Nisoldipin adalah obat yang digunakan untuk mengobati angina pektoris kronis dan hipertensi. Obat ini merupakan penghalang saluran kalsium dari golongan dihidropiridina. Nisoldipin memiliki tropisme untuk pembuluh darah jantung.[1]
Obat ini dipatenkan pada tahun 1975 dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 1990.[2]
Efek samping yang umum adalah sakit kepala, konfusi, detak jantung cepat, dan edema. Reaksi hipersensitivitas jarang terjadi dan termasuk angioedema.[3]
Interaksi
Zat ini dimetabolisme oleh enzim hati CYP3A4. Akibatnya, penginduksi CYP3A4 seperti rifampisin atau karbamazepin dapat mengurangi efektivitas nisoldipin, sementara penghambat CYP3A4 seperti ketokonazol meningkatkan jumlah nisoldipin dalam tubuh lebih dari 20 kali lipat. Jus limau gedang juga meningkatkan konsentrasi nisoldipin dengan menghambat CYP3A4.[3]
Farmakologi
Mekanisme kerja
Nisoldipin adalah penghambat saluran kalsium yang secara selektif menghambat saluran kalsium tipe L.[3]
Referensi
↑Knorr AM (April 1995). "Why is nisoldipine a specific agent in ischemic left ventricular dysfunction?". The American Journal of Cardiology. 75 (13): 36E –40E. doi:10.1016/S0002-9149(99)80446-9. PMID7726122.
Mielcarek J, Grobelny P, Szamburska O (April 2005). "The effect of beta-carotene on the photostability of nisoldipine". Methods and Findings in Experimental and Clinical Pharmacology. 27 (3): 167–171. doi:10.1358/mf.2005.27.3.890873. PMID15834448.
Hamilton SF, Houle LM, Thadani U (1999). "Rapid-release and coat-core formulations of nisoldipine in treatment of hypertension, angina, and heart failure". Heart Disease. 1 (5): 279–288. PMID11720635.