OpenHistoricalMap (disingkat OHM) adalah proyek pemetaan kolaboratif secara daring yang bertujuan untuk membuat peta historis dunia dengan memanfaatkan teknologi dan proses yang dikembangkan oleh OpenStreetMap (OSM). Proyek ini dirancang untuk merekam dan menampilkan perubahan geografis dari waktu ke waktu, dengan menampung berbagai versi fitur spasial sesuai dengan periode sejarahnya.[1][2][3] Berbeda dengan OpenStreetMap yang berfokus pada kondisi terkini dan menghapus data yang sudah tidak berlaku,[4][5] OpenHistoricalMap mempertahankan dan mengarsipkan data historis agar dapat diakses secara berkelanjutan. Pendekatan ini memberikan wadah khusus bagi data yang tidak lagi relevan dengan konteks masa kini, sehingga dapat menghindari potensi kekeliruan interpretasi dalam data OSM modern.[6][7][8]
Sejarah
Domain OpenHistoricalMap.org pertama kali didaftarkan pada tahun 2009, dan pada tahun 2013 proyek ini mulai menggunakan turunan perangkat lunak dari situs web OpenStreetMap sebagai basis pengembangannya. Tujuan utamanya adalah menyediakan platform terbuka untuk memvisualisasikan perubahan spasial yang terjadi pada wilayah tertentu di berbagai periode sejarah.[9][10]
Walaupun memiliki nama yang serupa, proyek OpenHistoryMap yang dimulai pada tahun 2015 memiliki orientasi berbeda. Proyek tersebut berfokus pada penyebaran data arkeologis dan historis dengan model akses terbuka yang dilengkapi mekanisme telaah sejawat,[11] sedangkan OpenHistoricalMap menekankan kontribusi sukarela berdasarkan prinsip Informasi geografis sukarela.[1]
Pada tahun 2016 proyek ini mengalami kegagalan perangkat keras akibat kerusakan hard disk drive, namun sebagian besar data dapat dipulihkan berkat cadangan yang dimiliki oleh kontributor.[10] Sejak tahun 2017, pengelolaan infrastruktur teknis proyek dilakukan oleh GreenInfo Network, yang berbasis di Oakland, California, dan Development Seed, yang berbasis di Washington, D.C.[12][13] Pada tahun 2018 penyedia layanan Topomancy, menghentikan operasinya dan menyerahkan kepemilikan domain kepada Wikiwar Heritage Council, lembaga yang mendukung pelestarian warisan digital dan informasi sejarah.[14]
Pada tahun 2020 OpenHistoricalMap memperkenalkan fitur time slider, yang memungkinkan pengguna menelusuri data peta berdasarkan rentang waktu tertentu. Fitur ini memberikan kemampuan analisis temporal terhadap perubahan geografis, seperti batas wilayah, jaringan transportasi, dan penamaan tempat. Inovasi tersebut berkontribusi pada peningkatan partisipasi komunitas dan perluasan basis data historis.[1] Pada Mei 2021 OpenHistoricalMap menjadi proyek resmi dari OpenStreetMap U.S., organisasi nirlaba yang berfungsi sebagai cabang lokal dari OpenStreetMap Foundation.[15]