Negara narkoba adalah istilah politik dan ekonomi yang digunakan untuk menggambarkan negara-negara di mana semua institusi sah telah disusupi oleh kekuasaan dan kekayaan dari perdagangan narkoba ilegal. Istilah ini pertama kali digunakan untuk menggambarkan Bolivia setelah kudeta tahun 1980 yang dipimpin oleh Luis García Meza, yang diduga dibiayai terutama dengan bantuan para penyelundup narkotika.
Istilah ini sering dianggap ambigu karena adanya perbedaan dalam karakteristik negara narkoba. Secara umum, deskripsinya mencakup organisasi ilegal yang memproduksi, mengirim, atau menjual narkoba serta mengendalikan institusi sah melalui kekerasan, suap, atau pemerasan. Situasi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk. Contohnya, Kolombia, di mana Pablo Escobar menjalankan Kartel Medellín (dinamai berdasarkan tempat kelahirannya) selama sebagian besar tahun 1970-an dan 1980-an, memproduksi serta menyelundupkan kokain ke Amerika Serikat.[1] Escobar berhasil menguasai sebagian besar pasukan polisi di Medellín dan daerah sekitarnya melalui suap dan ancaman, yang memungkinkannya memperluas bisnis perdagangan narkoba.
Artikel atau bagian ini sedang dalam perubahan besar untuk sementara waktu. Untuk menghindari konflik penyuntingan, dimohon jangan melakukan penyuntingan pada halaman ini selama pesan ini ditampilkan.
Halaman ini terakhir disunting pada 09.14, 30 September 2025 (UTC) (9 bulan lalu)– (hapus singgahan). Pesan ini dapat dihapus jika halaman ini sudah tidak disunting dalam beberapa jam. Jika Anda adalah penyunting yang menambahkan templat ini, harap diingat untuk menghapusnya setelah selesai atau menggantikannya dengan {{Akan dikerjakan}} di antara masa-masa menyunting Anda.
Referensi
↑Crime, InSight (2021-08-30). "Pablo Escobar". InSight Crime (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-02-24.