Opone (bahasa Yunani Kuno:Ὀπώνηcode: grc is deprecated ), atau juga disebut Opone Emporion (Ὀπώνη ἐμπόριονcode: grc is deprecated ), adalah pelabuhan laut dan emporion yang sekarang merupakan bagian dari Somalia. Pelabuhan ini terutama dikenal karena perdagangannya dengan Mesir Kuno, Persia KunoYunani Kuno, Romawi Kuno, dan India Kuno.[1][2] Pelabuhan bersejarah ini telah diidentifikasi dengan kota Hafun melalui sisa-sisa kepurbakalaan.[3] Ada kemungkinan bahwa pelabuhan ini sesuai dengan negeri Punt seperti yang dikenal oleh orang Mesir kuno selama masa kerajaan lama, pertengahan, dan baru.[4][5][6]
Temuan tembikar di pusara Opone berasal dari Yunani Mikenai yang berkembang antara abad ke-16 hingga ke-11 SM.[10] Peradaban Opone berkembang pada abad ke-1 SM dan abad ke-3 M hingga ke-5 M.[11] Opone disebutkan oleh seorang saudagar Yunani yang tidak diketahui namanya dalam panduan Perjalanan Laut Eritrea abad ke-1 M. Kota ini ditampilkan dalam entri ketiga belas catatan kuno tersebut, yang sebagian menyatakan:
Kemudian, setelah berlayar sejauh empat ratus stadion di sepanjang belimbeng, yang ke arahnya arus juga menarikmu, ada kota pasar lain bernama Opone, tempat barang-barang yang sama diimpor seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dan di sana, kulit kayu manis dalam jumlah terbesar (arebo dan moto), diproduksi, dan tempurung kura-kura dalam jumlah besar, yang lebih baik daripada yang ditemukan di tempat lain.
Opone berfungsi sebagai pelabuhan persinggahan bagi para pedagang dari Fenisia, Mesir, Yunani, Persia, Yaman, Nabath, Azania, Romawi, dan tempat lainnya,[12] karena terletak di tempat strategis di sepanjang jalur pesisir dari pusat perdagangan Mukha di Azania ke Laut Merah. Pedagang dari tempat yang jauh seperti Indonesia melewati kota ini, menukar rempah-rempah, sutra, dan barang-barang lainnya, sebelum berangkat ke selatan menuju Azania atau ke utara menuju Yaman atau Mesir melalui jalur perdagangan yang membentang di sepanjang tepi Samudra Hindia. Sejak tahun 50 M, kota ini sudah terkenal sebagai pusat perdagangan kulit kayu manis, bersama dengan barter cengkih dan rempah-rempah lainnya, gading, jangat langka, dan dupa.
Sisa-sisa purbakala
Temuan tembikar Mesir Kuno, Yunani-Romawi, dan Persia telah ditemukan di situs tersebut oleh kelompok kepurbakalaan dari Universitas Michigan. Pada dasawarsa 1970-an, Neville Chittick, arkeolog berkebangsaan Britania, memulai ekspedisi Britania-Somalia di mana dia dan rekan-rekannya dari Somalia menemukan sisa-sisa tembok batu kering kuno, rumah-rumah dengan halaman, dan tempat pelabuhan kuno.