Judul film ini sempat jadi kontroversi, karena ada pelarangan. Pertama, "Nyoman dan Presiden", judulnya diminta diubah menjadi Nyoman dan Bapaknya, Nyoman dan Kita, Nyoman dan Bangsa, Nyoman dan Merah Putih, atau Nyoman dan Indonesia hingga akhirnya berjudul Nyoman Cinta Merah Putih.[1]
Sinopsis
Nyoman (Dewa Gede) menulis surat pada Presiden. Surat itu dibalas. Kampungnya heboh. Kepala kampung "menyita" surat itu karena "mengganggu" stabilitas. Nyoman sakit, hingga akhirnya dikembalikan. Nyoman lalu bertekad bertemu dengan Presiden. Ia lalu berangkat ke Jakarta dan tidak sia-sia ia bisa bertemu juga dengan Presiden.[1]