Parto Sihombing (2009-2017), Anata Juma Muhaddhi (2007-Sekarang), Agus Saragih (2007-Sekarang), Faisal Jarot (2020-Sekarang)
Manajer
Jefferson Nekwek (2007-2012), Parto Sihombing (2009-2017), Ferry Fardinand (2011-2017), Christian Andreas Siregar (2025) | Akademi
Pelatih
Jefferson Nekwek (2007-2012), Daniel Smoker (2007-2009), Ferry Fardinand (2011-2017), Yusbar(2013-2017), Christian Andreas Siregar (2025), Dear M. Sinaga (2025), Anata Juma (2025), Faisal Jarot (2025)
Klub ini di prakarsai oleh Margon Saragih bersama teman-teman relawan NGO saat itu (Rehab & Rekon Tsunami Aceh), untuk anak-anak pada barak pengungsian dan rehabilitasi trauma Tsunami Aceh 2004 yang di kota Banda Aceh.[3]
Pada mulanya, Klub ini hanyalah aktivitas senang-senang sore hari untuk anak-anak tersebut agar mereka dapat melupakan trauma akibat Tsunami Aceh. Lalu beberapa konselor (Helmi Sabang, Ibenk Pulau Aceh) mengajak teman-teman sekolahnya untuk turut bergabung dalam aktivitas ini sehingga membentuk keseblasan yang aktif setiap sore bermain bola lapangan kecil di Blang Padang.[4]
The Pioner (Jefferson Nekwek)
Jefferson Nekwek, seorang konselor berdarah Papua, serta ditemani Parto Sihombing memimpin keseblasan ini aktif beradu tanding dengan klub-klub sepakbola amatir tingkat kampung ataupun perkumpulan warung kopi, terus menerus menimba pengalaman akhirnya keseblasan ini berkembang menjadi lebih dari puluhan orang.
Dengan momentum yang tepat, Margon saragih bersama teman-teman mendeklarasi klub ini dengan nama maskot Putra (Salah seorang nama anak yatim piatu yang selamat dari Tsunami) yaitu Persatuan Sepak Bola Putra Aceh 2007.[5]
Pada masa kepelatihan Pak Jef, tim ini diperkuat oleh Mahasiswa-mahasiwa aktif Unsyiah & Uin Ar-Raniry seperti, Irfan Al-Almini, Azis, Roza, Sayed, Munzil, Anata dll mengikuti turnamen-turnamen sepakbola amatir di seputaran Banda Aceh & Aceh Besar dan prestasi terbaik mampu tampil sebagai juara 2 di turnamen amatir Hut Ladong. [6]