Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tahun 2019, beberapa pengurus PT Liga Indonesia Baru mengalami perubahan setelah Glenn dan Berlinton Siahaan mengundurkan diri dari jabatannya.[9] Beberapa posisi pengurus Liga Indonesia Baru pada tahun tersebut dijabat secara interim.[10] Menjelang kompetisi musim 2020, LIB resmi menunjuk orang-orang baru yang akan duduk pada posisi komisaris utama, komisaris, dan direktur utama dengan tiga posisi direktur di bawahnya.[11]
Pada pertengahan tahun 2020, perombakan pengurus kembali terjadi setelah Cucu Sumantri beserta tiga komisaris PT LIB mundur dari jabatannya.[12] Melalui RUPS pada 13 Juni 2020, ditetapkan Ahmad Hadian Lukita sebagai Direktur Utama PT LIB.[13]
Ada rencana untuk membuat perusahaan lain, terutama untuk mengatur Liga 2.[14] Rencana tersebut dibatalkan untuk Liga 2 musim 2023–24.[15]
Pada tahun 2025, Liga Indonesia Baru berganti nama menjadi Liga I (I-League).[16]
Dewan direksi
Daftar ini berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham I-League pada 7 Juli 2025.[17]