Notion adalah aplikasi produktivitas dan pencatatan yang dikembangkan oleh Notion Labs, perusahaan rintisan yang berlokasi di San Fransisco.
Aplikasi
Notion adalah platform kolaborasi dengan format Markdown dan memiliki beberapa fitur tambahan seperti papan kanban, tugas, wiki, dan basis data. Platform ini berfungsi sebagai ruang kerja untuk pencatatan, manajemen pengetahuan, pengorganisasian data, serta pelacakan proyek dan tugas.[1] Aplikasi ini bersifat lintas anjungan dan sebagian besar diakses melalui peramban web.[2]
Notion menggunakan AI dan menyediakan pustaka templat gratis dan berbayar. Notion AI membantu pengguna dalam menulis dan menyempurnakan konten, meringkas catatan yang ada, menyesuaikan gaya penulisan, serta menerjemahkan atau memeriksa teks.[3][4][5]
Riwayat
Notion Labs, Inc. didirikan pada tahun 2013 sebagai perusahaan rintisan di San Francisco oleh Ivan Zhao, Chris Prucha, Jessica Lam, Simon Last, dan Toby Schachman.[6]
Pada bulan Agustus 2016, Notion 1.0 dirilis, diikuti oleh Notion 2.0 pada bulan Maret 2018. Pada saat itu, karyawan pada perusahaan ini kurang dari 10 orang.[7]
Pada bulan Februari 2023, perusahaan merilis layanan "Notion AI" [8] dan kemudian menambahkan fitur AI yang memungkinkan pengguna untuk bertanya pada chatbot AI, dan menerima jawaban berdasarkan informasi yang disimpan di ruang kerja (workspace) pengguna. Pada bulan September tahun 2024, perusahaan ini mengumumkan telah mencapai 100 juta pengguna.[9]
Pada bulan April 2025, perusanaan merilis layanan "Notion Mail", yaitu klien email berbasis Gmail dengan integrasi Notion AI, yang dimaksudkan untuk membantu pengguna menyusun balasan surel, menjadwalkan rapat, dan mencari item di seluruh pesan.[10]
Harga
Notion memiliki empat tingkat model berlangganan, yaitu Gratis, Plus, Bisnis, dan Perusahaan.[11] Notion juga menawarkan paket pelajar gratis yang disebut "Notion untuk pendidikan".[12]