Pada masa revolusi fisik tahun 1949, ia terlibat dalam berbagai kegiatan politik untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Sumatra Barat. Setelah itu, ia diangkat menjadi pegawai tinggi di provinsi. Mula-mula, ia menjabat sebagai patih yang diperbantukan pada Bupati Padang Pariaman (Januari 1950) dan patih Kabupaten Tanah Datar (Oktober 1950).[2]
Buya Oedin meninggal di Jakarta pada 17 Juni 1984 dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir. Ia menikah dengan Rahmadani. Di antara anaknya yakni Moesni Oedin[3] dan Asdi Oedin.