Nama ini merupakan gabungan dari oinos (οἶνος) "anggur" + kheō (χέω) "menuangkan".[2][5][6] Istilah oinos muncul dalam bahasa Yunani Mikenai sebagai 𐀺𐀜code: gmy is deprecated (wo-no) sebagai kata tersendiri, tetapi tidak dalam kata majemuk.[7]
Sejarah dan penggunaan
Oinokhoe dikenal sebagai jenis kendi dari periode Seni Geometris pada Zaman Kegelapan Yunani. Kendi ini digunakan pada perayaan tertentu, untuk mengambil anggur dari wadah dan menuangkannya ke dalam kylix atau cangkir minum lainnya.[1] Oinokhoe juga digunakan dalam upacara persembahan anggur kepada dewa-dewi, ketika digunakan untuk menuangkan anggur ke dalam fiale. Dalam penggunaannya sering muncul pada lukisan permukaan kendi.[8]
Jenis
Oinokhoe mempunyai bukaan mulut berbentuk bulat, seperti paruh atau daun semanggi dan pegangan tegak lurus yang sering menjulur di atas mulut.[2][3] Berbagai jenis oinokhoe telah dibedakan dalam penelitian, berdasarkan bentuk tubuh, mulut, dan gagangnya. Jenis ketiga pada galeri sketsa di bawah ini juga dikenal dengan bentuk kendinya sendiri yang disebut khous. Oinohoe jenis kedelapan di bawah ini dapat disebut cangkir. Oinokhoe ini sangat mirip dengan olpe, yang saat ini dipisahkan menjadi bentuk wadah tersendiri.[3]
↑P. G. W. Glare (ed.) (1982). Oxford Latin Dictionary (Edisi corrected reprint). Oxford: Oxford University Press. hlm.2067, s.v. "vīnum". ISBN0-19-864224-5.;