Doktrin Ekspansi Selatan (南進論code: ja is deprecated , Nanshin-ron) adalah sebuah doktrin politik di Kekaisaran Jepang yang menyatakan bahwa Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik adalah lingkungan pengaruh Jepang dan bernilai potensial terhadap Kekaisaran Jepang untuk ekspansi ekonomi dan teritorial di wilayah tersebut yang lebih besar ketimbang tempat lainnya.
Doktrin politik tersebut secara diametrikal berlawanan dengan "Doktrin Ekspansi Utara" (北進論code: ja is deprecated , Hokushin-ron) yang sebagian besar didukung oleh Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.
Kepulauan Pasifik
Pemerintah Jepang mulai menerapkan kebijakan migrasi ke luar negeri pada akhir abad ke-19 akibat keterbatasan sumber daya Jepang dan meningkatnya populasi. Pada tahun 1875, Jepang mendeklarasikan kekuasaannya atas Kepulauan Bonin.[1] Aneksasi dan penggabungan resmi Kepulauan Bonin dan Taiwan ke dalam Kekaisaran Jepang dapat dipandang sebagai langkah awal dalam implementasi konkret "Doktrin Ekspansi Selatan".
Nish, Ian (1991). Japanese Foreign Policy in the Interwar Period. Praeger Publishers. ISBN0-275-94791-2.
Howe, Christopher (1999). The Origins of Japanese Trade Supremacy: Development and Technology in Asia from 1540 to the Pacific War. University Of Chicago Press. ISBN0-226-35486-5.