Nusa Penida adalah sebuah pulau (nusa) bagian dari Kabupaten Klungkung, Bali, Indonesia yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung. Di dekat pulau ini terdapat juga pulau-pulau kecil lainnya yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Perairan pulau Nusa Penida terkenal dengan kawasan selamnya di antaranya terdapat di Crystal Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh dan Malibu Point.
Etimologi
Nusa Penida berasal dari bahasa Bali, dengan "Nusa" yang berarti "pulau" dan "Penida" yang berarti "pendeta". Oleh karena itu, Nusa Penida secara harfiah berarti "pulau para pendeta".[3]
Sejarah
Peta sembilan kerajaan Bali, sekitar tahun 1900. Pada peta bersejarah ini, Nusa Penida ditulis Bandieten eiland (bahasa Belanda) yang berarti "Pulau Bandit" karena pembuangan penjahat, lawan politik, atau narapidana ke pulau tersebut.
Sejarah pulau Nusa Penida di Bali dimulai pada abad ke-10. Tulisan-tulisan paling awal tentang Nusa Penida memang telah ditemukan di Pilar Belanjong, yang berasal dari tahun 914 M. Pilar ini memuat prasasti yang menyebutkan ekspedisi militer Raja Bali pertama, Sri Kesari Warmadewa, menaklukan Nusa Penida.[butuh rujukan]
Masyarakat Nusa Penida sudah lama mampu melawan raja-raja Bali yang banyak mengorganisasi ekspedisi militer lainnya. Namun, pada paruh kedua abad ke-17, pulau Nusa Penida pasti ditaklukkan oleh ekspedisi Dinasti Gelgel. Raja terakhir Nusa Penida, Dalem Bungkut, tewas dalam pertempuran.[butuh rujukan]
Nusa Penida kemudian menjadi bagian dari istana Klungkung, salah satu dari sembilan kerajaan di Bali. Setelah integrasi Bali ke Hindia Belanda pada 1908 yang kemudian menjadi Indonesia kemudian, Nusa Penida tetap melekat pada Kabupaten Klungkung.[butuh rujukan]
Sebuah peta Belanda yang dibuat pada 1900 menyebut Nusa Penida sebagai Pulau Bandit Karena dulu Kerajaan Klungkung pernah mendeportasi penjahat, lawan politik dan ahli ilmu hitam ke Nusa Penida.[4]
Perbukitan dan kapur karang merupakan kondisi tanah di pulau ini, salah satunya gunung bukit tertinggi bernama Gunung Mundi yang terletak di Kecamatan Nusa Penida. Sumber air adalah mata air dan sungai hanya terdapat di wilayah daratan Kabupaten Klungkung yang mengalir sepanjang tahun.[butuh rujukan]
Desa-desa pesisir nusa penida di sepanjang pantai bagian utara berupa lahan datar dengan kemiringan 0 – 3% dari ketinggian lahan 0-268 mdpl.[butuh rujukan]
Sedangkan di Kecamatan Nusa Penida sama sekali tidak ada sungai. Sumber air di Kecamatan Nusa Penida adalah mata air dan air hujan yang ditampung dalam cubang oleh penduduk setempat. Kabupaten Klungkung termasuk beriklim tropis. Bulan-bulan basah dan bulan-bulan kering antara Kecamatan Nusa Penida dan Kabupaten Klungkung daratan sangat berbeda.[butuh rujukan]
Infrastruktur wisata dan pengembangan akses ke lokasi destinasi wisata sudah mulai tumbuh di Bali 3 nusa ini. Keramahan lokal akan anda temui di setiap sudut Bali 3 nusa ini yang memiliki populasi 46.749 jiwa (8.543 KK) pada sensus 2010, meliputi 202,8 km2 yang sudah mulai banyak mengalami perubahan sejak 10 tahun belakangan ini.[butuh rujukan]
Secara administratif, kecamatan di Kabupaten Klungkung ini terdiri dari 4 kecamatan besar (Kecamatan Klungkung, Kecamatan Banjarangkan, Kecamatan Dawan dan Kecamatan Nusa Penida). Kecamatan Nusa Penida terdiri dari tiga kepulauan yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Lembongan dan Pulau Ceningan, dan terdiri dari 16 Desa Dinas. Pulau Nusa Penida bisa ditempuh dari empat lokasi dermaga.[butuh rujukan]
Pelabuhan
Sekurangnya yang diketahui ada 6 dermaga/pelabuhan berbeda-beda untuk setiap perusahaan kapal cepat dari Sanur menuju Nusa Penida berlabuh. Pelabuhan di Nusa Penida tersebut di antaranya adalah:[butuh rujukan]
Pelabuhan Toya Pakeh
Pelabuhan Buyuk
Pelabuhan Br. Nyuh
Pelabuhan Mentigi
Pelabuhan Sampalan (Ferry)
Pelabuhan Lembongan
Tempat wisata
Pantai Atuh terletak di sisi selatan pulau Nusa Penida dan berbatasan langsung dengan Samudra HindiaPemandangan Pasih Uug atau dikenal juga sebagai Broken Bay di Nusa PenidaSeekor monyet dewasa di Nusa Penida.Seekor monyet muda di Nusa Penida.
Pusat destinasi wisata di Pulau Nusa Penida terletak di bagian barat pulau tersebut, termasuk Pantai Kelingking dan Pantai Broken yang terkenal. Berikut adalah penjabaran destinasi wisata yang terdapat di Nusa Penida.[butuh rujukan]
Sebelah Selatan
Tebing Banah
Pantai Tembeling dan Hutan Tropis
Air Terjun Segening
Mata Air Peguyangan
Sebelah Barat
Pantai Kelingking
Pantai Broken - Pasih Uug
Angel Billabong
Pohon Cinta
Paluang Cliff
Pantai Kelingking
Tebing Palungan
Pantai Crystal Bay
Sebelah Timur
Pantai Atuh
Pantai Diamond
Pulau Seribu / Raja Lima
Rumah Pohon Molenteng
Pantai Suwehan
Bukit Teletubbies Nusa Penida
Goa Giri Putri dan Vihara Dewi Kwan Im
Transportasi
Laut
Di Pulau Bali tersedia banyak kapal cepat menuju Nusa Penida. Kapal cepat tersedia di hampir setiap pelabuhan di Bali, seperti Pelabuhan Serangan, Pelabuhan Sanur dan Pelabuhan Padangbai mulai dari jam 7 pagi hingga sore hari jam 5, begitu pun dengan jadwal sebaliknya.[butuh rujukan]
Kapal tradisional dengan harga yang relatif murah berangkat setiap hari pada pukul 6 pagi di dekat jembatan gantung antara Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Perahu ini menjadi transportasi yang banyak digunakan oleh penduduk setempat maupun para wisatawan dan sering kali sangat ramai.[butuh rujukan]
Darat
Nusa Penida juga menyediakan transportasi darat untuk mobilitas ekonomi penduduk maupun wisatawan. Seperti sewa motor dan sewa mobil dapat dengan mudah ditemui pada setiap dermaga pelabuhan yang ada di Nusa Penida.[butuh rujukan]
Akses jalan di Nusa Penida belum teraspal semua dan belum sebaik di Pulau Bali, pembangunan akses jalan masih dalam pembenahan dan proses lebih baik kedepannya.[butuh rujukan]