Partai Demokrasi Pembaruan (disingkat PDP) adalah salah satu partai politik di Indonesia. Pada Pemilu 2009, partai ini bernomor urut 16. Partai ini didirikan tahun 2005 oleh beberapa mantan anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang pernah dekat dengan Megawati Soekarnoputri. Saat ini, PDP terpecah menjadi 2 kubu yang keduanya mengaku sebagai pimpinan partai yang sah.
Sejarah
Pada kongres PDI-P tahun 2005 terjadi perbedaan tajam dalam penentuan metode demokratis yang berlaku di partai. Sekelompok orang, termasuk di dalamnya Laksamana Sukardi dan Roy B.B. Janis, mengambil pandangan bahwa walaupun PDI-P adalah partai politik yang modern tetapi masih menggunakan metode lama otoriter, seperti memberikan hak istimewa mutlak kepada ketua partai dan hanya memiliki satu kandidat untuk posisi-posisi senior. Kelompok ini kemudian mendirikan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) yang mengambil sistem kepemimpinan kolektif dengan 35 orang dalam pimpinan kolektif nasional.
Saat ini, PDP terpecah menjadi 2 kubu, antara kubu Laksamana Sukardi dan Roy B.B. Janis, yang keduanya mengaku sebagai pimpinan partai yang sah. Masing-masing kubu juga memiliki kantor dan situs web resminya sendiri.
Pada proses seleksi partai politik peserta pemilihan umum legistatif 2014 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum, Partai Demokrasi Pembaruan lolos dalam tahap verifikasi administrasi namun kemudian gagal dalam tahap verifikasi faktual.[2] Pada tanggal 7 Maret2013, Partai Demokrasi Pembaruan menyatakan bergabung dengan Partai Amanat Nasional.[3][4] Namun 3 hari kemudan, tepatnya 10 Maret2013, pengurus Partai Hati Nurani Rakyat mengklaim bahwa beberapa pengurus PDP ternyata ada yang menyatakan akan bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat.[5]