Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul Pagar Kawat Berduri karya novelis Indonesia, Trisnojuwono.
Sinopsis
Dalam sebuah kamp Belanda pada masa revolusi fisik terdapat sejumlah pejuang yang ditawan. Hampir semua berusaha lari, tetapi tidak mudah.[1] Sementara yang lain mencoba mencari jalan untuk meloloskan diri, Parman (Sukarno M. Noor) justru bersahabat dengan Koenen (B. Ijzerdraat), salah seorang perwira Belanda.[1] Parman mendekati Koenen dengan maksud mencari informasi.[1] Parman mendapat informasi bahwa Herman dan Toto akan dibunuh. Mereka kemudian dibekali catut untuk memotong kawat berduri.[1] Herman lolos, tetapi Toto tertembak.[1] Kemudian Parman di jemput, sebab dialah yang mendalangi pelarian itu.[1] Tahulah para pejuang, bahwa Parman ternyata bukanlah seorang pengkhianat.[1]