Neuston (hidup di permukaan air) laut berkontras dengan plankton (organisme yang berhanyut mengikuti arus air), nekton (organisme yang dapat berenang melawan arus air) dan bentos (organisme yang hidup di dasar laut).
Anggang-anggang adalah salah satu contoh neuston air tawar terkenal
Neuston, atau yang juga dikenal sebagai pleuston, merujuk kepada organisme-organisme yang hidup di permukaan sebuah badan air, seperti samudra, estuari, danau, sungai, lahan basah atau kolam. Neuston dapat hidup di atas permukaan air atau sebagian tenggelam di bawah permukaan air. Selain itu, mikroorganisme dapat hadir di lapisan mikro permukaan yang terbentuk di antara bagian atas dan bawah permukaan air. Neuston telah didefinisikan sebagai "organisme yang hidup pada antarmuka udara/air pada habitat laut, muara, dan air tawar, atau merujuk kepada biota pada atau langsung di bawah lapisan permukaan air".[1]
Neuston dapat terbagi secara informal menjadi dua kelompok: fitoneuston, yaitu autotrof yang mengambang di permukaan air, seperti sianobakteri, alga berfilamen, dan tumbuhan air perenang bebas (seperti Azolla, duckweed dan kiambang); dan zooneuston, yaitu heterotrof seperti protista (seperti ciliata) dan metazoa (hewan akuatik). Istilah neuston berasal dari bahasa Yunani neustos, yang berarti "berenang", ditambah dengan akhiran kata kerja -on.[2] Istilah ini pertama kali digunakan pada literatur biologi pada 1917.[3] Istilah alternatif dari neuston, yaitu pleuston, berasal dari bahasa Yunani plein, yang berarti "mengapung" atau "berlayar". Penggunaaan terawal kata ini adalah pada tahun 1909, sebelum penggunaan pertama neuston.[4] Sebelumnya, beberapa ahli telah mencoba membedakan neuston dan pleuston, tetapi perbedaan ini tidak digunakan secara luas. Per tahun 2201, kedua istilah ini dapat dipertukarkan, tetapi neuston lebih sering digunakan ketimbang pleuston.