Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Paralogisme adalah kondisi sesat pikir yang tidak disadari akan pelaku sesat pikir. Kondisi ini dapat terjadi ketika penalaran yang diberikan seakan-akan sangat masuk akal.[1] Tidak seperti aliran yang menganut pembenaran atau argumen menyesatkan, aliran ini tidak tergantung pada kebingungan pelaku yang menjadi berbahaya karena menyebabkan kekeliruan dalam beberapa hal yang dilakukan, tetapi lebih hanya dalam kesalahan penalaran. Istilah paralogisme berasal dari bahasa Prancis Pertengahan paralogisme, yang diserap dari bahasa Latin Akhir paralogismus. Kata tersebut pada gilirannya berasal dari bahasa Yunaniparalogismos, yang berarti penalaran yang tidak masuk akal atau keliru. Istilah Yunani ini dibentuk dari gabungan awalan para- yang berarti "menyimpang" atau "di luar", dan logos yang berarti "ucapan”, atau "penalaran".[2]
Referensi
↑Dewantara, Agustinus W. (2019). Logika: Seni Berpikir Lurus. Madiun: Penerbit Wina Press. hlm.106. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-01. Diakses tanggal 2021-12-22.