Pemukiman Awal (1609-1625)
Eksplorasi awal Belanda di daerah yang sekarang disebut Teluk New York tercatat pertama kali pada tahun 1609 yaitu pada masa pelayaran Henry Hudson, yang sedang mencoba menemukan Jalur Barat Laut untuk VOC. Sebaliknya, ia membawa pulang berita mengenai kemungkinan memanfaatkan bulu berang-berang di area itu, karena bulu tersebut dapat diproses untuk membuat topi anti air. Produk sampingan dari perdagangan bulu berang-berang adalah castoreum — produk kelenjar pantat berang-berang — yang digunakan karena orang percaya mengandung obat-obatan. Ekspedisi oleh Adriaen Block dan Hendrick Christiansz pada tahun 1611, 1612, 1613 dan 1614 menghasilkan survai dan pemetaan wilayah itu dari garis paralel 38 derajat hingga 45 derajat. Dalam peta mereka tahun 1614, yang memberikan mereka monopoli perdagangan selama empat tahun dengan paten dari Parlemen Belanda, untuk pertama kali mereka menamai wilayah yang baru ditemukan dan dipetakan itu "Belanda Baru". Peta ini juga memperlihatkan sepanjang tahun pertama, di hulu Sungai Hudson, kehadiran perdagangan di Belanda Baru yang berbasis pulau, Fort Nassau, yang 10 tahun kemudian, pada 1624, digantikan dengan Fort Orange di daratan utama yang berkembang menjadi kota Beverwyck, kini Albany.
Pada 1613 Hendrick Christiansz membangun sebuah pos perdagangan bulu binatang di hilir Manhattan, kira-kira tempat yang kemudian dibangun menjadi World Trade Center, dan dengan demikian menandai awal sejarah New York City sebagai tempat yang dihuni orang Eropa. Perlu dicatat pula bahwa di antara para pemukim itu terdapat Jan Rodrigues orang Afrika-Amerika pertama yang tinggal di New York.
Setahun kemudian Perusahaan Belanda Baru membangun di New York hilir yang kini menjadi kota Albany, sebuah benteng yang dinamai Fort Nassau. Sejak 1616 pun sudah ada pos perdagangan bulu yang kecil di tempat yang kini dikenal sebagai Kingston. Jadi, dari pos-pos perdagangan bulu Belanda inilah berkembang karakter perdagangan New York.
Pada satu setengah dekade pendudukan oleh koloni tersebut, pulau Manhattan hanya digunakan sementara oleh Belanda. Daerah itu hanya dibangun untuk perusahaan penghasil laba, dan bukan dimaksudkan untuk menanamkan kebudayaan Belanda. Tidaklah heran apabila kemudian daerah di sekitar muara Sungai Hudson amat tertinggal dibanding dengan daerah hutan pedalaman yang belum tereksplorasi namun kaya dengan hasil berang-berang, di mana perusahaan-perusahaan dagang dapat berhubungan langsung dengan pemburu Pribumi Amerika yang memasok mereka dengan bulu yang ditukar dengan barang-barang dagangan murah buatan Eropa secara barter dan wampum, yang selanjutnya dibentuk menjadi koin di bawah pengawasan Belanda di Long Island
Karena itu pada tahun 1624, ketika kelompok keluarga dari Eropa tiba pertama kalinya di Governors Island, diikuti oleh kelompok pemukim kedua di pulau itu pada 1625, untuk menguasai wilayah New Netherland dan menjalankan berbagai pos perdagangan, kebanyakan dari mereka dikirim ke Verhulsten Island High Island di South River Sungai Delaware, ke Kievitshoek dan Zeebroek di muara Verse Rivier Sungai Connecticut dan di hulu Mauritius atau North River Sungai Hudson. Pemukiman di Manhattan pertama-tama terbatas untuk beberapa pengusaha perkebunan dan juga untuk ternak sapi yang dilepas bebas.