Nicola Rotunno (1 Desember 1928–8 Februari 1999) adalah seorang prelatus Gereja Katolik Italia yang menjalani karirnya dalam penugasan diplomatik Takhta Suci, yang meliputi penempatannya sebagai Nunsius Apostolik di Burundi, Rwanda, Sri Lanka, dan Suriah.
Biografi
Nicola Rotunno lahir di Stigliano, Provinsi Matera pada 1 Desember 1928. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 25 Juli 1951.[1]
Untuk mempersiapkan karir diplomatik, ia masuk Akademi Gerejawi Kepausan pada 1955.[2] Penugasan pertamanya menempatkannya ke Honduras, Nikaragua, Oseania, dan Lisbon.[1]
Pada 13 April 1978, Paus Paulus mengangkatnya menjadi Pro-Nunsius Apostolik untuk Sri Lanka.[4] Pemerintah Sri Lanka tak senang kala Rotunno menunjukkan simpati kepada penduduk Tamil di Sri Lanka.[5] Ia juga mendapatkan penentangan dari Yesuit Aloysius Pieris kala ia berniat menyelidiki hubungannya dengan komunitas Buddhis.[6]
Pada 30 Agustus 1983, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi Pro-Nunsius Apostolik untuk Suriah.[7]
Pada 8 Desember 1987, Paus Yohanes Paulus menugaskannya ke Sekretariat Negara.[8] Pada 27 February 1988, Rotunno diangkat menjadi Uskup Sabina-Poggio Mirteto, memperkenannkannya untuk mempertahankan gelar pribadi uskup agung.[9] He retired on 30 July 1992.[8]