Ibu kota kecamatan berada di desa Prupuh yang juga merupakan desa percontohan.
Pembagian Wilayah Administratif
Secara administratif, Kecamatan Panceng terbagi menjadi 14 desa, dengan beberapa desa memiliki beberapa dusun. Adapun nama-nama desa dan dusunnya adalah:
Desa Campurejo (d/h Desa Camplung), memiliki dua dusun: Dusun Rejodadi (d/h Dusun Mojosir), Dusun Karang Tumpuk
Potensi Daerah
Potensi Alam
Potensi yang terkandung dari Kecamatan Panceng adalah potensi bahari dan potensi darat. Potensi bahari Panceng, yang didukung dengan garis pantai yang cukup panjang menjadikan Kecamatan Panceng menjadi daerah nelayan yang merupakan sentra penangkapan ikan di wilayah Kabupaten Gresik.
Adapun dari potensi daratnya, Kecamatan Panceng memiliki jenis tanah yang sebagian besar berkapur, karena termasuk dalam jalur Pegunungan Kapur Utara. Hal ini membuat tanah Kecamatan Panceng cocok untuk ditanami tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air, misalnya jati dan siwalan. Adapun pada beberapa tempat, jenis tanah yang ada terdapat juga tanah aluvial (utamanya di tepi Sungai Bengawan Solo), tanah lempung dan tanah merah di wilayah Timur.
Potensi Wisata
Kecamatan Panceng memiliki dua objek wisata penting bagi Kabupaten Gresik, yakni:
Pantai Wisata Dalegan atau sering dikenal dengan Pantai Pasir Putih di Desa Dalegan
Petilasan Sunan Kalijaga di Dusun Gampeng Desa Surowiti.
Selain kedua objek wisata tersebut, Kecamatan Panceng juga memiliki daya tarik berupa perbukitan kapur yang sering digunakan sebagai tempat berkemah dan 'outbound', hutan jati yang tersebar dari wilayah Wotan hingga Desa Prupuh, daerah perkebunan mangga Galasari, dan pasar sapi di Dusun Panceng.
Potensi Industri
Potensi industri yang bisa dikembangkan di Kecamatan Panceng adalah industri pupuk dolomit dan industri mebel/pengolahan kayu. Hal ini dikarenakan kesemua itu bahan bakunya mudah didapat di daerah ini. Adapun potensi industri lainnya adalah potensi industri makanan dan minuman, yang mana Kecamatan Panceng sendiri memiliki produk unggulan yakni air legen/nira dan siwalan/ental yang mayoritas produksinya di Dusun Larangan.