Peruntungan tak diduga dan tabrakan maut. Seorang gadis misterius, mantan pembunuh dan orang gila dalam pasungan. Andreas menanti tanda-tanda untuk memanggilnya mendekat, yang selama ini diabaikannya. Hingga suatu ketika, Andreas harus memaknai ulang semua peristiwa. Di pepadang, di ladang bunga, di lorong bawah tanah sebuah gereja. Dalam kesangsiannya, sampai ia mengucap doanya yang pertama. Optatissimus.[1]