PFC Slavia Sofia 1913 (bahasa Bulgaria: ПФК Славия София 1913) adalah sebuah klub sepak bola profesional asal Bulgaria yang berbasis di Sofia, yang saat ini berkompetisi di kasta tertinggi sistem liga sepak bola Bulgaria, yaitu Liga Pertama. Stadion kandang Slavia adalah Stadion Aleksandar Shalamanov dengan kapasitas 25.556 penonton. Warna kebesaran tim ini adalah putih dan hitam. Didirikan pada 10 April 1913, Slavia saat ini merupakan klub olahraga tertua di Sofia.
Slavia adalah salah satu dari hanya dua klub sepak bola Bulgaria yang tidak pernah terdegradasi (yang lainnya adalah Levski Sofia), meskipun klub ini pernah terpecah menjadi dua tim terpisah. Salah satunya, yang membawa catatan dan statistik Slavia (Udarnik Sofia), pernah didegradasi ke Divisi Kedua selama satu musim (1951) bukan karena alasan teknis, melainkan akibat reformasi sepak bola yang diatur secara politik. Entitas terpisah lainnya (Stroitel Sofia), yang kini sudah bubar dan dianggap sebagai klub berbeda, tetap bertahan di Divisi Pertama. Kemudian, kedua klub tersebut bersatu kembali.
Di tingkat domestik, klub ini telah menjuarai liga Bulgaria sebanyak tujuh kali dan memenangkan Piala Bulgaria delapan kali. Slavia juga pernah menjadi runner-up liga sebanyak sepuluh kali dan mencapai final piala dalam tiga kesempatan tambahan. Di level internasional, prestasi klub antara lain adalah mencapai semi-final Piala Winners UEFA pada 1967 dan perempat final pada 1981, serta meraih dua trofi Piala Balkan secara beruntun pada 1986 dan 1988.
Sejarah
Pada 10 April 1913, sekelompok pemuda yang tinggal di dekat Monumen Rusia di Sofia, bersama perwakilan dari klub ibu kota setempat Botev dan Razvitie, berkumpul di sebuah kedai kopi di Jalan Alabin, Sofia, dan memutuskan untuk mendirikan sebuah klub olahraga berbadan hukum—klub olahraga terorganisasi pertama di Sofia.[1] Klub baru tersebut diberi nama Slavia. Dimitar Blagoev-Palio, seorang mahasiswa berusia 21 tahun, terpilih sebagai presiden pertama klub. Anggota dewan administratif pertama klub adalah Emanuil Geshev, Ferdinand Mihaylov, Tsvyatko Velichkov, Georgi Grigorov, dan Todor Kalkandzhiev.
Beberapa hari kemudian, dibentuk tim sepak bola pertama klub, terdiri atas: Stefan Lalov, Ilia Georgiev, Emanuil Geshev, Todor Kalkandzhiev, Stefan Chumpalov, Dimitar Blagoev-Palio (semuanya dari Botev) serta Pavel Grozdanov, Ferdinand Mihaylov, Boris Sharankov, Asen Bramchev, Dimitar Cvetkov (semuanya dari Razvitie). Seragam olahraga pertama klub adalah kaus putih dan celana pendek hitam. Sejak 1924, tim bermain dengan seragam putih-putih, dan hingga kini dikenal dengan sebutan “Kebanggaan Putih”. Pada 11 Agustus 1913, Slavia memainkan pertandingan pertamanya melawan klub lokal Savata dan menang 1–0.
Setelah Perang Dunia I, Slavia mulai meraih kesuksesan. Pada 5 Juni 1928, klub memenangkan gelar juara pertamanya dengan kemenangan 4–0 di final melawan Vladislav Varna. Hingga 1946, Slavia menambah lima gelar juara lagi, yaitu pada tahun 1930, 1936, 1938–39, 1941, dan 1943.
Slavia meraih Piala Bulgaria pertamanya pada 1952. Dengan menjuarai final Piala Bulgaria 1963, Slavia lolos ke Piala Winners UEFA, penampilan perdana klub di kompetisi Eropa. Pada babak pertama, mereka bertemu klub Hungaria, MTK Budapest, dan tersingkir dengan agregat 2–1. Prestasi Eropa terbesar klub terjadi pada musim 1966–67, ketika Slavia menyingkirkan Swansea City, Strasbourg, dan Servette, sebelum kalah dari Rangers di semifinal.[2] Tim saat itu diperkuat pemain-pemain besar seperti Simeon Simeonov, Ivan Davidov, Aleksandar Shalamanov, Dimitar Largov, Dimitar Kostov, dan Aleksandar Vasilev.
Pada 1969, Slavia digabung dengan Lokomotiv Sofia di bawah nama ZhSK Slavia. Dua tahun kemudian, kedua klub berpisah kembali setelah pemisahan itu didukung oleh 100.000 penggemar.
Pada musim 1980–81, Slavia yang dipimpin oleh Chavdar Tsvetkov dan Andrey Zhelyazkov,[3] berhasil mencapai perempat final Piala Winners UEFA sebelum kalah agregat 6–3 dari Feyenoord. Pada 1986, Slavia meraih Piala Balkan dengan mengalahkan klub Yunani, Panionios, di final dengan skor agregat 5–3. Pada 1988, Slavia kembali menjuarai Piala Balkan untuk kedua kalinya.[4]
Pada tahun 1994, mantan gelandang Slavia, Stoyan Kotsev, ditunjuk sebagai pelatih baru. Setelah finis di posisi keempat pada 1995, Slavia kemudian menjuarai liga musim 1995–96, unggul lima poin atas peringkat kedua Levski Sofia. Gelar ini menjadi gelar liga pertama Slavia sejak 1943. Pada musim 2010–11, Slavia mencapai final Piala Bulgaria dengan menyingkirkan Ludogorets Razgrad, Etar 1924, Chernomorets Burgas, dan Pirin Blagoevgrad, tetapi kalah 1–0 di final dari CSKA Sofia.[5]
Pada 2018, Slavia meraih Piala Bulgaria untuk kedelapan kalinya dalam sejarah klub, mengalahkan Levski Sofia di Stadion Nasional Vasil Levski melalui adu penalti. Kemenangan ini membawa Slavia tampil di putaran pertama kualifikasi Liga Eropa UEFA 2018–19. Di babak ini, Slavia menyingkirkan klub Finlandia, FC Ilves, tetapi tersingkir di putaran kedua kualifikasi setelah kalah dari klub Kroasia, Hajduk Split.
Musim 2019–20 merupakan musim yang cukup sukses bagi Slavia. Tim ini finis di peringkat ketiga liga dan lolos ke babak play-off Liga Eropa UEFA. Kepastian peringkat ketiga ditentukan pada pertandingan terakhir musim tersebut, ketika Slavia mengalahkan juara bertahan Ludogorets 3–1 di kandang, sementara Levski Sofia kalah 1–2 dari Lokomotiv Plovdiv. Posisi ini menjadi pencapaian liga terbaik Slavia sejak musim 1996–97.
Stadion
Stadion Slavia pada 2011
Dalam sepuluh tahun pertama setelah Slavia didirikan, klub bermain di stadion milik pendahulunya, SC Razvitie. Pada 3 Oktober 1923, Slavia resmi menjadi pemilik sebidang tanah di dekat Monumen Rusia di Sofia, yang kemudian menjadi lapangan pertama klub. Mereka memainkan laga kandang di sana selama beberapa dekade berikutnya, hingga akhirnya pindah ke bagian barat daya Sofia pada tahun 1960-an.
Pada 12 Maret 1958, pembangunan Stadion Slavia dimulai. Dimitar Tinev, wali kota distrik keenam Sofia sekaligus presiden tim bola basket putri Slavia, memimpin peletakan batu pertama. Stadion ini dibangun di kawasan perumahan Ovcha Kupel, yang dilayani jalur bus reguler berjarak sekitar 6km dari pusat kota Sofia. Stadion Slavia telah mengalami banyak perubahan selama bertahun-tahun dan saat ini memiliki kapasitas 25.556 penonton.
Pendukung
Hingga kini, tersisa satu kelompok ultras bernama Boys Sofia, yang namanya merujuk pada basis tradisional dukungan dari wilayah selatan kota. Dahulu terdapat beberapa kelompok lainnya. Mereka memiliki persahabatan jangka panjang dengan klub BSC Young Boys dan FC VSS Košice. Selain itu, mereka juga menjalin persahabatan dengan sesama klub Bulgaria, PFC Cherno More Varna dan PFC Dobrudzha.[6][7]
Rivalitas
Slavia memiliki rivalitas dengan sesama klub Sofia, Levski Sofia. Pertemuan antara kedua tim ini dikenal sebagai 'Derby Ibu Kota Tertua', karena Slavia dan Levski merupakan tim sepak bola tertua yang masih eksis dari Sofia. Keduanya sering bersaing memperebutkan trofi sebelum tahun 1945. Dalam perkembangan lebih baru, rival utama Slavia adalah Lokomotiv Sofia, yang disebut sebagai 'Derby Ibu Kota Kecil', serta persaingan dengan klub kota lainnya, CSKA Sofia.
Pemain
Per 15 Agustus 2025.
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.
↑"Славия започва с топка назаем" (dalam bahasa Bulgaria). 7sport.net. 10 April 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Maret 2016. Diakses tanggal 17 April 2013.
↑"Балканска клубна купа" (dalam bahasa Bulgaria). PFC Slavia Sofia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 April 2013. Diakses tanggal 17 April 2013.