Pandora adalah sebuah exomoon dalam semesta fiksi Avatar, yang menjadi lokasi utama waralaba tersebut. Sedikit lebih kecil daripada Bumi, Pandora dihuni oleh bangsa asli Na'vi dan Tulkun, bersama banyak spesies lain yang menjadikan planet ini sebagai rumah. Permukaan Pandora dipenuhi hutan lebat yang bercahaya alami, samudra, serta gunung melayang. Muncul dalam berbagai media, Pandora pertama kali diperkenalkan sebagai latar dalam Avatar (2009) dan sekuelnya, serta dalam permainan video Avatar: The Game (2009) dan Avatar: Frontiers of Pandora (2023), sejumlah novel grafis, sebuah pertunjukan panggung, dan taman hiburan. Dalam seri film, Pandora digambarkan sebagai sumber besar unobtainium yang terdapat di bawah permukaan, yang berusaha dieksploitasi oleh manusia dari Bumi di masa depan. Dalam film-film berikutnya, manusia mengalihkan fokus mereka pada perburuan Tulkun, makhluk yang menjadi inang bagi amrita, suatu zat yang dapat menghentikan proses penuaan manusia.
Deskripsi
Pandora adalah satelit alami dari raksasa gas Polyphemus, yang mengorbit Alpha Centauri A dalam semesta fiksi Avatar.[1] Karena komposisi atmosfernya mengandung karbon dioksida dan hidrogen sulfida, manusia tidak dapat bernapas dengan aman di bulan tersebut, sehingga memerlukan peralatan pernapasan atau avatar.[2] Bulan ini menyimpan sumber daya alam yang melimpah, dengan ekosistem tak tersentuh yang membentang di permukaan tanpa jejak teknologi.[3] Sumber daya tersebut mencakup unobtainium, sejenis "batu bergemuruh" yang disebut "lingtskxe" dalam bahasa Na'vi ("ling" berarti "melayang" dan "skxe" berarti "batu"),[4] serta sebuah superkonduktor yang bernilai jutaan per kilogram.[5][6] Jumlah unobtainium yang besar ini menyebabkan potongan daratan terangkat dari tanah, membentuk "gunung es langit" berupa batu yang tersusun secara magnetis.[7] Bulan ini memiliki bentang alam luas, khususnya hutan hujan yang menjadi rumah bagi pakis, sikas asing, dan "zooplantae" (organisme yang secara ilmiah ditempatkan di antara tumbuhan dan hewan),[8] seperti "helicoradian", yang bereaksi dengan menarik diri secara fisik ketika disentuh.[9]
Lokasi dalam Pandora
Pohon Jiwa
Pohon Jiwa, juga disebut "Pohon Ibu" (Na'vi: Vitraya Ramunong; Inggris: Tree of Souls), adalah pohon raksasa yang menyerupai pohon willow dan merupakan tempat paling suci bagi klan Omatikaya. Pohon ini dianggap sebagai titik Oma yang paling dekat dengan Eywa di Pandora. Pohon Jiwa terletak di daratan Pandora, di antara Gunung Hallelujah yang melayang, di atas endapan unobtainium besar dekat Pohon Rumah milik klan Omatikaya.
Pohon Roh
Pohon Roh (Na'vi: Ranteng Utralti;Inggris: Spirit Tree) adalah tempat suci bagi klan Metkayina, yang terletak di bawah laut di pusat Teluk Para Leluhur. Pohon ini merupakan padanan laut dari Pohon Jiwa. Ia terhubung dengan dasar laut melalui jaringan akar yang rapat dan mengandung koneksi saraf, menjadikannya salah satu titik terpenting dalam jaringan saraf Pandora, yaitu Oma, karena memungkinkan kesadaran seseorang memasuki Dunia Roh. Pohon Roh memiliki kedudukan budaya dan spiritual yang sama bagi klan Metkayina sebagaimana Pohon Jiwa bagi Omatikaya.
Hell's Gate
Hell's Gate adalah sebutan umum untuk fasilitas yang secara resmi bernama "Resources Development Administration Extra-Solar Colony 01 (RDA ESC 01)". Lokasi ini berada di dekat hutan hujan besar yang oleh bangsa Na’vi disebut Na’ring. Di sebelah baratnya mengalir sungai yang dikenal sebagai Sungai Muku. Fasilitas ini awalnya berfungsi sebagai markas utama RDA hingga akhirnya direbut oleh Klan Omatikaya bersama sejumlah manusia simpatisan pada akhir Perang Pandora Pertama. Namun, ketika Perang Pandora Kedua dimulai, fasilitas tersebut kembali dikuasai oleh organisasi RDA.
High Camp
High Camp adalah rumah baru bagi klan Omatikaya selama Perang Pandora Kedua, yang terletak di Pegunungan Hallelujah. Untuk mencapainya, seorang pengendara ikran harus terbang secara vertikal melalui celah besar di lantai gua. Kamp ini dilengkapi dengan pondok sains dan unit link yang mendukung manusia, avatar, maupun Na'vi. Kehidupan bersama antara Na'vi dan manusia di tempat yang berdekatan telah membantu kedua kelompok semakin dekat dan membangun ikatan dalam kehidupan komunal.
High Camp menjadi tempat perlindungan terakhir bagi Jake Sully dan kaumnya. Awalnya dirancang sebagai benteng untuk tempat mundur Omatikaya dan sekutu mereka dari serangan pasukan RDA, lokasi ini kemudian berkembang menjadi basis gerilya bagi kelompok Perlawanan.
Awa'atlu
Desa utama klan Metkayina yang terletak di Laut Timur Pandora. Tempat ini diperkenalkan dalam film Avatar: The Way of Water. Desa ini bercirikan rumah-rumah anyaman artistik (disebut marui) yang bertengger di antara akar pohon bakau raksasa, dipimpin oleh Tonowari dan Ronal, serta menjadi tempat bernaung klan Metkayina.