Dalam film fiksi ilmiah tahun 2009 Avatar, sutradara James Cameron membayangkan sebuah jagat fiksi di mana manusia berusaha menambang unobtanium di bulan layak huni fiksi bernama Pandora. Bulan yang mirip Bumi ini dihuni oleh spesies humanoid pribumi yang cerdas bernama Na'vi, serta beragam fauna dan flora. Resources Development Administration (RDA—meskipun namanya demikian, sebenarnya merupakan sebuah perusahaan publik yang berkembang dari Silicon Valleystartup) mengirim ilmuwan, administrator, perekrut, staf pendukung, dan personel keamanan ke Pandora pada abad ke-22 untuk menjelajahi dunia yang indah dan subur ini, yang dihuni oleh banyak makhluk hidup termasuk Na'vi yang menyerupai manusia. Klan yang berhubungan dengan manusia dalam film tersebut tinggal “di sebuah pohon raksasa yang berdiri di atas cadangan besar mineral bernama unobtanium, yang diinginkan manusia sebagai sumber energi.”[1] Cameron menggambarkan Avatar lebih sebagai "fantasi ilmiah" daripada fiksi ilmiah murni, dan menyatakan bahwa ia akan menjelaskan dalam novel adaptasi film mengapa dalam jagat fiksi tersebut Na'vi memiliki penampilan mirip manusia.[2]
Sebagian besar kisah berlangsung di dunia Pandora, yang memiliki ekosistem dengan keanekaragaman hayati sangat tinggi. Bulan ini dihuni oleh beragam hewan dengan struktur tubuh berkaki enam, berbagai spesies organisme udara dengan sayap menyerupai membran, satwa akuatik, serta fauna dan flora unik lainnya (banyak di antaranya menunjukkan tanda-tanda gigantisme akibat tingginya kadar karbon dioksida dalam atmosfer). Sebagian besar spesies memiliki kemampuan bioluminesensi di seluruh ranah ekologi—darat, laut, maupun air tawar.
Sebuah jaringan saraf biologis yang luas memainkan peran sentral dalam ekologi Pandora karena mencakup seluruh biosfer dan membentang di permukaan bulan tersebut. Na'vi dan satwa lain dapat berinteraksi secara fisiologis dengan jaringan ini, dengan banyak spesies memiliki struktur yang secara khusus berevolusi untuk tujuan tersebut. Sebagai bentuk kesadaran kolektif, jaringan ini terbukti mampu bertindak sebagai pertahanan terhadap ancaman ekologis berskala besar, seperti ketika berhasil mengalahkan para penyerang manusia dalam pertempuran.
Cameron menggunakan tim penasihat ahli untuk memastikan contoh fauna dan flora yang ditampilkan semaksimal mungkin sesuai dengan kaidah ilmiah.[3] Cameron juga menyatakan harapannya untuk mengeksplorasi bulan-bulan lain dalam sekuel, buku, dan spin-off di masa mendatang.[1][4][5][6]
Na'vi adalah makhluk humanoid yang mendiami Pandora bersama berbagai makhluk lainnya. Mereka memanfaatkan hewan mulai dari direhorse hingga viperwolf. Menurut Entertainment Weekly, "Kaum Na'vi dapat berkomunikasi dengan hewan di planet mereka dengan cara secara harfiah menyambungkan kepangan rambut mereka (Na'vi: kuru) ke sistem saraf makhluk tersebut. Untuk menjadi seorang prajurit, seorang Na'vi harus menjinakkan dan menunggangi makhluk terbang yang dikenal sebagai Ikran."[7]
Na'vi juga menggunakan sistem ikatan saraf ini, yang disebut "tsaheylu", untuk menjalin ikatan dengan "pasangan hidup". Ikatan tersebut, sekali terbentuk, tidak dapat diputuskan sepanjang hidup seorang Na'vi. Hal ini mirip dengan konsep pernikahan pada manusia.[8]
Bagi para pengunjung manusia, Na'vi tampak memiliki sebuah agama, dengan dewa utama—dan mungkin satu-satunya—berupa sosok dewi penuh kasih bernama Eywa. Kaum Na'vi dapat terhubung secara fisik dengan Eywa ketika mereka menggunakan kepangan rambut untuk menyambungkan diri ke Pohon Jiwa maupun flora serupa lainnya yang berfungsi sebagai antarmuka otak global. Eywa diyakini memiliki keterhubungan dengan seluruh kehidupan di Pandora.[9]
Manusia
Dalam jagat Avatar (berlatar tahun 2154), manusia sering disebut dengan nama "Sky People" (Na'vi: sawtute; terj. Orang Langit) adalah spesies mamalia bipedal yang cerdas dan dominan yang berasal dari planet Bumi. Umat manusia telah mencapai tingkat teknologi yang sangat maju, membentuk sebuah masyarakat pasca-industri yang dikuasai oleh korporasi dan industri besar. Salah satu korporasi terkuat di Bumi adalah perusahaan terintegrasi globalResources Development Administration (RDA), sebuah perusahaan publik yang berkembang dari Silicon Valleystartup, dan memiliki hak atas seluruh sumber daya di luar Bumi. Hak eksklusif ini diberikan oleh Interplanetary Commerce Administration kepada RDA dengan ketentuan bahwa penggunaan senjata pemusnah massal dilarang.[10]
Personel RDA yang diketahui berada di Pandora antara lain administrator utama Parker Selfridge, Kolonel Miles Quaritch, Prajurit Sean Fike, Kopral Lyle Wainfleet, Dr. Max Patel, Dr. Grace Augustine, Dr. Norm Spellman, pilot Samson 16 Trudy Chacon, dan banyak lainnya.
Referensi
12Rottenberg, Josh (18 Desember 2009). "James Cameron Talks Avatar: Brave Blue World". Entertainment Weekly. No.1081. hlm.51.