Di dalam Catatan Sejarah Agung ia dituliskan oleh Sima Qian sebagai raja Shang kesembilan belas, menggantikan kakandanya Yang Jia. Ia naik takhta pada tahun Bingyin (丙寅code: zh is deprecated ) dengan Yan (奄code: zh is deprecated ) sebagai ibu kotanya dan pada tahun ketujuh pada masa pemerintahannya, vasal Ying (应侯code: zh is deprecated ) datang ke Yan untuk memberinya penghormatan.
Pada tahun keempat belas pada masa pemerintahannya, ia memindahkan ibu kotanya ke Beimeng (北蒙code: zh is deprecated ) dan menggantinya menjadi Yin (殷code: zh is deprecated ); oleh karena itu Dinasti Shang juga disebut Dinasti Yin.
Pada tahun kelima belas pada masa pemerintahannya, ia mengeksamen pasukannya di ibu kotanya yang baru, dan pada tahun kesembilan belas pada masa pemerintahannya ia menugaskan menterinya, Fen (邠侯code: zh is deprecated ) di Yayu (亚圉code: zh is deprecated ).
Dari tulang orakel yang digali di Yinxu dicatat bahwa ia adalah raja Shang yang kedelapan belas.[2][3]
Di dalam Buku Sejarah, terdapat sebuah bab yang berjudul "Pán Gēng", yang konon merupakan sebuah pidato dari raja ini; namun bahasa yang digunakan berbeda dengan bahasa pada masa Pán Gēng yang diduga bukan berasal dari zamannya.[4]
Pesan bersejarah
Karya Pan Geng dikenang oleh Wang Anshi tanggapannya terhadap surat tuduhan Sima Guang.
↑Loewe, Michael; Shaughnessy, Edward L. (1999). The Cambridge History of Ancient China – from the Origins of Civilization to 221 B.C. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN0-521-47030-7.