Di Padang Lua terdapat Pasar Sayur terbesar di Kabupaten Agam yang aktif setiap hari dari pukul 04.00 sampai sore. Dulu pasar ini hanya dua kali seminggu, yakni Ahad dan Kamis. Sekarang pasar ini buka tiap hari kecuali hari senin.
Di Padang lua sejak zaman Belanda berdiri Sentral listrik PLN, Dulu PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) berbahan bakar batubara yang dikirim langsung dengan kereta api dari Tambang Batubara Ombilin, Sawahlunto. Tahun 1967, PLTU dihentikan dan berubah menjadi Sentral PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) berbahan bakar minyak solar yang juga diangkut dengan gerbong kereta api tanki dan mobil tanki.
Namun sejak tahun 1980 PLTD dihentikan. Gedung bangunan "Sintaran" - sebutan untuk Sentral oleh warga setempat, kemudian berubah menjadi Sentral distribusi dari PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Batang Agam.
Pembagian Wilayah
Wali Nagari Padang Lua Saat ini Adalah Bapak Jufri,S.Sos atau biasa disapa dengan Inyiak Pui.
Pernah Menjabat Sebagai PJ Walinagari Cingariang dan PJ Walinagari Pakan Sinayan.
Nagari Padang Lua terdiri dari 4 (empat) Jorong, yaitu:
Jorong Padang Lua I, Nama Wali Jorong: Abdul Rahman Iqbal
Jorong Padang Lua II, Nama Wali Jorong: Muhammad Angga Istinanda
Jorong Salimpariak, Nama Wali Jorong: Roni Indra Saputra
Padang lua terletak di km 3 jalan raya Padang-Bukittinggi. Tepatnya di simpang empat, persimpangan jalan. Memiliki Luas wilayah sekitar 580 Ha dengan perbatasan: