Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Negeri Ngarip adalah desa yang berada di kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pekon ini memiliki 6 dusun yaitu dusun Suka Negeri,Suka Damai, Sukabanjar, Suka Maju, tulung seluang, Pejajahan. Pekon ini di pimpin oleh kepala Pekon atau Peratin/Perwatin. Pekon Negeri Ngarip terdapat 3 tempat ibadah untuk umat Islam dan 2 Tempat Pendidikan Qur'an yaitu PONPES TOHAROTUL QULUB dan TPA BUSTANUL FALAH serta 2 sekolah yaitu PAUD Asyifa dan SDN 01 Negeri ngarip.[1] Iklim Pekon Negeri ngarip, sebagaimana peken-pekon lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim Kemarau dan Penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di pekon Negeri Ngarip.
Sejarah Pekon
Di dalam tambo kepaksian Ngakhip Semaka Padang khatu menceritakan bahwa Nenek moyang masyarakat pekon negeri ngarip adalah naga berisan memiliki saudara kandung yang bernama puyang rakiyan sakti dan puyang rakian, mereka merupakan keturunan ke 5 dari Kepaksian Lapah di Way Kerajaan Paksi pak sekala brak lampung,Puyang naga berisang memiliki 3 orang anak yaitu
1. Suku hikha (laki laki)
2. Negeri sakti (wanita)
3. Miccang (laki laki)
Suku hikha netap di Tiyuh memon pugung,kab.Tanggamus,suku hikha memiliki 3 orang anak yang salah satunya cikal bakal menjadi nenek moyang masyarakat pekon negeri ngarip nama anak dari suku hikha adalah
1. Muh Arif (Muhammad Syarif Hidayatulah)
2. (Wanita) ket tidak terbaca
3. (laki laki) –
Muh Arif arif hijrah dari tiyuh memon ke arah matahari terbenam pertama di dekat pekon banjar sari sekarang di sebut pedukuhan pedjajahan, kemudian pindah kearah timur kira-kira 500 Meter Membuat Sawah Yang kelak akan tempat istirahat terakhirnya dan istri beserta anaknya yang bernama Mulud (Gelar Khadin suku khatu) tempat istirahat terakhir nya tersebut dikenal dengan nama keramat Mando.[2]
Pekon Negeri ngarip awalnya di kenal orang sebagai negeri changgak (Ngekhi Khanggak) khaggak adalah nama tumbuhan yang paling banyak di temui di pakon negeri ngarip kala itu,kemudian menjadi negeri semaka dan sekarang menjadi negeri ngarip nama negeri ngarip sendiri mengambil dari pengabadian nama leluhur Muh Arip.
Dimasa kejayaan pekon negeri ngarip kala itu Muh arip memilki penglima perang Hulu Balang Bernama (Kukun) Yang gugur di dalam bumbun pekon banjar sari(sekarng dekat MTS) dia tewas di tangan pengroyokan hulu balang pekon balak,itupun karena dia sendiri yang membocorkan ilmu kebal tahan Segikhangnya Yaitu bamban mak buawan bukhung mak bukepi (bamban Bukhung). Dari jalur muh. Arif masyarakat pekon negeri ngarip berasal.
Pemimpin adat pekon negeri ngarip dari masa ke masa
Muh.Arif
Mulut (Gelar khadin suku khatu)
Hasanuddin (Gelar Khaja Mesakh)
Khasan (Gelar Batin Khaja Liyu)
Marhakim (Gelar Dalom Penyimbang Khatu)
Muh. Sahfri (Gelar Dalom Khaja Hukum)
Fauzi (Gelar Dalom Punyimbang Adat)
Adriyadi SH.MH. (Gelar Dalom Khaja Hukum) > sekarang