Nurit Peled-Elhanan dibesarkan dalam sebuah keluarga sayap kiri di wilayah Rehavia, Yerusalem. Ia menyatakan bahwa dirumahnya ia dibesarkan sebagai seorang Zionis sayap kiri. Kakeknya, Avraham Katsnelson, menandatangani Deklarasi Kemerdekaan Israel.[5] Ia adalah putri dari Matti Peled, seorang Mayor-Jenderal Israel, sarjana sastra Arab, anggota Knesset dan aktivis perdamaian terkenal. Putri Elhanan, Smadar, tewas pada usia tiga belas tahun dalam serangan bunuh diri Palestina Jalan Ben Yehuda 1997 di Yerusalem.[1]
Saudaranya, Miko Peled adalah seorang aktivis untuk hak asasi Palestina, dan pengarang buku 2012, The General's Son: Journey of an Israeli in Palestine.[6]
Karier
Peled-Elhanan adalah seorang profesor bahasa dan pendidikan di Universitas Ibrani Yerusalem dan penerima Penghargaan Sakharov untuk Kebebasan Berpikir pada 2001 dari Parlemen Eropa.[1][2][3][4] Ia menerjemahkan Le racisme (1982) karya Albert Memmi dan Écrire (1993) karya Marguerite Duras ke dalam bahasa Ibrani.[7][8] Bukunya, Palestine in Israeli Books: Ideology and Propaganda in Education, dirilis di Inggris pada April 2012.
Opini
Tentang Israel
Dalam Palestine in Israeli School Books: Ideology and Propaganda in Education, yang dirilis di Inggris pada April 2012, Nurit Peled-Elhanan mendeskripsikan penggambaran orang-orang Arab dalam buku-buku sekolah Israel bersifat rasis. Ia menyatakan bahwa satu-satunya representasi mereka adalah sebagai "pengungsi, petani primitif dan teroris," mengklaim bahwa "ratusan dan ratusan" buku, tidak satupun yang menggambarkan orang Arab sebagai "orang normal."[3]
Elhanan mengkritik penulis Israel A. B. Yehoshua untuk komentar-komentar yang ia buat dalam rujukan perbandingan budaya antara Yahudi dan Arab yang Yehoshua katakan menjadi alasan mereka tak pernah hidup bersama. Ia berkata bahwa dalam pandangannya Ehud Olmert, Ehud Barak, Ismail Haniyeh, dan Hezbollah adalah sama: "Mereka suka melihat anak-anak mati." Saat ditanyai tentang insiden di mana para penduduk di sebuah kawasan di Yerusalem Timur memiliki sebuah barbekyu di dekat sebuah kawasan Yahudi pada masa Yom Kippur, berteriak melalui pengeras suara dan menyerang Yahudi yang pulang dari sinagoge, Elhanan berkata bahwa pendudukan dan kurangnya layanan wilayah menimbulkan kebencian dan "kebencian membuat hal-hal seperti itu ."[1]
Referensi
1234Hyman, Yuval (7 January 2009). האם השכולה שתומכת בפלסטינים. Nrg Maariv (dalam bahasa Hebrew). Diakses tanggal 15 June 2012. היא גדלה בבית עם אופי שמאלי מובהק בשכונת רחביה. 'גדלתי בבית ציוני-שמאלני', היא מספרת." "לפני כשנה התראיין הסופר א. ב. יהושע וטען כי ליהודים וערבים אין סיכוי לחיות יחד בגלל פערי תרבות. 'איזה כיף ליהושע שהוא מצא את התשובה', היא מגיבה בציניות גלויה, 'שהוא יכול לשבת בחיפה ולהרגיש ממש טוב. כיף להיות א. ב. יהושע. אני חושבת שזאת שטות ממדרגה ראשונה'." "אהוד אולמרט, אהוד ברק, אסמאעיל הניה, חזבאללה, הם בשבילי כולם אותו דבר. הם נהנים לראות ילדים מתים." "לאור הכיבוש האכזרי, לאור הרמיסה, לאור זה שבבית צפפא אין שום שירותים קהילתיים בכלל, זה יוצר שנאה, ושנאה יוצרת דברים כאלה." "מי שנפגע זה אף פעם לא מי שמגיע לו. באסון התאומים ג'ורג' בוש נהרג? לא. הוא היה צריך להיהרג.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)