Olet Sangenges adalah gunung yang berada di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kompleks gunung ini berada di perbatasan tiga kecamatan yaitu, Batulanteh, Alas dan Buer.[1] Puncak tertinggi gunung ini berada di ketinggian 1840 mdpl yang diberi nama Puncak Ngengas.[2][3] Olet Sangenges merupakan kawasan hulu bagi setidaknya empat daerah aliran sungai (DAS) di kawasan tersebut diantaranya DAS Beh, DAS Rea, DAS Utan serta DAS Ree.[1]
Biodiversitas Olet Sangenges
Kawasan Olet Sangenges telah diusulkan sebagai suaka margasatwa (cagar alam) dan saat ini diklasifikasikan sebagai hutan lindung. Pada tahun 1982, National Conservation Plan dari FAO menganggapnya sebagai area prioritas tertinggi untuk konservasi di Nusa Tenggara Barat, dengan luas sekitar 35.000 hektar dan rentang ketinggian 200–1.930 meter di atas permukaan laut.[4][5]
Olet Sangenges memiliki topografi pegunungan terjal dan berbatu yang dipisahkan oleh beberapa sungai, dengan tiga tipe habitat utama yang teridentifikasi:[4]
Hutan dataran rendah (di bawah 550 m): Sebagian besar telah ditebang, namun masih ada pohon tinggi (hingga 40 m) di lembah. Area yang ditebang memiliki lantai hutan yang ditumbuhi rotan dan bambu lebat. Di sekitar Marente (di bawah 100 m), hutan telah sepenuhnya dibersihkan atau ditebang, menyisakan semak belukar sekunder dengan beberapa tegakan pohon tinggi.
Hutan montane bawah (550–1.000 m): Penebangan hutan meluas hingga 900 m di lereng yang lebih landai. Terdapat pertumbuhan sekunder di tepi sungai, area pohon tumbang, dan bekas jalur penebangan.
Hutan montane atas (di atas 1.000 m): Seluruhnya merupakan hutan primer dengan keanekaragaman jenis pohon yang lebih rendah, termasuk beberapa pohon Casuarina sp.. Area yang lebih datar kadang-kadang memiliki pohon yang lebih tinggi dan komposisi hutan yang mirip dengan hutan montane bawah.
Meskipun merupakan daerah tangkapan air penting dan dilindungi, wilayah ini menghadapi ancaman seperti penebangan hutan untuk kayu bakar, kayu konstruksi, dan rotan (hingga 1.400 m), serta perburuan rusa dan ular oleh penduduk lokal.
Keanekaragaman Avifauna (Burung)
Olet Sangenges merupakan habitat penting bagi berbagai spesies burung, termasuk beberapa yang terancam punah atau mendekati terancam punah, serta subspesies endemik Sumbawa. Dari 121 spesies burung yang tercatat di Sumbawa, 20 di antaranya adalah spesies dengan persebaran terbatas, satu terancam punah, dan delapan mendekati terancam punah.
Spesies burung terancam dan mendekati terancam punah
Kakatua Jambul-kuning (Cacatua sulphurea parvula) - Terancam Punah. Ditemukan sebagai spesies langka di hutan dataran rendah (50–550 m) Gunung Olet Sangenges, dilaporkan keberadaannya hingga sekitar 10 tahun sebelum survei.
Walik Hutan Hitam-belakang (Ptilinopus cinctus) - Mendekati Terancam Punah. Ditemukan di hutan montane atas (hingga 1500 m).
Pergam Punggung-gelap (Ducula lacernulata) - Mendekati Terancam Punah. Umum di hutan montane (di atas 850 m hingga 1700 m). Observasi ini merupakan catatan pertama spesies ini untuk Sumbawa. Spesies ini rentan terhadap perburuan.
Celepuk Wallace (Otus silvicola) - Mendekati Terancam Punah. Terdapat di hutan hujan semi-evergreen (450–1350 m).
Cinenen Sumba (Coracina dohertyi) - Mendekati Terancam Punah. Sering ditemukan di hutan hujan semi-evergreen (800–930 m). Burung jantan di Flores tampak lebih gelap daripada di Sumbawa, mengindikasikan kemungkinan subspesies baru yang belum dideskripsikan.
Opior Jambul (Lophozosterops dohertyi dohertyi) - Mendekati Terancam Punah. Umum di hutan hujan semi-evergreen berkanopi tertutup (300–1400 m). Spesies ini tidak toleran terhadap hutan yang terdegradasi kecuali jika masih mempertahankan kanopi tertutup dan understorey yang luas.
Sikatan Rimba Punggung-coklat (Rhinomyias oscillans oscillans) - Mendekati Terancam Punah. Hanya tercatat di hutan hujan semi-evergreen primer (500–650 m), mengindikasikan intoleransinya terhadap hutan yang terdegradasi. Catatan ini adalah yang pertama untuk Sumbawa.
Elang-alap Sulawesi (Spizaetus cirrhatus floris) - Langka. Subspesies ini hanya terbatas di Flores, Sumbawa, dan Paloe. Keberadaannya di Olet Sangenges menunjukkan kelangkaannya.
Subspesies Endemik Sumbawa yang Ditemukan di Olet Sangenges:
Elang-madu Oriental (Pernis ptilorhynchus): Langka, catatan pertama untuk Sumbawa.
Elang-perut Merah (Hieraaetus kienerii): Langka, catatan pertama untuk Sumbawa.
Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus leucogaster): Tidak umum, tercatat hingga ketinggian 1250 m.
Ayam Hutan Hijau (Gallus varius): Umum hingga sangat umum, tersebar luas hingga 1500 m.
Burung-madu Sisik-mahkota (Lichmera lombokia): Umum di hutan hujan semi-evergreen montane atas (1000–1700 m).
Bondol Muka-hitam (Lonchura molucca): Umum di kaki gunung Olet Sangenges.
Opior Gunung (Zosterops montanus): Tercatat pada ketinggian 1500–1700 m.
Srigunting Wallacea (Dicrurus densus bimaensis): Langka di hutan montane atas (hingga 1430 m).
Tantangan Konservasi
Keberadaan gunung Olet Sangenges sebagai kawasan hutan lindung sangat penting untuk konservasi keanekaragaman hayati di Sumbawa. Namun, meskipun diklasifikasikan sebagai area konservasi, masih terjadi penebangan dan perburuan oleh masyarakat setempat. Rekomendasi konservasi mendesak adalah untuk secara efektif melindungi hutan hujan semi-evergreen di area ini, khususnya hutan montane, yang merupakan habitat vital bagi banyak spesies endemik dan terancam punah. Tindakan ini tidak hanya akan melindungi populasi spesies yang juga ditemukan di Flores, tetapi juga berbagai subspesies endemik Sumbawa.