Ophély Joëlle Mézino (lahir 16 Juli 1999) adalah peragawati, duta pariwisata dan kebudayaan, serta pemegang gelar pemenang kontes kecantikan asal Guadeloupe, Prancis. Dirinya mewakili Prancis di ajang Miss World 2019 dan mewakili Guadeloupe di ajang Miss Universe 2025.
Latar belakang
Ophély Mézino lahir di La Réunion dan memiliki ikatan kuat dengan Guadeloupe, tempat ia kemudian dibesarkan dan memulai perjalanan publiknya.[1][2] Pengalaman dwibudaya di wilayah Prancis memberikan perspektif budaya yang kaya yang akan membentuk advokasi dan keterlibatan publiknya di kemudian hari.[3][4] Orang tua Ophely memainkan peran penting dalam perkembangan awalnya; ia terbuka tentang hubungannya dengan komunitas tunarungu melalui keluarganya, dan pengalaman pribadi ini telah memengaruhi suara publik dan karyanya di platform publik. [5][6][7][8]
Berbakat akademis, ia menempuh studi persiapan ilmiah yang ketat di bidang biologi, kimia, fisika, dan ilmu bumi sebelum mengeksplorasi peluang di bidang kontes kecantikan dan kemudian memperluas fokus akademiknya ke studi bisnis.[9][10] Fondasi pendidikannya mencerminkan keseimbangan antara disiplin analitis dan keterlibatan publik yang kreatif dan keseimbangan yang akan sangat bermanfaat baginya di arena kompetitif dan global.[11]
Kontes kecantikan
Miss Prancis 2019
Ophely memenangkan Miss Guadeloupe 2018 pada 4 Agustus 2018 dan menjadi perwakilan Guadeloupe di ajang Miss Prancis 2019.[12] Dirinya berhasil finis pada posisi kedua Miss Prancis 2019 yang kala itu dimenangkan oleh Vaimalama Chaves pada 15 Desember 2018 di Lille, Prancis.[13][14]
Pada malam final yang diselenggarakan pada 14 Desember 2019 di London, Inggris, Ophely berhasil menduduki peringkat kedua dan dinobatkan sebagai Miss World Eropa 2019, yang kala itu dimenangkan oleh Toni-Ann Singh asal Jamaika.[18][19]
Miss Universe 2025
Dirinya kembali terjun ke kontes kecantikan, tepatnya di ajang Miss Universe dan dinobatkan sebagai Miss Universe Guadeloupe 2025.[20] Di malam final, Ophely berhasil memasuki babak 12 besar yang kala itu dimenangkan oleh Fátima Bosch Fernandez asal Meksiko.[21][22][23][24][25]