Istana Tua
Edward sang Pengaku awalnya membangun istana kerajaan bersebelahan dengan Westminster Abbey. Setelah kematiannya, istana diperluas dan direnovasi, termasuk membangun Aula Westminster, sehingga mendekati Sungai Thames. Aula ini menjadi satu-satunya struktur bangunan yang masih tersisa dari era Istana Tua hingga sekarang. Di bagian aula ini terdapat tiga ruangan, yakni dewan rakyat, bangku kerajaan, dan ruang arsip.[4]
Pada masa ini, istana difungsikan sebagai istana dan kediaman utama kerajaan hingga tahun 1512 ketika terjadi kebakaran di apartemen kerajaan pada masa pemerintahan Henry VIII. Setelahnya, kediaman utama kerajaan dipindahkan ke Whitehall dan istana ini difungsikan untuk menampung badan legislatif dan yudikatif.[4]
Ruangan Dewan Rakyat dideskripsikan John Hooker "seperti teater", di mana terdapat empat baris bertingkat mengelilingi ruangan, membentuk huruf U. Mengingat jumlah anggota dewan semakin meningkat di tengah keterbatasan ruang, maka dibangunlah lantai kayu tambahan pada 1601 dan lantai mezanin tambahan pada 1621 untuk menambah jumlah kursi. Sementara di ruangan Dewan Bangsawan terdapat kursi raja di bagian selatan, diapit oleh kursi ratu dan putera mahkota. Secara umum, Istana Tua telah beberapa kali mengalami perluasan dan renovasi untuk mengakomodasi kebutuhan anggota parlemen maupun penguasa kerajaan.[4][5]
Pada masa ini, umumnya penghuni parlemen menggunakan transportasi sungai untuk mencapai gedung istana. Berdekatan dengan istana, terdapat tiga kedai minum terkenal yang sering dikunjungi anggota parlemen maupun orang berpengaruh pada masanya, seperti Samuel Pepys, Henry Purcell, dan Matthew Locke. Tiga kedai yang bernama Hell (neraka), Heaven (surga), dan Purgatory (purgatori) menjadi saksi hiruk-pikuk kegiatan anggota parlemen dan kerajaan.[4][6]
Rekonstruksi pasca-kebakaran hebat
Memasuki abad ke-19, desakan untuk merenovasi bangunan Dewan Rakyat menguat karena ruangannya telah penuh sesak dan memiliki ventilasi yang buruk. William Gladstone, Perdana Menteri Britania Raya sekaligus anggota parlemen, menilai ruangan itu "sangat keci" dan "tidak higienis". Komite yang dibentuk Dewan Rakyat merekomendasi pembangunan ruangan dewan baru pada 1831, tiga tahun sebelum kebakaran hebat menghancurkan bangunan Dewan Rakyat pada 1834.[5]
Setelah kebakaran, Raja William IV memerintahkan pembangunan ulang istana dan menggelar kompetisi desain atas usulan Sir Edward Cust. Desain arsitektur Istana Westminster yang baru dimenangkan oleh arsitek Charles Barry karena gaya yang bertema kerajaan. Desain Barry terinspirasi dari desain kastil dan mahkota kerajaan; ia menambahkan desain menara di bagian tenggara yang ia namai Menara Raja (King's Tower) sebagai pintu masuk kerajaan sehingga menarik perhatian banyak orang dan memenangkan kompetisi tersebut. Menara ini kemudian dinamakan Menara Victoria karena digunakan ketika Ratu Victoria naik takhta.[5]