Efek samping ester nandrolon meliputi gejala maskulinisasi seperti jerawat, peningkatan pertumbuhan rambut, dan perubahan suara. Mereka adalah androgen sintetis dan steroid anabolik sehingga merupakan agonisreseptor androgen (AR), target biologis androgen seperti testosteron dan dihidrotestosteron (DHT). Nandrolon memiliki efek anabolik yang kuat dan efek androgenik yang lemah, yang memberikan profil efek samping yang ringan dan membuatnya sangat cocok untuk digunakan pada wanita dan anak-anak.[8][14][15] Terdapat metabolit Nandrolon yang bertindak sebagai bakal obat yang bertahan lama di dalam tubuh,[8] seperti 5α-dihidronandrolon.
Ester Nandrolon pertama kali dijelaskan dan diperkenalkan untuk penggunaan medis pada akhir tahun 1950-an. Obat ini termasuk steroid anabolik yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Selain penggunaan medisnya, ester nandrolon digunakan untuk meningkatkan fisik dan performa, dan dikatakan sebagai steroid anabolik yang paling banyak digunakan untuk tujuan tersebut.[8][16] Obat-obatan ini merupakan zat yang dikendalikan di banyak negara sehingga penggunaan non-medis umumnya ilegal.[8]
123456Elks J, Ganellin CR, ed. (2014). The Dictionary of Drugs: Chemical Data: Chemical Data, Structures and Bibliographies. New York City: Springer. hlm.660–. ISBN978-1-4757-2085-3. OCLC1079003025.
123Minto CF, Howe C, Wishart S, Conway AJ, Handelsman DJ (April 1997). "Pharmacokinetics and pharmacodynamics of nandrolone esters in oil vehicle: effects of ester, injection site and injection volume". The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics. 281 (1): 93–102. doi:10.1016/S0022-3565(24)36598-X. PMID9103484.
↑"Deca-Durabolin"(PDF). Merck Sharp & Dohme (Australia). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2020-01-03. Diakses tanggal 2017-12-18.
Velema MS, Kwa BH, de Ronde W (March 2012). "Should androgenic anabolic steroids be considered in the treatment regime of selected chronic obstructive pulmonary disease patients?". Current Opinion in Pulmonary Medicine. 18 (2): 118–24. doi:10.1097/MCP.0b013e32834e9001. PMID22189453. S2CID6155275.
Wu C, Kovac JR (October 2016). "Novel Uses for the Anabolic Androgenic Steroids Nandrolone and Oxandrolone in the Management of Male Health". Current Urology Reports. 17 (10): 72. doi:10.1007/s11934-016-0629-8. PMID27535042. S2CID43199715.