Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.
Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.
Pada awalnya Nurul Atik bekerja sebagai pembantu di California Fried Chicken (CFC) dengan gaji sedikit. Untuk menghemat biaya hidup, Nurul pun harus mencari tempat kos yang jaraknya sekitar lima kilometer dari tempatnya bekerja. Tak jarang dengan alasan pengiritan, ia memilih berjalan kaki sampai satu kilometer. Seiring karier kondisi ekonomi yang membaik, pada usia 29 tahun, Nurul menikah dengan Emy Setiawati, seorang karyawan di sebuah swalayan di Yogyakarta. Namun, gaji yang diterima Nurul tak mampu memenuhi kebutuhan selama satu bulan. Ketika krisis keuangan melanda Indonesia tahun 1998, Nurul memutuskan keluar dan membuat usaha sendiri. Usaha pertamanya adalah Rocket Chicken dengan potensi pasar ekonomi menengah bawah yang berbeda dengan usaha sebelumnya yang menyasar pasar menengah atas, dan dalam waktu setahun telah memiliki 83 mitra.[1] Pada 21 Februari 2010, Nurul lantas mendirikan usaha sendiri dengan nama Rocket Chicken di Jalan Wolter Monginsidi, Semarang.
Beragam paket makan yang ditawarkan Rocket Chicken, mulai dari paket ayam goreng, nasi, es lemon tea dengan harganya Rp 6.000, sampai paket chicken steak dan es lemon tea dengan Rp 8.000. Dalam kurun waktu 2 tahun gerai Rocket Chicken menjadi lebih dari 100 unit, enam unit di antaranya dimiliki oleh Nurul sendiri, yakni dua gerai di Jawa Tengah, serta dua gerai lagi di Jawa Timur. Dari enam gerai tersebut, Nurul mempekerjakan 84 karyawan. Ia juga memiliki 12 petugas kontrol, serta 13 karyawan di kantor Rocket Chicken. Dari enam gerai tersebut, Nurul bisa menghasilkan omzet sebesar Rp 90 juta per bulan. Nurul juga memiliki sumber pendapatan dari biaya royalti yang harus dibayar mitranya tiap bulan sebesar Rp. 100 Juta.