Kendali orang tuaTimeKpr, aplikasi Linux yang mengendalikan berapa lama komputer dapat digunakan per hari.
Kendali orang tua atau kontrol orang tua (bahasa Inggris:parental controlscode: en is deprecated ) adalah fitur yang dapat disertakan dalam layanan televisi digital, komputer dan permainan video, perangkat ginerak, serta perangkat lunak untuk memungkinkan orang tua membatasi konten tertentu yang dapat dilihat oleh anak-anak mereka.[1] Konten ini dapat berupa konten yang mereka anggap tidak pantas bagi usia atau tingkat kematangan anak, atau yang dirasa lebih ditujukan kepada audiens dewasa.[2] Kendali orang tua secara umum terbagi ke dalam empat kategori: filter konten, yang membatasi akses ke konten yang tidak sesuai usia; kendali penggunaan, yang membatasi penggunaan perangkat-perangkat tersebut seperti dengan menetapkan batas waktu penggunaan atau melarang jenis penggunaan tertentu; alat pengelolaan penggunaan komputer, yang menegakkan penggunaan perangkat lunak tertentu; serta pemantauan, yang dapat melacak lokasi dan aktivitas saat perangkat digunakan.[3]
Filter konten merupakan jenis kendali orang tua pertama yang populer untuk membatasi akses ke konten internet. Stasiun televisi juga mulai memperkenalkan teknologi V-Chip untuk membatasi akses ke konten televisi. Kendali penggunaan modern mampu membatasi berbagai konten eksplisit seperti lagu dan film eksplisit. Kendali ini juga dapat mematikan perangkat pada waktu tertentu dalam sehari, membatasi keluaran volume perangkat, dan dengan teknologi GPS yang semakin terjangkau, kini memungkinkan untuk dengan mudah melacak lokasi perangkat seperti telepon seluler. UNICEF menekankan tanggung jawab orang tua dan guru dalam peran ini.[4]
Permintaan terhadap metode kendali orang tua yang membatasi konten telah meningkat selama beberapa dekade seiring dengan semakin luasnya ketersediaan internet. Sebuah survei ICM pada tahun 2014 menunjukkan bahwa hampir seperempat orang di bawah usia 12 tahun pernah terpapar pornografi daring.[5] Pembatasan sangat membantu terutama dalam kasus ketika anak-anak terpapar konten yang tidak pantas secara tidak sengaja. Pemantauan dapat efektif untuk mengurangi tindakan perundungan siber di internet.[6][7] Belum jelas apakah kendali orang tua akan memengaruhi pelecehan daring pada anak-anak, karena masih sedikit yang diketahui tentang peran keluarga dalam melindungi anak-anak dari pengalaman daring yang tidak diinginkan.[8] Secara psikologis, perundungan siber dapat lebih berbahaya bagi korban dibandingkan perundungan tradisional.[9] Studi yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa sekitar 75% remaja pernah mengalami perundungan siber.[10][11] Kurangnya kendali orang tua di dalam rumah tangga dapat memungkinkan anak-anak terlibat dalam perundungan siber atau menjadi korban perundungan siber.[12][13]
Gambaran
Kendali perilaku terdiri atas kendali jumlah waktu yang dihabiskan seorang anak secara daring, atau seberapa banyak konten yang dapat dilihat anak tersebut. Kendali psikologis melibatkan upaya orang tua untuk memengaruhi perilaku anak-anak.[14]
Terdapat beberapa teknik untuk membuat kendali orang tua guna memblokir situs web. Perangkat lunak kendali orang tua tambahan dapat memantau API untuk mengamati aplikasi seperti peramban web atau aplikasi percakapan internet dan melakukan intervensi berdasarkan kriteria tertentu, seperti kecocokan dengan basis data kata-kata terlarang. Hampir semua perangkat lunak kendali orang tua menyertakan kata sandi atau bentuk autentikasi lain untuk mencegah pengguna yang tidak berwenang menonaktifkannya.
Teknik yang melibatkan peladen proksi juga digunakan.[15] Sebuah peramban web diatur untuk mengirimkan permintaan konten web ke peladen proksi alih-alih langsung ke peladen web yang dituju. Peladen proksi kemudian mengambil halaman web dari peladen atas nama peramban dan meneruskan kontennya ke peramban. Peladen proksi dapat memeriksa data yang dikirim dan diterima serta melakukan intervensi berdasarkan berbagai kriteria yang berkaitan dengan konten halaman atau URL yang diminta, misalnya dengan menggunakan pangkalan data kata-kata terlarang atau URL terlarang. Kelemahan utama metode proksi adalah bahwa metode ini mengharuskan aplikasi klien dikonfigurasi untuk menggunakan proksi, dan jika pengguna dapat mengonfigurasi ulang aplikasi untuk mengakses internet secara langsung tanpa melalui proksi, maka kendali ini mudah dilewati. Peladen proksi itu sendiri juga dapat digunakan untuk mengakali kendali orang tua. Terdapat teknik lain yang digunakan untuk melewati kendali orang tua.
Metode pengelolaan penggunaan komputer, tidak seperti penyaring konten, berfokus pada pemberdayaan orang tua untuk menyeimbangkan lingkungan komputasi bagi anak dengan mengatur permainan. Gagasan utama dari aplikasi ini adalah memungkinkan orang tua memasukkan komponen pembelajaran ke dalam waktu penggunaan komputer anak, di mana anak harus memperoleh waktu bermain dengan menyelesaikan konten edukatif.
Perangkat kendali orang tua berbasis jaringan telah dikembangkan yang berfungsi sebagai perute tembok api dengan menggunakan metode penyaringan paket, DNS response policy zone (RPZ), dan deep packet inspection (DPI) untuk memblokir konten web yang tidak pantas. Metode-metode ini telah digunakan dalam jaringan komunikasi komersial dan pemerintahan. Bentuk lain dari perangkat ini yang dibuat untuk jaringan rumah juga telah dikembangkan. Perangkat tersebut disambungkan ke perute rumah dan membuat jaringan nirkabel baru yang secara khusus dirancang agar anak-anak dapat terhubung.[16]
Kendali orang tua pada perangkat seluler
Peningkatan penggunaan perangkat seluler dengan peramban web berfitur lengkap dan aplikasi yang dapat diunduh telah menciptakan kebutuhan akan kendali orang tua pada perangkat tersebut. Beberapa contoh perangkat seluler yang memiliki kendali orang tua meliputi telepon seluler, tablet, dan pembaca buku elektronik. Pada November 2007, Verizon menjadi operator pertama yang menawarkan penyaring konten sesuai usia sekaligus yang pertama menawarkan penyaring konten umum, dengan menyadari bahwa perangkat seluler digunakan untuk mengakses berbagai jenis konten, mulai dari film dan musik hingga program kode pendek dan situs web. Pada Juni 2009, dalam iPhone OS 3.0, Apple menjadi perusahaan pertama yang menyediakan mekanisme bawaan pada perangkat seluler untuk membuat kelompok usia bagi pengguna yang akan memblokir aplikasi yang tidak diinginkan agar tidak dapat diunduh ke perangkat. Pada tahun-tahun berikutnya, pengembang dari semua sistem operasi utama telah menghadirkan alat kendali orang tua bawaan, termasuk Linux,[17] Android, Windows, dan bahkan platform yang lebih berorientasi bisnis seperti Blackberry.[18] Terdapat pula aplikasi yang memungkinkan orang tua memantau percakapan waktu nyata pada ponsel anak mereka melalui akses ke pesan teks, riwayat peramban, dan riwayat aplikasi. Salah satu contohnya merupakan Trend Micro[19] yang tidak hanya menawarkan perlindungan dari virus, tetapi juga menyediakan kendali orang tua untuk ponsel dan tablet dari hampir semua merek, seperti Apple atau Android. Sebagian besar aplikasi ini menawarkan kemampuan untuk menambahkan fitur tambahan pada kendali orang tua. Aplikasi-aplikasi tersebut memiliki fitur yang sudah dimiliki perangkat seluler, namun dilengkapi dengan fitur tambahan seperti kemampuan memantau dan menyaring pesan teks/panggilan, perlindungan saat menjelajah web, serta penolakan akses ke situs web tertentu. Aplikasi semacam ini telah menciptakan persaingan yang semakin meningkat di pasarnya.[20]
Perangkat lunak pada perangkat seluler memungkinkan orang tua untuk membatasi aplikasi apa saja yang dapat diakses oleh anak mereka, sekaligus memungkinkan orang tua memantau pesan teks, log panggilan, gambar MMS, dan transaksi lain yang terjadi pada perangkat seluler anak mereka; memungkinkan orang tua menetapkan batas waktu penggunaan perangkat seluler; serta melacak lokasi anak secara tepat dan memantau panggilan serta isi pesan teks. Perangkat lunak ini juga memungkinkan orang tua memantau akun media sosial. Orang tua dapat melihat unggahan, gambar, dan setiap interaksi secara waktu nyata. Fungsi lain dari perangkat lunak ini adalah melacak tindakan perundungan.[21]
Sebagian besar penyedia layanan internet menawarkan opsi penyaringan tanpa biaya untuk membatasi pilihan penjelajahan internet dan memblokir konten yang tidak sesuai. Penerapan kendali orang tua serta diskusi mengenai keselamatan internet merupakan langkah yang berguna untuk melindungi anak dari informasi yang tidak pantas.[22]
Meskipun kendali orang tua dapat melindungi anak, hal tersebut juga disertai beberapa faktor negatif. Kecemasan anak dapat meningkat akibat kendali orang tua.[23] Dalam kasus ekstrem, seorang anak dapat menjadi begitu marah hingga merusak perangkatnya, sehingga tujuan kendali orang tua menjadi sepenuhnya tidak tercapai. Dalam kondisi tersebut, mungkin lebih baik untuk tidak memasang kendali orang tua.
Mengelak kendali orang tua
Apabila perangkat lunak penyaringan ditempatkan secara lokal di dalam komputer, seluruh perangkat lunak internet dapat dengan mudah dilewati dengan memulai komputer tersebut dari media alternatif, menggunakan sistem operasi alternatif atau (pada Windows) dalam Mode Aman. Namun, bila BIOS komputer dikonfigurasi untuk tidak mengizinkan pemuatan dari media lepasan, dan jika perubahan pada BIOS dilarang tanpa autentikasi yang semestinya, maka pemuatan ke sistem operasi alternatif tidak tersedia tanpa mengakali keamanan BIOS dengan cara membongkar sebagian komputer dan mengatur ulang konfigurasi BIOS menggunakan tombol atau jumper, atau dengan melepas dan mengganti baterai sel kancing internal.[24]
Penggunaan peladen proksi eksternal atau peladen lain. Pengguna mengirimkan permintaan ke peladen eksternal yang mengambil konten atas nama pengguna. Dalam kondisi ini, perangkat lunak penyaringan mungkin tidak pernah dapat mengetahui URL apa yang diakses pengguna, karena seluruh komunikasi dilakukan dengan satu peladen eksternal tersebut dan perangkat lunak penyaringan tidak pernah melihat komunikasi apa pun dengan peladen web asal konten sebenarnya. Untuk mengatasi hal ini, perangkat lunak penyaringan juga dapat memblokir akses ke proksi yang populer. Selain itu, sistem penyaringan yang hanya mengizinkan akses ke sekumpulan URL yang diperbolehkan (whitelisting) tidak akan mengizinkan akses ke apa pun di luar daftar ini, termasuk peladen proksi.
Mengatur ulang kata sandi dengan memanfaatkan celah keamanan
Mode "Samaran/InPrivate" dengan tab "gambar": Pengguna, perangkat lunak kendali orang tua, dan perute kendali orang tua dapat menggunakan "pencarian aman" (SafeSearch) untuk menerapkan penyaringan pada sebagian besar mesin pencari utama. Namun, pada sebagian besar peramban, pengguna dapat memilih penjelajahan "Samaran" atau "InPrivate", memasukkan istilah pencarian untuk konten, dan memilih tab "gambar" untuk secara efektif melewati "pencarian aman" dan banyak penyaring kendali orang tua. Lihat di bawah untuk pertimbangan dan solusi berbasis perute.
Peramban WebView: Beberapa aplikasi memiliki peramban WebView yang tertanam di dalamnya, yang dapat digunakan untuk mengakses halaman web secara bebas, karena peramban WebView jarang terpengaruh oleh kendali orang tua.
Penyaringan yang terjadi di luar komputer individu (seperti pada perute) tidak dapat dilewati dengan menggunakan metode-metode di atas (kecuali mode "Samaran/InPrivate"). Namun,
Mesin pencari utama menyimpan tembolok dan menyajikan konten pada server mereka sendiri. Akibatnya, penyaring domain seperti banyak server DNS pihak ketiga juga gagal menyaring mode "Samaran/InPrivate" dengan tab "gambar".
Sebagian besar perute komersial yang tersedia dengan kendali orang tua tidak menerapkan pencarian aman pada tingkat perute, sehingga tidak menyaring mode "Samaran/InPrivate" dengan tab "gambar".
Kritik
Meskipun kendali orang tua telah ditambahkan ke berbagai media elektronik dan semakin populer, muncul pertanyaan apakah hal tersebut cukup untuk melindungi dan mencegah anak dari paparan materi yang tidak pantas. Para peneliti berspekulasi bahwa fokus yang terlalu ketat pada kendali dapat menghambat kemampuan anak untuk mempelajari keterampilan kendali diri serta membatasi perkembangan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.[26]
Sistem operasi dengan kendali orang tua
Berikut adalah daftar sistem operasi populer yang saat ini memiliki fitur kendali orang tua bawaan:
↑Khurana, Atika, et al. "The Protective Effects of Parental Monitoring and Internet Restriction on Adolescents' Risk of Online Harassment." Journal of Youth and Adolescence, vol. 44, no. 5, 2015, pp. 1039-1047.
↑Dooley, J., Pyzalski, J., & Cross, D. (2009). Cyberbullying versus face-to-face bullying: A theoretical and conceptual review. Zeitschrift fiir Psychologie/Journal of Psychology, 217, 182–188. doi:10.1027/0044-3409.217.4.182.
↑J. Juvonen, E.F. Gross Extending the school grounds?—Bullying experiences in cyberspace Journal of School Health, 78 (9) (2008), pp. 496-505, 10.1111/j.1746-1561.2008.00335.x
↑
Close C. Katzer, D. Fetchenhauer, F. Belschak
Cyberbullying: Who are the victims?: A comparison of victimization in internet chatrooms and victimization in school
Journal of Media Psychology: Theories, Methods, and Applications, 21 (1) (2009), pp. 25-36, 10.1027/1864-1105.21.1.25
↑
Close
D.L. Espelage, K. Bosworth, T.R. Simon
Examining the social context of bullying behaviors in early adolescence
Journal of Counseling & Development, 78 (3) (2000), pp. 326-333, 10.1002/j.1556-6676.2000.tb01914.x
↑J.S. Hong, D.L. Espelage. A review of research on bullying and peer victimization in school: An ecological system analysis Aggression and Violent Behavior, 17 (4) (2012), pp. 311-322, 10.1016/j.avb.2012.03.003
↑"Trend Micro Announces the Next Generation Mobile Security Solution for the Android Platform." Benzinga.com 15 Sept. 2011. Business Insights: Global. Web. 27 Okt. 2018.
↑Shamout, Omar (6 Oktober 2014). "Parental controls". Los Angeles Business Journal. 36 (40): 12.
↑"Searcy, Philip Roy, (15 April 1914–5 Oct. 1983), Australian Consul-General, Los Angeles, 1971–75". Who Was Who. Oxford University Press. 1 Desember 2007. doi:10.1093/ww/9780199540884.013.u168949.
↑Van Der Bruggen, C. O.; Stams, G. J.; Bögels, S. M. (2008). "Research review: The relation between child and parent anxiety and parental control: A meta-analytic review". Journal of Child Psychology and Psychiatry, and Allied Disciplines. 49 (12): 1257–69. doi:10.1111/j.1469-7610.2008.01898.x. PMID18355216.