Orang Oman (bahasa Arab:الشعب العمانيcode: ar is deprecated ) adalah warga negara Kesultanan Oman, yang terletak di pantai tenggara Jazirah Arab. Orang Oman telah mendiami wilayah yang kini menjadi Oman sejak lama. Pada abad ke-18, sebuah aliansi antara para pedagang dan penguasa mengubah Muscat (ibu kota Oman) menjadi pelabuhan utama di Teluk Persia. Masyarakat Oman memiliki keragaman etnis; mayoritas ialah orang Arab yang berbicara bahasa Arab Oman.
Warga negara Oman merupakan mayoritas dari total penduduk Oman. Lebih dari satu setengah juta orang Oman lainnya tinggal di berbagai wilayah Timur Tengah dan Pesisir Swahili. Pada tahun 2023, diperkirakan sekitar 47,2% Muslim Oman bermazhab Sunni, 35,2% bermazhab Ibadi, dan hanya 6,5% yang bermazhab Syiah.[13]
Sejarah
Kehadiran orang Oman di Pesisir Swahili dapat ditelusuri sejak masa Dinasti Nabhani.[14] Pada akhir abad ke-17, Zanzibar menjadi bagian dari wilayah seberang laut Oman setelah Saif bin Sultan, imam Oman, mengalahkan Portugis di Mombasa, yang kini termasuk wilayah Kenya.[15]
Sejumlah besar orang Oman menetap di Pesisir Swahili — terutama setelah tahun 1832, ketika Sultan Oman, Said bin Sultan, memindahkan istananya ke Zanzibar. Bagi orang Oman, wilayah tersebut menjadi tanah dengan peluang ekonomi.
Orang Oman yang bermigrasi ke Pesisir Swahili berharap memperoleh kehidupan yang lebih baik. Komunitas Oman di Pesisir Swahili berkembang dan menjadi sukses secara finansial.[16] Arus migrasi orang Oman ke Zanzibar berhenti setelah terjadi revolusi di Zanzibar pada tahun 1964. Sultan Zanzibar keturunan Oman, Sultan Jamshid bin Abdullah, digulingkan, dan ribuan orang Oman bersama banyak orang Arab lainnya terbunuh.[17] Segera setelah revolusi, banyak orang Oman melarikan diri dari Zanzibar untuk menghindari penganiayaan dan kembali ke tanah leluhur mereka di Oman, sementara sebagian lainnya memilih tetap tinggal di Pesisir Swahili.
Gwadar, sebuah wilayah di Balochistan, Pakistan, pernah menjadi koloni Oman selama lebih dari satu abad hingga pada 1960-an Pakistan memperoleh wilayah tersebut. Oleh karena itu, banyak penduduk di kawasan ini memiliki asal-usul Oman.[18] Sekitar 20% orang Oman merupakan keturunan Baloch yang nenek moyangnya bermigrasi ke Oman berabad-abad lalu dan kini dianggap sebagai penduduk asli.[19] Dengan tambahan 15% populasi ekspatriat, angkanya meningkat menjadi 35%.[20][21]