Pagelaran merupakan Ibu kota Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Wilayah ini berada di pusat Kota Kecamatan Pagelaran. Pagelaran terletak di dataran rendah dengan ketinggian berkisar 141-150 meter di atas permukaan laut (Mdpl), dengan ketinggian rata-rata sebesar 143 Mdpl serta beriklim tropis. Wilayah ini memiliki bukit yang terletak di Dusun Polaman dengan ketinggian berkisar 182 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Pagelaran terdiri atas 4 Dusun dan 22 RT, serta 1.416 Kepala Keluarga. Dusun tersebut meliputi Pagelaran I, Pagelaran II, Rawa Harum, serta Polaman.[1][2]
Batas Wilayah
Batas-Batas Wilayah Kota Pagelaran sebagai berikut:
Pagelaran memiliki iklim tropis seperti kota-kota di Indonesia pada umumnya di mana hanya ada dua musim dalam setahun yaitu musim hujan dan kemarau. Iklim di sini adalah tropis. Pagelaran adalah kota dengan curah hujan yang signifikan, bahkan di bulan terkering terdapat banyak hujan. Iklim di sini diklasifikasikan sebagai Iklim Hutan Hujan Tropis (Af) berdasarkan sistem Köppen-Geiger. Suhu rata-rata di Pagelaran adalah 26.1°C. Total presipitasi/curah hujan di Pagelaran sebesar 2410mm yang jatuh setiap tahunnya. Bulan terkering adalah Juli, dengan 120mm hujan. Hampir semua presipitasi/curah hujan di sini jatuh pada Desember, rata-rata 275mm. April adalah bulan terhangat sepanjang tahun. Suhu di April rata-rata 26.5°C. Januari adalah bulan terdingin, dengan suhu rata-rata 25.6°C. Terdapat perbedaan dalam 155mm dari presipitasi/curah hujan antara bulan terkering dan bulan terbasah. Sepanjang tahun, suhu bervariasi sebesar 0.9°C.[2]
Pagelaran pertama kali dibuka pada Tahun 1928 oleh koloni, sebutan orang yang mengikuti transmigrasi pada masa penjajahan Belanda. Koloni tersebut awalnya bermukim di Bagelen, Gedong Tataan, saat ini masuk dalam wilayah Kabupaten Pesawaran, kemudian bergerak menuju Pagelaran dan membuka hutan belantara yang ditumbuhi pohon-pohon besar beserta rawa-rawa yang terdapat di dalamnya. Pembukaan hutan tersebut diketuai oleh Kiyai Glondong sehingga pada tahun 1930 beliau terpilih menjadi Kepala Kampung/Pekon/Desa pada saat itu. Rawa-Rawa tersebut kemudian dibuat Kolam sedangkan lahan yang cukup datar dimanfaatkan sebagai tempat bermukim para koloni yang berasal dari berbagai wilayah di Pulau Jawa. Wilayah asal koloni tersebut meliputi Serang Banten, Tatar Sunda Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Yogyakarta.[5]
Kepala Pekon/Desa
Sejak tahun 1930, Pagelaran telah mengalami 10 kali pergantian lurah. Nama-nama lurah sejak tahun 1930 adalah sebagai berikut:[5]
1930 - 1932 Bapak Kiyai Glondong
1932 - 1942 Bapak Harjo
1942 - 1962 Bapak Kasibun
1963 - 1964 Bapak Harjo Dikromo (Pjs)
1964 - 1985 Bapak A. Syamsuri
1985 - 1996 Bapak Margo MD
1997 - 2006 Bapak Yurianto
2006 - 2006 Bapak Sarengat (Pjs)
2006 - 2012 Bapak Yurianto
2012 - Sekarang Bapak Mahrom
Pendidikan
Berikut disajikan fasilitas pendidikan di Kota Pagelaran:[6][7]