Dalam Kitab Kejadian, Yusuf memimpikan bungkusan gandum saudara-saudaranya yang membungkuk ke miliknya.
Kemudian, ketika Yusuf menjadi wazir Mesir, saudara-saudaranya membungkuk kepadanya seperti yang diisyaratkan dalam mimpi.
Padah[1] atau siratan awal (bahasa Inggris: foreshadowing) merupakan teknik naratif di mana pendongeng memberikan petunjuk atau peristiwa tersirat awal mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya dalam cerita. Padah sering muncul di awal cerita, dan membantu mengembangkan atau menumbangkan ekspektasi penonton tentang kejadian yang akan datang.[2][3]
Penulis dapat menerapkan padah dalam banyak cara berbeda seperti dialog tokoh, kejadian alur, dan perubahan latar. Bahkan judul suatu karya atau bab dapat berfungsi sebagai petunjuk yang mengisyaratkan apa yang akan terjadi. Padah dalam fiksi menciptakan suasana ketegangan dalam sebuah cerita sehingga pembaca tertarik dan ingin tahu lebih banyak.
Teknik sastra (literature devices) umumnya digunakan untuk membangun antisipasi dalam benak pembaca tentang apa yang mungkin terjadi selanjutnya untuk menambah ketegangan dramatis pada sebuah cerita. Selain itu, padah dapat membuat kejadian-kejadian yang luar biasa dan aneh tampak masuk akal, dan beberapa kejadian diperkirakan sedemikian rupa sehingga penonton merasa telah mengantisipasinya.[4]