Normalisasi mencakup pengelolaan kolom (atribut) dan tabel (relasi) akan suatu pangkalan data untuk menjamin bahwa dependensi berjalan secara benar dengan keterbatasan integritas pangkalan data. Dicapai dengan menerapkan beberapa aturan formal, baik dengan proses sintesis (menciptakan rancangan pangkalan data yang baru) atau dekomposisi (meningkatkan rancangan pangkalan data yang ada).
Tujuan
Tujuan akan normalisasi di luar 1NF (bentuk normal pertama) sebagaimana dinyatakan Codd:
Kepada keleluasaan koleksi akan relasi-relasi dari dependensi penambahan, pengubahan dan penghapusan yang tidak diindahkan.
Mengurangi keperluan penstrukturan ulang koleksi akan relasi, seraya tipe data baru diperkenalkan.
Mencapai model relasional kian informatif bagi pengguna.
Menjadikan koleksi akan relasi netral kepada statistik kueri yang mana statistik dapat berubah seiring berjalan waktu.
—E.F. Codd, "Further Normalization of the Data Base Relational Model"
Meminimalkan perancangan ulang kala perluasan struktur pangkalan data
Pangkalan data yang penuh akan normalisasi mengizinkan struktur diperluas untuk akomodasi tipe data baru tanpa mengubah struktur terlalu banyak. Sebagaimana interaksi aplikasi dengan pangkalan data terpengaruh minimal.
Secara tidak formal, sebuah relasi pangkalan data relasional kerap digambarkan sebagai "normalisasi" bila memenuhi bentuk normal ketiga.[1] Sebagian besar relasi 3NF ialah keleluasaan akan anomali penambahan, pengubahan dan penghapusan.
Referensi
↑Date, C. J. (1999). An Introduction to Database Systems. Addison-Wesley. hlm.290.