahan maupun di kandang PSIS di Semarang. Dalam konteks suporter, rivalitas Pasoepati dengan kelompok suporter PSIS seperti Panser Biru dan Snex berkembang seiring meningkatnya tensi pertandingan kedua klub.
Meskipun dikenal sebagai rivalitas yang kuat dalam sepak bola Jawa Tengah, pada berbagai kesempatan juga muncul upaya dari berbagai pihak termasuk komunitas suporter untuk menjaga rivalitas tersebut tetap berada dalam batas sportivitas serta mendukung terciptanya iklim sepak bola yang lebih aman dan kondusif.
Peran dalam Sepak Bola Indonesia
Dalam dinamika sepak bola nasional, Pasoepati sering disebut sebagai salah satu kelompok suporter yang berpengaruh. Mereka berperan dalam menjaga eksistensi dan semangat dukungan terhadap Persis Solo, termasuk pada masa-masa ketika klub mengalami tantangan di kompetisi.
Pasoepati pernah membuat koreografi spektakuler pada 6 September 2016 saat mendukung Timnas Indonesia di Stadion Manahan, Solo. Salah satu aksi ikonik yang memukau adalah koreo 2-in-1 yang mengubah bendera merah putih menjadi bendera Palestina, menciptakan efek hologram raksasa yang mendapat apresiasi luas.
Galeri
Koreografi ikonik yang dilakukan Pasoepati pada tahun 2014 dengan judul "Bring Back Our Victory" saat mendukung Persis Solo