Natrium glukonat adalah senyawa dengan rumus NaC6H11O7. Senyawa ini berupa bubuk tak berwarna hingga putih yang sangat larut dalam air. Natrium glukonat merupakan garamnatrium dari asam glukonat. Natrium glukonat merupakan bahan tambahan pangan dengan nomor E 576. Selain itu, natrium glukonat banyak digunakan dalam pewarnaan tekstil dan sebagai agen khelasi yang baik.[2]
Dalam industri pupuk, ia juga digunakan sebagai agen khelasi untuk berbagai logam yang penting untuk nutrisi tanaman.[3]
Sifat fisik dan kimia
Natrium glukonat adalah padatan kristal berwarna putih, hampir tidak berbau, dan mudah larut dalam air. Pada suhu di atas sekitar 200°C, senyawa ini terurai. Senyawa ini tahan terhadap hidrolisis, bahkan pada suhu dan pH tinggi.[4]
Produksi
Natrium glukonat diproduksi secara industri melalui oksidasi glukosa atau bahan baku yang mengandung glukosa (misalnya, dengan natrium hidroksida atau natrium asetat[5]). Glukosa dapat dioksidasi secara kimia, elektrolisis, atau biokimia (misalnya, fermentasi).[4][6]
Aplikasi
Natrium glukonat merupakan khelator yang baik pada pH basa, dengan kinerja khelasi yang lebih baik daripada EDTA, NTA, dan khelator lainnya. Natrium glukonat memiliki berbagai aplikasi industri termasuk pewarnaan tekstil, pengolahan air, dan sebagai agen pembersih botol kaca. Natrium glukonat juga digunakan sebagai agen penghilang karat dalam metalurgi dan sebagai aditif dalam semen.[7] Efek pembersihan natrium glukonat didasarkan pada pembentukan kompleks ion logam yang stabil dalam lingkungan netral dan terutama basa. Senyawa ini digunakan untuk mendeoksidasi baja, tembaga, dan paduannya; untuk menghilangkan lemak atau mengetsa aluminium; dan untuk menghilangkan seng pada benda kerja. Pada suhu 95 hingga 100°C, lapisan cat dan pernis dapat dihilangkan.[4] Natrium glukonat digunakan dalam makanan untuk menutupi rasa pahit, untuk meningkatkan pengembangan dan kelarutan produk susu, dan sebagai regenerator elektrolit.[7][8]
↑"Chelates in agriculture". Nutrient Cycling in Agroecosystems: 127–131. 1990. doi:10.1007/BF01095092.; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
123Franz v. Bruchhausen, Siegfried Ebel, Eberhard Hackenthal, Ulrike Holzgrabe(2013)(dalam bahasa Jerman),[, hlm. 270, pada Google BooksHagers Handbuch der Pharmazeutischen Praxis Folgeband 5: Stoffe L-Z],Springer-Verlag,hal.270,ISBN978-3-642-58388-9,, hlm. 270, pada Google Books
↑R. B. Bian, J. Shen: Synthesis of Sodium Gluconate by Bi Promoted Pd/C Catalyst. In: MATERIALS TRANSACTIONS. 48, 2007, S.2252, doi:10.2320/matertrans.MRP2006634.
↑R. H. Blom, V. F. Pfeifer u.a.: SODIUM GLUCONATE PRODUCTION. FERMENTATION WITH ASPERGILLUS NIGER. In: Industrial & Engineering Chemistry. 44, 1952, S.435, doi:10.1021/ie50506a061.
↑Gerhard Eisenbrand, Peter Schreier(2014)(dalam bahasa Jerman),[, hlm. 447, pada Google BooksRÖMPP Lexikon Lebensmittelchemie, 2. Auflage, 2006],Georg Thieme Verlag,hal.447,ISBN3-13-179282-5,, hlm. 447, pada Google Books