Pasar 17 Agustus adalah pasar tradisional yang terletak di Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Pasar ini juga dikenal sebagai Pasar Batik 17 Agustus dan menjadi salah satu pusat perdagangan penting di Kota Pamekasan.[1]
Sejarah
Pasar ini dibangun sejak tahun 1985 dengan luas lahan sekitar 32.308 meter persegi dan luas bangunan sekitar 21.000 meter persegi. Dahulu, pasar ini dikenal sebagai Pasar Bârâ' atau Pasar Barat sebelum berkembang menjadi pusat perdagangan batik tulis tradisional. Hari pasaran utama di pasar ini adalah Kamis dan Minggu, meskipun beberapa pedagang tetap berjualan setiap hari. Pada tahun 2019, Pasar 17 Agustus ditetapkan sebagai Pasar Batik Tulis Tradisional dan menjadi salah satu ikon batik Pamekasan.
Fasilitas dan Struktur Pedagang
Pasar 17 Agustus menampung pedagang dari berbagai komoditas seperti sembako, sayuran, kain batik, alat rumah tangga, serta produk peternakan. Jenis tempat berjualan di pasar ini meliputi toko, los, kios, dan lapak. Pengelolaan pasar berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan, dan revitalisasi pasar telah direncanakan untuk meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pembeli[2].
Sistem Retribusi
Pemerintah Kabupaten Pamekasan menerapkan sistem pembayaran retribusi elektronik untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan pendapatan pasar.[3] Beberapa pedagang telah berpindah ke sistem ini sehingga pembayaran retribusi langsung tercatat dan masuk ke kas daerah.[4]
Peran Ekonomi dan Sosial
Pasar 17 Agustus memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku UMKM dan pedagang batik. Pemerintah daerah juga memanfaatkan pasar ini sebagai lokasi kegiatan sosial seperti operasi pasar murah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Upaya peningkatan fasilitas dilakukan secara berkala untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.[5]
Pariwisata dan Budaya
Sebagai pusat perdagangan batik, Pasar 17 Agustus menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Pamekasan.[6] Pasar ini dikenal luas oleh wisatawan lokal maupun mancanegara karena menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan batik tulis Madura.[7]