Oegroseno yang sebelumnya menjadi Ketua Umum PP PTMSI periode 2013–2018[2] menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada pimpinan sidang. Seluruh peserta munas mengapresiasi laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat PTMSI masa bakti 2013–2018 serta menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh anggota Pengurus Pusat PTMSI masa bakti 2013–2018 atas segala jasa dan darma baktinya.
Kehidupan pribadi
Ia adalah putra Brigjen. Pol. (Purn.) Rustam Santiko, Bupati Pati era 1970-an (1973–1978). Saudara-saudara Oegro diantaranya adalah Brigjen TNI Adi Wijaya (Irben Itjenad), Baskoro (lurah di Blora), Indah Lestari (istri Kapolda Bali Irjen. Pol. (Purn.) Benny Mokalu), Diana Mayawati, Asta Sriehastoeti, Pertiwi Ubhayanti, dan Boogie Wibowo.
Ketegasan Oegro, diakui terinspirasi dari sang ayah, yang juga sempat menjadi Wakil Gubernur Akademi Kepolisian.
Sederet pendidikan kepolisian yang pernah ditempuhnya antara lain adalah PTIK (1986).
Divisi Propam Polri
Kemampuannya yang brilian lantas banyak pihak yang menilai kala Kapolri menunjuk Oegroseno sebagai Kepala Divisi Propam Polri sangatlah tepat. Bahkan mantan Kepala Divisi Propam pertama yang juga mantan Kapolda Papua, Irjen. Pol. (Purn.) Timbul Silaen menyebutkan, salah satu tugas yang diemban Divisi Propam Mabes Polri untuk mengawasi perilaku personil Polri dimungkinkan dapat di jalankan dengan baik oleh Oegroseno. Secara pribadi Silaen kenal baik dengan Oegro yang dulunya merupakan bawahannya langsung. "Dimungkinkan Divisi Propam Mabes Polri dalam menjalankan tugas dan perannya secara baik dibawah kepemimpinan Oegroseno", kata Timbul Silaen yang pensiun dari lingkup Polri sejak tahun 2005.
Polda Sumatera Utara
Kecemerlangan Oegro berlanjut saat ditugaskan di Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Ia tak segan ikut memburu pelaku-pelaku kejahatan yang sering kali membahayakan masyarakat Sumut. Bahkan Oegro sempat berenang di sungai di Desa Dolok Sagala, Dolok Marsihul, Serdang Bedagai.[3] Dalam penangkapan tersebut, Oegro turun langsung ke lokasi penyergapan dan penyisiran. Dikawal oleh tim khusus, ia menyebrangi sungai sambil berenang untuk mencari para pelaku teror lainnya. "Ini situasi di Sumut tidak bisa dianggap main-main. Saya serius sekali menangani kasus-kasus ini. Maka saya harus langsung melihat kondisi di lapangan," ujar Oegro.
Lemdiklat Polri
Dinaikkan pangkatnya sebagai jenderal bintang tiga dan mendapat posisi Kalemdiklat Polri, Oegro tidak jumawa. Ia tetap membawa kesederhanannya selama memimpin lembaga pendidikan polisi tersebut. Ia tak canggung untuk naik sepeda angin (sepeda pancal;engkol) dari kediamannya ke kantor Lemdik di Ciputat. Dia merupakan sosok pemimpin yang humanis. Dengan jabatan sebagai Kepala Lembaga Pendidikan (Kalemdik) Polri sekarang ini, dia juga mempunyai banyak karya. Dia mengusulkan kepada pimpinannya, peserta yang mengikuti jenjang pendidikan dan kepangkatan, mulai dari Setukpa, Sekolah Lanjut Perwira (Selapa), Sekolah Pimpinan (Sespim) Polri, sebaiknya dilaksanakan di setiap polda di Tanah Air.[4]
Baharkam Polri
Sesuai dengan TR Kapolri per tanggal 18 Desember 2012,[5] Oegro dimutasi sebagai Kabaharkam Polri menggantikan Imam Sudjarwo. Jabatannya di Lemdikpol diserahkan pada mantan Kapolda Bali, Irjen Pol Budi Gunawan. Menurut Kapolri, Baharkam sedang dihadapkan pada tantangan dan tugas yang cukup krusial. Di samping pengamanan objek vital nasional bernilai strategis, juga objek-objek vital lainnya termasuk konflik horizontal dan konflik komunal.[6]